MCNNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya berencana mengaktifkan lagi atau reaktivasi Stasiun Rajapolah yang selama ini tidak melayani aktivitas penumpang. Langkah ini sebagai upaya memaksimalkan konektivitas bidang transportasi sekaligus menjadi katalisator penggerak roda perekonomian daerah.
Dari keseriusan Pemkab Tasikmalaya ini, akhirnya mendapat respons positif dari pusat. Bahkan, Kemenhub kabarnya telah menerjunkan tim untuk mengunjungi dan melakukan survei awal menindaklanjuti usulan reaktivasi stasiun tersebut.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, katakan pengaktifan kembali Stasiun Rajapolah merupakan usaha pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Tasikmalaya.
“Kami telah menyampaikan surat resmi kepada Kementerian Perhubungan. Saat ini, kami menanti supaya proyek ini dapat diintegrasikan dalam rencana PT KAI,” ujar Cecep pada Kamis (6/11/2025).
Cecep menegaskan bahwa Pemkab hanya berwenang mengusulkan. Sedangkan keputusan finalnya berada pemerintah pusat. Meski begitu, ia menilai reaktivasi ini bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, namun jika terealisasi dampaknya sangat besar di bidang ekonomi. Apalagi di bidang pariwisata, akses ke wisata Gunung Galunggung akan semakin mudah dan efisien. Sehingga rencana ini bisa berpotensi besar untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Jika akses pariwisata semakin terbuka, maka peningkatan jumlah wisatawan pasti akan terjadi. Imbasnya, perputaran roda ekonomi masyarakat pun akan meningkat, khususnya bagi para pelaku UMKM serta pedagang lokal,” jelasnya.
Ia pun berharap, dengan adanya reaktivasi dan optimalisasi potensi yang ada di daerah, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tasikmalaya bisa meningkat di tahun 2026, sehingga belanja pembangunan di tahun 2027 bisa lebih besar dan terarah guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya tak hanya sekadar angka statistik, tetapi benar-benar terasa oleh masyarakat,” pungkasnya
Reporter Robi Darwis























