Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Diproyeksikan 5,2-5,7 Persen di Tahun 2026

11
×

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Diproyeksikan 5,2-5,7 Persen di Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MCNNEWS.ID, MALANG

Perekonomian Jawa Timurdiperkirakan tetap optimis tumbuh lebih baik pada 2026, yaitu dalam kisaran 5,2-5,7%.

Example 300x600

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menganggap hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan meningkat, stabilitas nasional yang tetap terjaga, serta didukung oleh fokus pada pengeluaran fiskal untuk sektor-sektor yang produktif dan penguatan daya beli.

Walaupun saat ini pemerintah daerah masih merasa khawatir tentang terus berlanjutnya kebijakan penghematan anggaran, tetapi hal ini dapat diatasi oleh pemerintah daerah dengan menitikberatkan pada program-program yang menjadi prioritas utama danin linedengan program nasional,” kata Joko Budi Santoso, Senin (3/11/2025).

Menurutnya, penguatan kemampuan beli menjadi kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi secara cepat karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 60%.

Ini akan meningkatkan permintaan agregat dan selanjutnya berdampak pada peningkatan produksi di berbagai sektor usaha, dalam jangka menengah dan panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di atas 6% dengan menjadikan sektor industri pengolahan sebagai mesin pertumbuhan.

Tanpa sektor ini, mustahil Indonesia Emas tercapai, karena salah satu syarat menuju cita-cita Indonesia Emas adalah pertumbuhan ekonomi di atas 7%.

Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026, tentu saja akan dihadapi dengan beberapa tantangan, seperti ketidakpastian global yang masih tinggi akibat persaingan tarif dan konflik dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat, serta kebijakan penghematan anggaran yang berkelanjutan dapat memengaruhi stagnasi pertumbuhan ekonomi daerah jika Pemerintah Daerah (Pemda) kurang inovatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif.

Pola penyerapan anggaran Pemda yang rendah pada semester pertama tahun anggaran berjalan, menurutnya, juga bisa menjadi tantangan yang perlu diubah, terlebih dana Transfer Ke Daerah (TKD) terpendam di perbankan.

Oleh karena itu, peningkatan investasi berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi melalui insentif fiskal, izin yang lebih terbuka, sederhana, dan cepat.

Selain itu, kendala-kendala di tingkat setempat seperti premanisme, pemungutan dana ilegal, serta Peraturan Daerah (Perda) yang tidak sesuai harus terus dikurangi.

Hal yang tidak kalah penting ialah pemanfaatan Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDesa dalam meningkatkan perekonomian desa.

Jika seluruh desa berkembang, maka secara keseluruhan akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, regional, maupun nasional.

Meski menghadapi berbagai tantangan, pemerintah daerah menjadi salah satu ujung tombak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui alat fiskal, dengan meningkatkan pola penyerapan anggaran, memprioritaskan sektor yang produktif dan berdaya saing tinggi, memperkuat kemampuan belanja masyarakat, serta terus berkontribusi dalam menjaga kestabilan harga barang dan jasa, khususnya komoditas pangan.

Ia menekankan, kondisi ini akan berdampak pada inflasi yang terkendali sekitar ± 2,5%. Pengendalian inflasi ini perlu diperbaiki melalui sistem informasi produksi dan harga komoditas pangan strategis yang di-updatesecara terus-menerus sehingga pasokan tetap terjaga dan distribusi merata sehingga kestabilan harga tercapai.

Hal yang tidak kalah penting adalah keinginan kuat untuk terus berkolaborasi antar daerah dalam berbagai proyek pembangunan, kolaborasi menjadi faktor utama dalam mempercepat dan meningkatkan daya saing pembangunan di era modern.

Sementara itu, menurut Joko, kondisi ekonomi Jawa Timur pada triwulan I dan triwulan II tahun 2025 menunjukkan harapan untuk terus berkembang lebih pesat.

Hingga triwulan II/2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,23% yang tidak terduga, didorong oleh pertumbuhan sektor akomodasi dan makanan minuman, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, serta sektor perdagangan.

Ada lima sektor utama yang mendukung perekonomian Jawa Timur dari bidang usaha, yaitu industri pengolahan yang memberikan kontribusi sekitar 30% terhadap PDRB, perdagangan sekitar 18%, pertanian sekitar 11%, konstruksi sekitar 8%, serta penyedia akomodasi dan makanan minuman sekitar 6%.

Dari segi pengeluaran, pengeluaran rumah tangga menjadi fokus utama, dengan kontribusinya terhadap PDRB Jawa Timur mencapai sekitar 60%.

“Berdasarkan hasil yang dicapai, hingga akhir tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Jawa Timur diperkirakan akan berada di kisaran 5 hingga 5,5%,” ujar Joko yang juga menjabat sebagai Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi FEB UB.

Ketua ISEI Malang, Wildan Syafitri, juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Jatim akan sedikit meningkat pada 2026 akibat peningkatan pengeluaran.

Peningkatan pengeluaran akan meningkatkan inflasi, namun tidak terlalu signifikan karena pasokan dan harga yang ditetapkan pemerintah tidak berubah, meskipun tetap perlu dipersiapkan.

Mengenai isu kenaikan upah, hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga, tetapi jika upah tidak naik maka akan mengurangi kemampuan beli kelompok tertentu.

Ia menilai, investasi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perlu ditingkatkan dengan memperbaiki iklim usaha dan mengurangirent seekingyang sering menghambat proses investasi.

Industri manufaktur diperkirakan akan mengalami pertumbuhan seiring dengan tidak adanya kenaikan pajak.

“Inflasi tetap perlu dijaga melalui peningkatan mekanisme distribusi, serta menghilangkan isu yang bisa menaikkan harga seperti kenaikan gaji ASN, saya rasa TPID provinsi/daerah sudah memiliki sistem yang cukup baik, namun tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat mengurangi pasokan,” kata Wildan yang juga seorang ekonom dan dosen FEB UB.

Penulis

Author Profile
Onwer di  | Web

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.

Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.

Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250