banner iklan 278x90 banner iklan 278x90 banner iklan 278x90
Sabtu, Maret 7, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Agama
  • Artikel
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Bisnis
    • Ekonomi
  • Entertaiment
    • Hot News
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
  • Techno
    • Internet
    • PC, Laptop, Gadget
    • Smartphone
  • Olah Raga
  • Fauna Flora
  • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. BandungBandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
ADVERTISEMENT
Home Sejarah & Budaya

Pecahnya Kerajaan Mataram Islam

Sejarah, Penyebab, dan Dampaknya bagi Jawa

shanny ratman Oleh shanny ratman
06/11/2025
in Sejarah & Budaya
Waktu Membaca:2 menit membaca
A A
0
Pecahnya Kerajaan Mataram Islam
0
Dibagikan
7
Dilihat
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di WhatsappBagikan di Telegram
ADVERTISEMENT
Written by shanny ratman

Pecahnya Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-18 menandai perubahan besar politik Jawa, di mana konflik internal keluarga kerajaan dan campur tangan Belanda memicu terbentuknya Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta, sekaligus meninggalkan warisan budaya dan tradisi keraton yang masih lestari hingga kini.


Sejarah Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam merupakan salah satu kerajaan besar di Pulau Jawa yang berdiri pada akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-18. Panembahan Senopati mendirikan kerajaan ini, dan Sultan Agung Hanyokrokusumo memimpin hingga mencapai puncak kejayaannya dengan mempersatukan wilayah-wilayah Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur serta menentang kolonialisme Belanda di Batavia.

Pos Terkait

perayaan Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh di Kampung Kerukunan Berlangsung Semarak dan Meriah

04/03/2026
Desa-Desa Terindah di Indonesia, Pesona Alam dan Budaya yang Mendunia

Desa-Desa Terindah di Indonesia, Pesona Alam dan Budaya yang Mendunia

19/02/2026

Kerajaan Mataram Islam memiliki struktur politik dan militer yang kuat, serta tradisi budaya dan keagamaan yang kokoh. Namun, setelah wafatnya Sultan Agung pada 1645, konflik internal mulai muncul akibat pertentangan keluarga kerajaan dan perebutan kekuasaan.

ADVERTISEMENT

Penyebab Pecahnya Kerajaan Mataram Islam

Pecahnya Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-18 dipicu oleh beberapa faktor penting:

ADVERTISEMENT
  • Konflik Internal Keluarga Kerajaan
    Pertentangan antara ahli waris Sultan Agung memicu perpecahan. Perselisihan ini melibatkan perebutan takhta antara cucu-cucu Sultan Agung dan pangeran-pangeran yang merasa berhak atas kekuasaan.
  • Campur Tangan Belanda
    VOC Belanda memanfaatkan konflik internal untuk memperkuat pengaruhnya di Jawa. Belanda mendukung sebagian pihak kerajaan untuk mendapatkan keuntungan politik dan ekonomi, termasuk kontrol atas perdagangan rempah dan pajak wilayah.
  • Kesulitan Administratif dan Militer
    Wilayah Mataram yang luas sulit dikelola secara terpusat. Ketegangan di beberapa daerah muncul akibat pemberontakan lokal dan lemahnya koordinasi pemerintahan pusat.

Proses Pecahnya Kerajaan

Pecahnya Kerajaan Mataram Islam
foto kompas.com

Konflik internal dan intervensi Belanda memuncak dalam Perjanjian Giyanti 1755, yang menandai resmi pecahnya Kerajaan Mataram Islam menjadi dua kesultanan:

  • Kesultanan Yogyakarta
    Dikuasai oleh Sultan Hamengkubuwono I, wilayah ini meliputi Yogyakarta dan sekitarnya.
  • Kesunanan Surakarta (Solo)
    Dipimpin oleh Pakubuwono III, wilayah ini mencakup Surakarta dan daerah sekitarnya.

Perjanjian Giyanti menjadi titik penting karena menegaskan pembagian kekuasaan politik, namun juga menimbulkan dampak sosial dan budaya bagi masyarakat Jawa.

Dampak Pecahnya Kerajaan

Pecahnya Mataram Islam membawa sejumlah dampak signifikan:

  • Politik: Struktur politik Jawa berubah menjadi lebih terfragmentasi. Kedua kerajaan baru memiliki pemerintahan sendiri, namun tetap dipengaruhi Belanda.
  • Budaya: Tradisi keraton tetap hidup, namun terjadi perbedaan gaya dan upacara antara Surakarta dan Yogyakarta.
  • Ekonomi: VOC Belanda lebih mudah mengontrol wilayah ekonomi dan perdagangan setelah kerajaan terpecah.
  • Masyarakat: Rakyat mengalami perubahan dalam sistem pajak dan administrasi lokal akibat perpecahan kerajaan.

