MCNNEWS.ID, JAKARTA
Profesor DR Hidayat Humaid atau HH secara resmi mengajukan diri sebagai kandidat ketua umum (ketum) KONI DKI Jakarta periode 2026-2030.
Profesor Hidayatmendaftar diiringi ratusan pendukungnya dari cabang olahraga (cabor), KONI Kota dan Kabupaten serta badan fungsional (Bafung).
HH, sapaan akrab Hidayat, kembali mencalonkan diri sebagai ketua KONI DKI Jakarta setelah menerima surat dukungan resmi dari 73 atau sekitar 85,6 persen suara yang berasal dari cabor, KONI Kota dan Kabupaten hingga bafung.
Sebelum mendaftar ke Tim Penjaringan dan Penyaringan atau TPP7 di Lantai 4 Gedung KONI DKI Jakarta, para pendukung HH mengadakan deklarasi di Ruang Serbaguna Aroem, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Ketua Tim Sukses HH, Fatchul Anas menyatakan bahwa deklarasi ini bertujuan untuk mengatasi keraguan dari cabang olahraga dan para pelaku olahraga terkait seriusnya HH dalam maju kembali di kursi pertama.KONI Jakarta
“Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Pak HH siap memimpin kembali KONI Jakarta dan melanjutkan kerja sama serta sinergi dalam pembinaan atlet berprestasi bersama Pemprov DKI, Dispora, cabang olahraga serta seluruh pelaku olahraga di Jakarta,” kata Anas.
Menurutnya, figur HH sangat diperlukan untuk memperkuat prestasi olahraga Jakarta agar semakin menggelora. Dan tujuan utamanya adalah meraih juara umum dalam PON XXII tahun 2028 mendatang.
“Kolaborasi lintas sektor memerlukan sosok yang memiliki kemampuan mengelola situasi dengan baik, memahami dunia olahraga, dan diakui oleh berbagai pihak. Nah, Pak HH adalah orang yang tepat,” tegasnya.
Ketua Bolling DKI Jakarta, Roland, menyampaikan bahwa HH tidak hanya memiliki pengalaman di bidang olahraga, tetapi juga memiliki hubungan yang dekat dengan atlet dan pelatih. “Dia sering memberikan dukungan dalam mengelola pembinaan olahraga,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan oleh Ketua Pengprov Muaiythai DKI Sylviana Murni. “Satu visi, satu misi, dan satu tujuan. Berada di jalur menuju PON 2028,” ujarnya.
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat yang akrab disapa Mpok Sylvi ini tetap percaya bahwa cabang olahraga tidak tergoda oleh rayuan dari mana pun.
“Kita kuat dan berada di jalur yang benar,” katanya.
HH mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh cabang olahraga, KONI Kota dan Kabupaten serta badan olahraga.
“Terima kasih atas kepercayaan ini. Meningkatkan olahraga harus dilakukan bersama-sama agar Jakarta bisa menjadi juara umum dalam PON 2028,” ujar HH yang diiringi tepuk tangan dari para pendukungnya.
Setelah pengumuman, HH bersama para pendukungnya berjalan kaki dari Aula Aroem menuju Gedung KONI DKI Jakarta. Kedatangan HH disambut oleh TPP7 KONI DKI Jakarta yang dipimpin oleh Aminullah.
“Alhamdulillah berkat dukungan dari 73 cabang olahraga, saya secara resmi mendaftar. Integritas dan sportivitas harus dijunjung tinggi dalam proses pemilihan ini,” kata HH.
HH melanjutkan dengan kemitraan dan kerja sama menjadi faktor utama dalam pencapaian olahraga.
Sementara Ketua TPP7, Aminullah memastikan semua dokumen akan diverifikasi dengan ketat sesuai peraturan yang berlaku. Tahap pemeriksaan dokumen dijadwalkan berlangsung pada 6-7 Januari 2026.
TPP7 mengumumkan bahwa syarat pendaftaran Prof DR Hidayat Humaid telah lengkap, dengan perolehan dukungan sebanyak 73 suara.
Sementara pengumuman kandidat yang memenuhi syarat akan dilakukan pada 10 Januari 2026, serta penyampaian visi dan misi pada 12-13 Januari 2026. “Proses seleksi kami jamin bersifat transparan dan adil,” tegasnya.
Laporan akhir TPP akan selanjutnya disampaikan dalam acara Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI DKI Jakarta yang direncanakan berlangsung pada 5 Februari 2026.
Syarat Dukungan
Seperti yang dilaporkan, peserta rapat kerja (Raker) KONI DKI Jakarta yang diikuti sekitar 80 anggota telah menentukan aturan bahwa calon ketua umum KONI DKI Jakarta harus memperoleh dukungan minimal 20 persen atau 17 suara.
Persyaratan 20 persen yang ditetapkan oleh peserta rapat kerja agar ketua umum KONI berikutnya memiliki legitimasi kuat untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat prestasi olahraga dan menjadi juara umum PON 2028.
Persyaratan 20 persen tersebut termasuk kategori terendah dibandingkan provinsi lain yang sebagian besar menetapkan ambang batas dukungan minimal sebesar 30 persen.
Bahkan dalam pemilihan KONI Pusat, syarat dukungan sebesar 30 persen diperlukan bagi calon. Seperti yang diketahui, di Yogyakarta, misalnya, syarat untuk menjadi ketua umum KONI ditetapkan sebesar 30 persen, demikian pula di Aceh (30 persen untuk KONI Kota/Kabupaten dan 30 persen untuk Cabor).
Begitu pula dengan beberapa provinsi yang menetapkan syarat dukungan sebesar 30 persen. Di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat (Kalbar), Sulawesi Barat, dan Jambi hingga Sulawesi Tengah.
Terdapat pula ketentuan selain menetapkan syarat 30 persen, calon harus membayar biaya musyawarah provinsi (musorprov). Di Sulawesi Selatan, selain syarat 30 persen, peserta diwajibkan membayar sebesar Rp 10 juta untuk biaya Musorprov.
Sama halnya di Sumatera Selatan. Calon harus menyetor dana sebesar Rp 500 juta sebagai tanda keseriusan calon, dan usulan ini ditetapkan oleh cabang olahraga saat rapat kerja provinsi (rakerprov).(fri/jpnn)
Penulis
Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.
Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.
Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.














