Kab Tasikmalaya, MCNNEWS.ID – Pemkab Tasikmalaya menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Lintas Sektor bersama OPD dan perwakilan desa untuk membahas tiga isu prioritas: percepatan penurunan stunting, penanggulangan kemiskinan ekstrem, serta Bimtek Penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pengembangan Kompetensi ASN BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya. Jumat, (21/11/2025).
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabub) H. Asep Sopari Al Ayubi ini menekankan pentingnya sinergi program agar alokasi anggaran dan sumber daya di tingkat desa dapat lebih optimal dan tepat sasaran.
“Saya berharap, dengan adanya evaluasi ini, penanggulangan atau penurunan percepatan penurunan stunting itu betul-betul terkoordinasi,” ujarnya
Dalam kesempatan tersebut, Wabub mengungkapkan bahwa upaya yang telah dilakukan sejak tahun 2013 telah membuahkan hasil dengan meraih prestasi Juara 1 Inovasi Se-Jawa Barat dan menempati posisi ketiga se-Jawa Barat untuk penurunan stunting.

Foto: Robi Darwis)
Rapat Evaluasi lintas Sektor
Ia menegaskan angka stunting masih tinggi dibanding rata-rata Jawa Barat, sehingga semua pihak diminta untuk tidak lengah dan tidak puas.
Koordinasi seluruh stakeholder—dari camat, kepala desa, PKK, kader posyandu hingga tokoh masyarakat—sangat penting karena penanganan stunting melibatkan banyak aspek.
Wabub juga menjabarkan tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten, berfokus pada intervensi gizi dan penguatan peran kader.

Penyediaan Makanan Tambahan (PMT): Pemerintah Daerah telah menyediakan makanan tambahan di Puskesmas dan Dinas terkait.
Penguatan Kader Posyandu akan terus diperkuat agar memberikan pendampingan secara berkelanjutan.
Wabub menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat agar mampu menjaga kesehatan fisik, mental.
“Untuk yang punya balita atau ibu yang sedang hamil, calon pengantin, putri-putri remaja, persiapkanlah untuk generasi selanjutnya itu harus lebih baik. Dengan satu, menjaga kesehatan fisik, menjaga kesehatan mental, serta bagaimana mempersiapkan diri untuk memahami pola asuh terhadap anak.”pungkasnya
Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi “kerja kroyokan” yang lengkap, sehingga kasus stunting di wilayah tersebut dapat terus menurun.
Reporter Robi Darwis
Editor Shanny R
Penulis
Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.
Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.
Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.
















