1 Pengguna Windows 10 Diimbau Segera Perbarui Sistem Operasi
Pengguna komputer dan laptop berbasis sistem operasi Windows di seluruh dunia kini diminta untuk segera memperbarui perangkat mereka. Pasalnya, mulai tanggal 14 Oktober 2025, Microsoft akan menghentikan dukungan resmi terhadap Windows 10. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait keamanan sistem yang tidak lagi menerima pembaruan penting.
Dampak dari penghentian dukungan ini akan dirasakan oleh sekitar 400 juta komputer pribadi di seluruh dunia. Setelah tanggal tersebut, perangkat yang masih menggunakan Windows 10 tidak akan lagi mendapatkan pembaruan keamanan atau dukungan teknis gratis dari Microsoft. Akibatnya, perangkat-perangkat ini menjadi sangat rentan terhadap ancaman siber seperti serangan malware dan peretasan.
Menurut laporan dari Infosecurity Magazine, Windows 10 masih digunakan oleh sekitar 41 hingga 43 persen pengguna PC global. Sayangnya, banyak dari perangkat tersebut tidak dapat ditingkatkan ke Windows 11 karena tidak memenuhi persyaratan perangkat keras yang ketat. Hal ini memperparah risiko keamanan yang dihadapi pengguna.
2 Risiko Keamanan yang Mengancam
Setelah tanggal 14 Oktober 2025, semua celah keamanan baru yang ditemukan pada Windows 10 tidak akan lagi mendapatkan tambalan atau pembaruan. Ini meningkatkan potensi bagi para peretas untuk mengeksploitasi sistem yang tidak terlindungi.
Charaka Goonatilake, CTO di Panaseer, menyatakan bahwa tetap menggunakan Windows 10 setelah tanggal tersebut bisa dibandingkan dengan “meninggalkan pintu depan terbuka di lingkungan yang berbahaya.” Ia menekankan bahwa setelah tanggal tersebut, tidak ada lagi pembaruan, tambalan, atau dukungan teknis yang tersedia. Celah keamanan baru yang ditemukan akan menjadi celah yang tidak dapat dihindari bagi para pelaku kejahatan siber.
Dr. Yvonne Bernard, CTO di Hornetsecurity, juga mengungkapkan bahwa penghentian dukungan ini akan menciptakan “jurang keamanan dan kepatuhan” bagi banyak perusahaan yang masih mengandalkan sistem lama. Ia menyoroti konsekuensi yang bisa terjadi jika perusahaan tidak segera melakukan tindakan, seperti kehilangan dukungan teknis Microsoft, peningkatan kerentanan terhadap malware, biaya pemeliharaan yang lebih tinggi, hingga penolakan klaim asuransi cyber.
3 Anjuran Upgrade dan Program Tambahan
Microsoft secara aktif mendorong pengguna Windows 10 untuk segera beralih ke Windows 11 agar tetap terlindungi oleh pembaruan keamanan terbaru. Selain itu, perusahaan juga menawarkan program Extended Security Updates (ESU) bagi pengguna yang belum siap melakukan upgrade.
Program ESU memungkinkan pengguna tetap menerima pembaruan keamanan penting, meskipun mereka belum bisa mengupgrade ke Windows 11. Dukungan melalui program ini akan berlangsung dari 15 Oktober 2025 hingga 13 Oktober 2026.
Untuk mengetahui apakah perangkat dapat di-upgrade ke Windows 11, pengguna dapat membuka menu Settings > Update & Security > Windows Update atau menggunakan aplikasi PC Health Check untuk mengecek kelayakan perangkat.
4 Banyak Pengguna Masih Tidak Siap
Survei dari situs konsumen Inggris Which? menunjukkan bahwa sekitar 26 persen pengguna Windows 10 di Inggris tidak berencana untuk melakukan upgrade meskipun dukungan resmi telah berakhir. Sementara itu, 11 persen lainnya masih belum memutuskan langkah selanjutnya.
Di sisi lain, penyedia layanan remote desktop TeamViewer melaporkan bahwa lebih dari 40 persen perangkat yang terhubung melalui layanannya masih menggunakan Windows 10 hingga awal Oktober. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pakar keamanan, karena sistem-sistem yang tidak diperbarui menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber.
5 Seruan Global dari Otoritas Keamanan
Lembaga keamanan siber Inggris, National Cyber Security Centre (NCSC), juga mengimbau pengguna Windows untuk segera melakukan pembaruan sebelum batas waktu berakhir. NCSC memberikan contoh kasus ransomware WannaCry tahun 2017 yang menyerang sistem lama seperti Windows XP dan mengacaukan layanan kesehatan di Inggris.
Microsoft menegaskan bahwa pengguna Windows 11 akan mendapatkan perlindungan maksimal karena sistem operasi terbaru ini dibangun dengan teknologi keamanan modern, termasuk Secure Boot, TPM 2.0, dan UEFI firmware.
Dengan berakhirnya masa dukungan Windows 10, pengguna diimbau untuk segera mengambil tindakan, baik dengan melakukan upgrade ke Windows 11 atau mengikuti program ESU agar perangkat tetap aman dari ancaman siber.
















