Makna Sejarah Pecahnya Mataram Islam

Pecahnya Kerajaan Mataram Islam menjadi pelajaran penting tentang politik internal, diplomasi, dan pengaruh kolonial di Jawa. Meski kerajaan terpecah, tradisi budaya dan nilai-nilai keraton tetap terjaga hingga kini, terutama di Surakarta dan Yogyakarta yang menjadi pusat pelestarian sejarah dan adat Jawa.

Penutup

Peristiwa pecahnya Kerajaan Mataram Islam tidak hanya mencerminkan dinamika politik dan intrik keluarga kerajaan, tetapi juga menegaskan peran penting masyarakat dan kolonial Belanda dalam sejarah Jawa. Hingga saat ini, kedua kesultanan yang lahir dari perpecahan Mataram tetap menjadi simbol kekayaan budaya, tradisi, dan sejarah panjang Pulau Jawa.


Post Views: 10

Penulis

Author Profile
shanny ratman
Onwer di Kedai73ciamis | Web

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.

Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.

Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Related Posts
  • shanny ratman
    07/03/2026
    Kemenangan Islam di Kota New York
  • shanny ratman
    Kabar duka
    07/03/2026
    Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ginjal
  • shanny ratman
    Tren olahraga ringan
    07/03/2026
    Tren Olahraga Ringan di Rumah yang Bikin Tubuh Tetap Fit Tanpa ke Gym
  • shanny ratman
    06/03/2026
    Kisah Raja Ottoman Seri 6: Sultan Suleiman Al-Qanuni
Sumber: Shanny Ratman
Tags: Belanda di JawaKerajaan MataramKeratonMCN NewsPecahnya MataramPolitik JawaSejarah JawaSultan AgungSurakartaYogyakarta
MembagikanTweetKirimMembagikan
Berita Sebelumnya

Sejarah Makam Raja Mataram Imogiri Bantul

Berita Berikutnya

Risiko Kanker dari Paparan Cesium-137

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis. Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini. Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

PosTerkait

perayaan Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh di Kampung Kerukunan Berlangsung Semarak dan Meriah

Oleh Bang Sufi
04/03/2026
0

Ribuan warga tumpah ruah memadati Kampung Kerukunan dalam perayaan Cap Go Meh yang berlangsung penuh warna dan makna. Atraksi budaya,...

Desa-Desa Terindah di Indonesia, Pesona Alam dan Budaya yang Mendunia

Desa-Desa Terindah di Indonesia, Pesona Alam dan Budaya yang Mendunia

Oleh shanny ratman
19/02/2026
0

Indonesia tidak hanya kaya akan pantai dan pegunungan, tetapi juga memiliki desa-desa terindah yang menyimpan keunikan budaya, arsitektur tradisional, hingga...

tradisi yee sang

Mengenal Tradisi Yee Sang saat Imlek, Simbol Kelimpahan dan Kebersamaan Keluarga Tionghoa

Oleh shanny ratman
17/02/2026
0

tradisi yee sang

Prasasti Batu: Jejak Kejayaan Kerajaan Sunda

Prasasti Batu: Jejak Kejayaan Kerajaan Sunda

Oleh shanny ratman
14/02/2026
0

MCNNES.ID Prasasti Batu Tulis merupakan salah satu bukti sejarah paling penting mengenai keberadaan Kerajaan Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran....

Menteri Kebudayaan Buka Cungkup Baru Prasasti Batu Tulis untuk Lindungi Warisan Sunda

Menteri Kebudayaan Buka Cungkup Baru Prasasti Batu Tulis untuk Lindungi Warisan Sunda

Oleh shanny ratman
13/02/2026
0

MCNNEWS.ID Upaya menjaga warisan Kerajaan Sunda di Kota Bogor mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan...

Berita Berikutnya
Risiko Kanker dari Paparan Cesium-137

Risiko Kanker dari Paparan Cesium-137

Bupati Tasikmalaya

Bupati Tasikmalaya Usulkan Reaktivasi Stasiun Rajapolah Guna Mendongkrak Perekonomian Dan Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Rencana Pembangunan SLB Muhammadiyah di Banjarsari Ditolak Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCN News.ID | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyuarakan kekayaan budaya bangsa dengan informasi terpercaya. Mengusung tagline “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

Ikuti Sosmed Kami:

Penulis

Ilham Hidayat

Bang Sufi

Robi Darwis

MCN Network

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Galuhnews.com
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Infopriangan.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Web Partner
  • Info Pasang Iklan
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks Berita

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Agama
  • Artikel
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Bisnis
    • Ekonomi
  • Entertaiment
    • Hot News
  • Fauna Flora
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Techno
      • Internet
      • PC, Laptop, Gadget
      • Smartphone
  • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
  • Olah Raga
  • Pendidikan
  • Ramadhan Series
  • Sejarah & Budaya
    • Budaya
  • Tokoh
  • Wisata

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service