Huruf adalah elemen kecil dalam dunia desain yang sering kali kita lewatkan, meskipun perannya sangat penting. Salah satu jenis huruf yang mungkin paling sering kita temui adalah Times New Roman. Mulai dari tugas akademik, dokumen resmi, hingga artikel berita, font ini selalu hadir di berbagai tempat. Tidak heran, Times New Roman menjadi salah satu tipografi yang paling terkenal.
Meskipun demikian, tidak banyak orang yang mengetahui kisah menarik di balik font Times New Roman. Ia bukan hanya huruf baku yang muncul secara otomatis di aplikasi pengolah kata, tetapi memiliki sejarah, tujuan tertentu, dan perjalanan panjang yang membuat font ini mampu bertahan hingga saat ini. Mari kita lihat lima fakta unik tentang font Times New Roman yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya!
1. Dikhususkan untuk koran The Times
Times New Roman pertama kali dibuat untuk keperluan surat kabar, bukan untuk dokumen resmi. Stanley Morison, ahli tipografi dari Monotype Corporation, sejak akhir 1920-an telah mengkritik huruf yang digunakan.The Timeskarena dinilai kurang jelas dalam pembacaan. Kritik tersebut memberikan hasil nyata pada tahun 1931 ketika redaksi meminta Morison menyusun huruf baru yang lebih efisien. Untuk merealisasikannya, ia bekerja sama dengan Victor Lardent, seniman huruf di bagian iklan The Times, yang kemudian menggambar bentuk visual sesuai petunjuk Morison.
Hasil kolaborasi tersebut menghasilkan desain yang sederhana namun nyaman untuk dibaca. Times New Roman akhirnya digunakan pertama kali di halamanThe TimesPada 3 Oktober 1932, font ini segera mendapatkan perhatian. Kombinasi jelasnya tampilan, efisiensi ruang, dan sentuhan estetika klasik membuatnya cepat diminati dalam dunia penerbitan. Sejak saat itu, font ini terus menyebar hingga menjadi standar internasional seperti yang kita kenal saat ini.
2. Terkenal karena penggunaan ruang yang efisien
Salah satu keunggulan utama dari Times New Roman adalah bentuk hurufnya yang ramping. Desainnya memungkinkan lebih banyak teks dapat dimasukkan dalam satu halaman tanpa mengorbankan kenyamanan saat membaca. Hal ini sangat penting bagi surat kabar yang perlu menyajikan artikel panjang dengan ruang yang terbatas.
Efisiensi tersebut juga menjadi alasan mengapa font ini sering digunakan dalam dokumen resmi dan karya ilmiah. Mahasiswa mungkin sering “berdosa” dengan menggunakan font lain agar halaman terlihat lebih panjang. Namun dengan Times New Roman, teks terlihat singkat dan rapi.
3. Pernah menjadi font yang wajib digunakan dalam berbagai dokumen resmi
Banyak orang mengaitkan Times New Roman dengan tugas sekolah atau skripsi. Memang benar, selama bertahun-tahun font ini menjadi standar resmi di berbagai lembaga. Alasannya cukup sederhana, yaitu font ini terlihat formal, mudah dibaca, dan menunjukkan kesan profesional.
Beberapa instansi pemerintah serta perguruan tinggi masih mempersyaratkan penggunaan font Times New Roman. Bahkan terdapat yang menetapkan ukuran tertentu seperti 12 pt dengan jarak baris ganda sebagai pedoman standar. Meskipun banyak jenis font yang lebih baru muncul, kesan formal dari Times New Roman masih sulit tergantikan. Ia seolah menjadi pakaian jas klasik yang tak pernah kehilangan kesannya.
4. Dibuat dengan nuansa seni klasik
Times New Roman mungkin terlihat sederhana, namun asal-usulnya berakar pada tradisi seni klasik. Jenis huruf ini dibuat berdasarkan font Monotype yang bernama Plantin, yang dibuat pada awal abad ke-20 dengan meniru gaya huruf Robert Granjon pada masa Renaisans. Dari dasar klasik tersebut, Stanley Morison mengembangkannya agar sesuai dengan kebutuhan media cetak modern.
Meskipun mirip dengan Plantin, Times New Roman memiliki ciri khas yang membedakannya, membuatnya menjadi unik. Perbedaan antara garis tipis dan tebal diperjelas, sehingga huruf-hurufnya terlihat lebih tajam dan jelas saat dicetak. Keunggulan ini membuatnya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sangat cocok digunakan untuk menampilkan teks yang panjang.
5. Sering dianggap membosankan namun tetap bertahan lama
Menariknya, meskipun sering digunakan, font Times New Roman sering dianggap membosankan. Banyak orang merasa font ini terlalu biasa, terlalu nyaman, dan kurang penuh ekspresi. Namun justru karena sifatnya yang aman, font ini mampu bertahan dan digunakan di berbagai tempat. Ia menjadi pilihan netral yang jarang salah posisi.
Bahkan, sifat “membosankan” ini justru membuatnya istimewa. Times New Roman tidak berusaha mencolok, namun menjadi dasar yang kokoh untuk teks. Ia mungkin bukan bintang utama, tetapi selalu hadir di belakang layar sebagai pendukung utama. Inilah sebabnya Times New Roman tetap bertahan, meskipun banyak font baru muncul.
Times New Roman bukan sekadar jenis font yang munculdefaultdi komputer. Ia merupakan bagian dari sejarah tipografiyang mampu menghubungkan kebutuhan praktis dengan nilai estetika. Mulai dari koran hingga dokumen resmi, font ini telah mendampingi jutaan tulisan. Jadi, setiap kali kamu mengetik menggunakan Times New Roman, ingatlah bahwa terdapat sejarah panjang dan konsep menarik di balik setiap hurufnya.
5 Fungsi Font dalam Film, Bagian Penting dari Branding 5 Fakta Menarik Kota Krakow, Kota Terkenal di Polandia


























