MCNNEWS.ID, BATANG
Perkembangan teknologi digital yang kian pesat menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Anak-anak kini dapat dengan mudah mengakses perangkat elektronik, internet, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini menuntut pengawasan dan pendampingan yang lebih intensif dari guru dan orang tua.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang pun menegaskan pentingnya pembatasan penggunaan perangkat genggam di kalangan siswa agar tidak berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.
Gadget Tak Bisa Dilarang Total, Tapi Harus Dibatasi
Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Soedibyo, menyatakan bahwa penggunaan gadget oleh siswa tidak mungkin dilarang sepenuhnya. Namun demikian, pembatasan tetap diperlukan agar pemanfaatannya tetap terarah.
Ia menegaskan, pihaknya terus mengingatkan para guru untuk menyampaikan kepada orang tua agar membatasi penggunaan gadget di rumah.
Menurut Bambang, anak-anak memang membutuhkan perangkat elektronik sebagai bagian dari proses belajar. Akan tetapi, tanpa aturan yang jelas, penggunaan berlebihan dapat mengganggu konsentrasi dan perkembangan mereka.
Sebagai contoh, Kabupaten Batang pernah menerapkan kebijakan jam wajib belajar mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Pada jam tersebut, siswa diminta fokus belajar dan tidak diperkenankan menggunakan perangkat elektronik.
Kebijakan ini dinilai efektif untuk membangun disiplin belajar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gadget.
Digitalisasi Tuntut Guru Lebih Cerdas dan Adaptif
Sejalan dengan hal itu, Ketua PGRI Kabupaten Batang, M. Arief Rohman, menilai bahwa era digital menuntut guru lebih cerdas dalam membimbing siswa. Digitalisasi, kata dia, membawa dampak positif sekaligus risiko yang tidak bisa diabaikan.
Ia mengingatkan bahwa tanpa pengawasan, penggunaan gadget dan teknologi digital dapat menimbulkan dampak negatif yang besar bagi anak.
Bahkan di lingkungan keluarganya sendiri, Arief menerapkan pembatasan penggunaan perangkat elektronik maksimal dua jam per hari bagi anaknya. Langkah ini ia ambil sebagai bentuk pengawasan langsung dari orang tua.
Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan AI dan teknologi digital tidak cukup hanya mengandalkan sistem atau aplikasi, tetapi harus dibarengi bimbingan berkelanjutan dari guru dan orang tua.
Guru harus mampu mengukur kebutuhan siswa serta mengarahkan mereka agar menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.
Perkuat Komunikasi Guru dan Orang Tua
Lebih lanjut, Arief menekankan pentingnya komunikasi antara guru dan orang tua. Kolaborasi keduanya menjadi kunci dalam mengawasi serta membimbing anak di era digital.
Saat ini, sebagian besar sekolah telah membentuk grup komunikasi antara guru dan wali siswa. Melalui forum tersebut, koordinasi dan pengawasan dapat dilakukan secara bersama-sama, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Dengan komunikasi yang intensif, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga berlanjut dalam pengawasan orang tua di rumah.
Literasi Digital Guru Terus Ditingkatkan
Di sisi lain, peningkatan kompetensi guru juga menjadi perhatian utama. Guru PAI SDN Posong 01 Kecamatan Tulis, Isnaini Imaniah, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diikuti sangat membantu dalam memahami kurikulum terbaru sekaligus menghadapi perkembangan teknologi digital.
Ia menegaskan bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga wajib terus belajar agar mampu menyampaikan materi dengan baik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, literasi digital bagi pendidik sangat penting karena siswa saat ini sudah terbiasa dengan teknologi. Oleh sebab itu, guru yang belum menguasai teknologi perlu mendapatkan pelatihan agar tidak tertinggal dari murid-muridnya.
Momentum peningkatan kompetensi guru diharapkan mampu menjaga semangat belajar para pendidik. Dengan guru yang adaptif, bijak, dan melek digital, kualitas pendidikan di Kabupaten Batang diyakini semakin meningkat serta siap menghadapi tantangan era digital dan kecerdasan buatan.
(Ito)
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook






















