CIAMIS MCNNEWS.ID — Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis menekankan pentingnya pemahaman etika akademik dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak dalam penulisan skripsi dan karya ilmiah. Sabtu (08/11/2025).
Ketua LPPM INU Ciamis, Dr. H. Dadang Gani, M.Ag, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Workshop Penulisan Skripsi dan Jurnal Ilmiah yang diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir.
Dalam arahannya, ia mendorong mahasiswa untuk memahami alur penulisan skripsi dengan benar, mulai dari penyusunan proposal, bimbingan, hingga proses sidang akhir.
“Kami hanya mengarahkan dan memberikan motivasi agar mahasiswa memahami cara penulisan skripsi yang baik. AI boleh digunakan, tetapi hanya sebatas alat bantu mempercepat penyusunan, bukan menggantikan kreativitas dan orisinalitas mahasiswa,”ujar Dadang
Dr, H.Dadang Gani, M,Ag sebagai Ketua LPPM menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap mencari data, responden, dan referensi ilmiah secara mandiri. Penggunaan AI, lanjutnya, hanya diperbolehkan untuk membantu memperluas ide atau menyusun kalimat, bukan untuk mengarang data atau isi penelitian.
“Substansi isi skripsi harus murni hasil pemikiran dan riset mahasiswa. Jika ingin mencari referensi, gunakan sumber-sumber kredibel seperti Google Scholar atau jurnal ilmiah,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi kode etik akademik dalam setiap proses penulisan. Mahasiswa diharapkan tidak menjadikan bimbingan dosen sebagai formalitas semata, melainkan sebagai proses penting untuk menyempurnakan penelitian.
“Minimal enam kali bimbingan harus dilakukan sebagai bentuk legalitas akademik. Mahasiswa wajib merevisi sesuai arahan pembimbing agar bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu dan diwisuda bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor INU Ciamis berpesan agar mahasiswa segera menyelesaikan skripsinya sesuai panduan yang telah ditetapkan. Ia berharap seluruh mahasiswa peserta KKN yang berjumlah sekitar 121 orang dapat menuntaskan tugas akhirnya dan mengikuti wisuda secara serentak.
“Kami berharap seluruh mahasiswa bisa lulus tepat waktu dan diwisuda bersama. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus dan para pembimbing,” tutupnya.






















