Rabu, Maret 11, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Pariwisata
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Pariwisata
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Agama
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Jawa Barat
  • Pendidikan
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi Bisnis

Perbandingan Biaya Admin, Komisi, dan Iklan Marketplace

shanny ratman Oleh shanny ratman
28/02/2026
in Bisnis
Waktu Membaca:11 menit membaca
A A
0
biaya admin marketplace

biaya admin marketplace (foto ilustrasi chatgpt)

0
Dibagikan
18
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

SERI 3

Pendahuluan: Mengapa Seller Wajib Memahami Struktur Biaya Marketplace?

Banyak pelaku bisnis online fokus pada peningkatan penjualan, tetapi sering mengabaikan struktur biaya marketplace. Padahal, biaya admin, komisi, dan iklan dapat memangkas margin keuntungan secara signifikan jika tidak dihitung dengan cermat.

Pada 2026, persaingan marketplace di Indonesia semakin ketat. Platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan Bukalapak terus menyesuaikan kebijakan fee demi menjaga keberlanjutan bisnis mereka.

Oleh karena itu, seller harus memahami secara detail bagaimana biaya admin, komisi, serta iklan bekerja di masing-masing platform. Dengan pemahaman tersebut, Anda dapat menentukan strategi harga, promo, dan distribusi anggaran iklan secara lebih efektif.

Berita Terkait

membangun brand UMKM

Cara Membangun Brand UMKM di Era AI: Strategi Cerdas Menang di Pasar Digital 2026

05/03/2026
sepeda Polygon

Polygon, Produk Lokal yang Telah Mendunia dan Mengharumkan Nama Indonesia

05/03/2026
perkembangan bisnis online Indonesia 2026

Perkembangan Bisnis Online Indonesia Menuju 2026

03/03/2026
Strategi Jualan Online di Marketplace

Strategi Jualan Online di Marketplace Agar Tembus FYP

25/02/2026

Mengenal Jenis Biaya di Marketplace

Sebelum membandingkan tiap platform, Anda perlu memahami tiga komponen biaya utama:

  1. Biaya Admin (Admin Fee)

Biaya admin biasanya berupa persentase dari harga produk yang terjual. Marketplace mengenakan biaya ini sebagai imbalan atas penggunaan sistem, layanan pembayaran, dan infrastruktur digital.

  1. Biaya Komisi

Komisi biasanya berlaku untuk kategori tertentu atau toko dengan status khusus seperti official store. Besarannya bisa berbeda tergantung kategori produk.

  1. Biaya Iklan

Marketplace menyediakan fitur iklan internal untuk meningkatkan visibilitas produk. Biaya ini bersifat opsional, tetapi sering kali menjadi kunci untuk memenangkan persaingan.

Dengan memahami tiga komponen ini, Anda dapat menghitung margin keuntungan secara lebih realistis.

Perbandingan Biaya Marketplace di Indonesia 2026

Berikut gambaran umum struktur biaya yang biasanya diterapkan marketplace besar di Indonesia. Perlu dicatat bahwa angka dapat berubah sesuai kebijakan terbaru masing-masing platform.

1. Shopee

Shopee dikenal agresif dalam promosi, tetapi juga menerapkan struktur biaya yang dinamis.

Biaya Admin dan Komisi

Shopee menerapkan biaya admin berbeda berdasarkan:

  • Kategori produk
  • Status toko (reguler atau Star Seller)
  • Partisipasi program gratis ongkir
  • Biaya dapat berkisar antara beberapa persen hingga dua digit tergantung kategori.
  • Biaya Iklan Shopee

Shopee menyediakan fitur:

  • Iklan Pencarian
  • Iklan Produk Serupa
  • Iklan Toko
  • Sistemnya berbasis CPC (Cost Per Click). Artinya, Anda membayar setiap kali pengguna mengklik produk Anda.

Kelebihan:

  • Trafik tinggi
  • Sistem iklan mudah digunakan
  • Analitik cukup detail

Tantangan:

  • Persaingan tinggi
  • Biaya iklan bisa meningkat saat kampanye besar

2. Tokopedia

Tokopedia memiliki pendekatan yang lebih tersegmentasi.

Biaya Admin dan Komisi

Tokopedia biasanya menerapkan:

  • Biaya layanan dasar
  • Komisi tambahan untuk kategori tertentu
  • Biaya khusus untuk Power Merchant atau Official Store
  • Besaran biaya dapat berbeda tergantung program yang diikuti seller.
  • Biaya Iklan Tokopedia

Tokopedia menawarkan fitur TopAds dengan sistem:

ADVERTISEMENT
  • CPC (Cost Per Click)
  • Pengaturan target kata kunci

Kelebihan:

  • Kontrol kata kunci lebih detail
  • Cocok untuk seller yang memahami SEO marketplace

Tantangan:

  • Persaingan keyword populer cukup mahal
  • Perlu optimasi rutin agar ROI tetap positif

3. TikTok Shop

TikTok Shop menggabungkan social commerce dengan sistem komisi berbasis performa.

