MCNNEWS.ID Kadang-kadang kita memiliki hasrat yang kuat untuk bepergian dan mengeksplorasi dunia.
Banyak dari kita menghabiskan jam-jam untuk merencanakan perjalanan, tetapi akhirnya tidak pernah membeli tiket. Keinginan itu hilang begitu saja.
Mengutip dari Geediting.com pada Selasa (26/8), terdapat satu jenis jebakan mental yang sering kali secara tidak sadar menggagalkan rencana Anda.
Penyebab kegagalan ini tidak selalu disebabkan oleh masalah finansial atau waktu. Ini merupakan jebakan psikologis yang sering kali tidak kita sadari.
1. Perangkap Perjalanan Sempurna
Kebiasaan perfeksionis sering kali tersembunyi dalam bentuk pencarian informasi, sehingga kita selalu mencari rute dan harga yang paling ideal. Kita terus-menerus menunda pembelian, berharap mendapatkan tawaran terbaik atau lokasi yang sempurna. Akhirnya, terlalu banyak pilihan justru membuat kita kewalahan dan sulit mengambil keputusan.
2. Mengatasi Jebakan Perfeksionisme
Untuk mengatasi perangkap ini, coba terapkan aturan sederhana seperti “aturan 3-3-3”. Tetapkan tiga pilihan tanggal perjalanan, tiga maskapai penerbangan, dan tiga opsi lingkungan atau lokasi. Dengan membatasi pilihan, Anda mengurangi tekanan dalam memilih yang terbaik.
3. Membuat Sistem Pemesanan Otomatis
Alih-alih menunggu semangat datang, buatlah suatu sistem yang mempermudah proses pemesanan. Manfaatkan “niat pelaksanaan”, yaitu menyusun rencana if-then yang berfungsi sebagai panduan untuk diri Anda di masa depan. Contoh: “Jika saya membuka aplikasi perjalanan, maka saya akan melakukan pemesanan tiket pesawat ke lokasi yang telah saya tentukan.”
4. Jangan Khawatir Mengambil Kewajiban Kecil
Anda tidak perlu benar-benar menghilangkan rasa takut saat memesan perjalanan. Mulailah dengan langkah kecil dengan membuat komitmen awal, misalnya dengan menyetor uang yang tidak bisa dikembalikan. Hal ini juga bisa dilakukan dengan membeli tiket yang bisa dibatalkan. Setelah itu, beri diri Anda waktu 24 jam untuk mempertimbangkan kembali.
5. Berusaha Memuaskan Semua Orang
Salah satu celah yang sering terjadi adalah keinginan untuk membuat semua orang yang terlibat dalam rencana perjalanan merasa puas. Anda akan mengalami kesulitan saat berusaha memenuhi setiap keinginan pasangan, teman, atau orang tua. Hal ini merupakan formula pasti bagi kegagalan.
6. Keputusan yang Harus Anda Ambil
Kebenaran yang memberi kebebasan adalah: inti dari perjalanan Anda ialah pengalaman pribadi Anda, bukan tampilan dari pilihan yang sempurna. Anda perlu memperhatikan pengalaman sendiri. Anda tidak mungkin merancang rencana yang ideal untuk semua orang.
7. Menghadapi Pikiran Sendiri
Banyak dari kita menunda rencana perjalanan karena merasa keputusan tersebut seharusnya terasa tenang. Kita membayangkan ada hari esok yang sempurna, di mana kita bangun dengan penuh keyakinan dan tiket ajaib sudah menunggu. Hari itu jarang sekali datang.
8. Memprioritaskan Tindakan
Energi Anda bisa meningkat atau menurun, tetapi sistem yang Anda bangun tidak akan terpengaruh. Tugas Anda ialah menciptakan lingkungan agar hasil akhirnya adalah perjalanan yang telah direncanakan. Ini merupakan cara yang efektif untuk mewujudkan impian Anda.
Pada akhirnya, Anda tidak dapat menunggu semangat atau situasi yang sempurna untuk mewujudkan impian perjalanan. Perangkap pikiran ini hanya akan membuat Anda terus bermimpi tanpa melakukan tindakan apa pun. Memahami perangkap ini merupakan langkah pertama.
Solusi bagi masalah ini adalah mengganti pola pikir dari pasif menjadi aktif. Daripada hanya membayangkan perjalanan, ambil keputusan kecil yang menuju pada pemesanan yang nyata. Dengan demikian, Anda dapat menikmati petualangan yang selama ini Anda impikan.