Biaya Komisi

TikTok Shop biasanya mengambil komisi dari setiap transaksi. Besaran komisi tergantung:

ADVERTISEMENT
  • Kategori produk
  • Program afiliasi
  • Promo yang diikuti

Karena berbasis konten, komisi bisa terasa signifikan jika margin produk kecil.

Biaya Iklan

TikTok Shop terintegrasi dengan sistem iklan TikTok Ads.

ADVERTISEMENT

Model iklan bisa berupa:

  • In-Feed Ads
  • Spark Ads
  • Live Ads

Kelebihan:

  • Potensi viral tinggi
  • Konversi cepat melalui live streaming

Tantangan:

  • Membutuhkan konten konsisten
  • Biaya iklan dapat meningkat jika kompetisi tinggi

4. Lazada

Lazada memiliki struktur biaya yang cenderung stabil.

Biaya Admin dan Komisi

Lazada biasanya menerapkan strategi promosi yang agresif dan terjadwal. Oleh karena itu, platform ini sering menghadirkan kampanye besar pada momen tertentu untuk meningkatkan transaksi dan menarik lebih banyak pengguna.

Lazada biasanya menerapkan:

  • Diskon besar pada tanggal kembar (seperti 2.2, 3.3, 11.11, dan 12.12).
  • Voucher gratis ongkir dengan minimum pembelian tertentu.
  • Cashback dan potongan harga tambahan melalui metode pembayaran tertentu.
  • Flash sale dengan stok terbatas dan durasi singkat.
  • Program subsidi ongkir untuk penjual terpilih.

Selain itu, Lazada juga mengombinasikan promosi tersebut dengan kampanye iklan digital dan notifikasi aplikasi agar jangkauan promosi semakin luas serta mendorong konversi penjualan secara optimal.

  • Komisi berdasarkan kategori
  • Biaya layanan untuk official store
  • Biaya fulfillment jika menggunakan gudang Lazada
  • Biaya Iklan Lazada

Fitur Sponsored Discovery memungkinkan seller menargetkan kata kunci tertentu.

Kelebihan:

  • Sistem fulfillment terintegrasi
  • Dukungan logistik regional

Tantangan:

  • Trafik di Indonesia tidak sebesar kompetitor utama
  • Butuh strategi brand yang kuat

5. Bukalapak

Bukalapak fokus pada ekosistem Mitra dan warung digital.

Biaya Admin

Bukalapak menerapkan biaya layanan berdasarkan jenis produk dan program yang diikuti.

  • Biaya Iklan
  • Fitur iklan tersedia, tetapi tidak seagresif kompetitor.

Kelebihan:

  • Fokus pada segmen tertentu
  • Kompetisi lebih rendah di beberapa kategori

Tantangan:

  • Trafik lebih kecil dibanding Shopee dan Tokopedia
  • Simulasi Perhitungan Sederhana

Agar lebih jelas, mari kita buat simulasi sederhana.

Misalnya:
Harga produk: Rp100.000
Modal produksi: Rp70.000
Margin kotor: Rp30.000

Jika:

  • Biaya admin 10% = Rp10.000
  • Biaya iklan per produk terjual = Rp8.000
  • Maka laba bersih menjadi: Rp30.000 – Rp18.000 = Rp12.000

Artinya, margin Anda turun lebih dari 50%.

Oleh karena itu, seller harus menghitung biaya secara detail sebelum menentukan harga jual.

Baca sebelumnya
Seri 1 Peta persaingan marketplace di Indonesia 2026
Seri 2 Strategi jualan online di marketplace agartembus fyp

Strategi Menghemat Biaya Marketplace

Agar tetap untung di tengah biaya yang meningkat, Anda bisa menerapkan strategi berikut:

1. Naikkan AOV (Average Order Value)

Dorong pembelian lebih dari satu produk melalui:

  • Bundling
  • Diskon minimal pembelian
  • Gratis ongkir bersyarat

2. Optimalkan Konversi Organik

Jika produk sering muncul di pencarian organik, Anda bisa mengurangi ketergantungan pada iklan.

3. Fokus pada Produk Margin Tinggi

Hindari hanya menjual produk dengan margin tipis.

4. Gunakan Iklan Secara Strategis

Jangan menyalakan iklan tanpa analisis. Uji beberapa kata kunci dan hentikan yang tidak menghasilkan konversi.

Dampak Biaya terhadap UMKM

Bagi UMKM, kenaikan biaya admin dan komisi bisa menjadi tantangan besar. Namun demikian, marketplace tetap menawarkan akses pasar yang luas.

Karena itu, UMKM perlu:

  • Mengelola cash flow dengan disiplin
  • Membangun brand agar tidak hanya bersaing harga
  • Diversifikasi kanal penjualan (website, media sosial, offline)

Dengan strategi tersebut, UMKM bisa tetap kompetitif meski struktur biaya berubah.

Marketplace vs Website Sendiri

Sebagian seller mulai mempertimbangkan membangun website sendiri untuk mengurangi biaya komisi.

Keuntungan website:

  • Tidak ada komisi marketplace
  • Kontrol penuh terhadap data pelanggan
  • Namun, website membutuhkan:
  • Biaya iklan mandiri
  • Strategi SEO
  • Pengelolaan teknis

Karena itu, strategi terbaik adalah mengombinasikan marketplace dan website untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih stabil.

Tren Biaya Marketplace di 2026

Pada 2026, tren yang terlihat antara lain:

  • Penyesuaian komisi berdasarkan performa toko
  • Integrasi biaya dengan layanan fulfillment
  • Model langganan untuk fitur premium
  • Optimalisasi AI dalam sistem iklan
  • Marketplace semakin mengarah pada model bisnis berbasis layanan, bukan hanya transaksi.

Kesimpulan

Perbandingan biaya admin, komisi, dan iklan marketplace menunjukkan bahwa setiap platform memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing.

Shopee unggul dalam trafik tinggi tetapi kompetisi ketat. Tokopedia menawarkan kontrol keyword yang kuat. TikTok Shop memberikan potensi viral besar melalui konten. Lazada stabil dengan sistem fulfillment, sedangkan Bukalapak memiliki ceruk pasar tersendiri.

Pada akhirnya, kunci sukses bukan hanya memilih marketplace dengan biaya paling murah. Anda harus menghitung margin, memahami struktur fee, serta menerapkan strategi iklan yang efisien.

Dengan perencanaan matang dan analisis yang konsisten, Anda dapat menjaga profit tetap sehat sekaligus memaksimalkan peluang bisnis online di tahun 2026.


Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook


Tags: biaya adminbisnis onlineBukalapake-commerce Indonesiaiklan marketplacekomisi penjualLazadamarketplaceMCNNEWS.IDShopeestrategi jualanTikTok ShopTokopediaUMKM
Berita Sebelumnya

Manajemen Energi agar Tidak Lemas Saat Puasa

Berita Berikutnya

Sejarah Masuknya Islam di Negeri Tirai Bambu

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis. Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini. Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Berita Terkait

membangun brand UMKM

Cara Membangun Brand UMKM di Era AI: Strategi Cerdas Menang di Pasar Digital 2026

05/03/2026
sepeda Polygon

Polygon, Produk Lokal yang Telah Mendunia dan Mengharumkan Nama Indonesia

05/03/2026
perkembangan bisnis online Indonesia 2026

Perkembangan Bisnis Online Indonesia Menuju 2026

03/03/2026
Strategi Jualan Online di Marketplace

Strategi Jualan Online di Marketplace Agar Tembus FYP

25/02/2026
marketplace Indonesia 2026

Peta Persaingan Marketplace di Indonesia 2026: Strategi, Kelebihan, dan Peluang Bisnis Online

19/02/2026
pabrik indomie

Produk Anak Bangsa yang Mendunia: Dari Indomie hingga Gojek, Bukti Brand Indonesia Kian Diakui Global

16/02/2026
Berita Berikutnya
Sejarah Masuknya Islam di Negeri Tirai Bambu

Sejarah Masuknya Islam di Negeri Tirai Bambu

Asal usul Danau Toba

Asal Usul Danau Toba, Fenomena Alam Spektakuler yang Menjadi Daya Tarik Wisata Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
Audiensi FPP Ciamis

Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

12/09/2025
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

11/03/2026
PDAM Ciamis

Kejutan Ramadan dari PDAM Ciamis, Air Masjid Digratiskan dan Ada Diskon Sambungan Baru

11/03/2026
Siti Khoiriyah

Siti Khoiriyah Terpilih Pimpin Ranting Fatayat NU Gegempalan, Siap Perkuat Peran Perempuan Muda

11/03/2026
Geliat Ekonomi Beduk

Geliat Ekonomi Beduk Lebaran Menguat Publik Soroti Transparansi Anggaran Swakelola Pemda

11/03/2026

BERITA TERBARU

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

11/03/2026
PDAM Ciamis

Kejutan Ramadan dari PDAM Ciamis, Air Masjid Digratiskan dan Ada Diskon Sambungan Baru

11/03/2026
Siti Khoiriyah

Siti Khoiriyah Terpilih Pimpin Ranting Fatayat NU Gegempalan, Siap Perkuat Peran Perempuan Muda

11/03/2026
Geliat Ekonomi Beduk

Geliat Ekonomi Beduk Lebaran Menguat Publik Soroti Transparansi Anggaran Swakelola Pemda

11/03/2026

BERITA TERPOPULER

  • data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Rencana Pembangunan SLB Muhammadiyah di Banjarsari Ditolak Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

MCN NETWORK

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Galuhnews.com
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Infopriangan.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 813-1236-8759
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service