Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Techno

Seberapa Cepat Waktu Berlalu di Mars?

19
×

Seberapa Cepat Waktu Berlalu di Mars?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Penelitian yang dilakukan oleh dua ilmuwan fisika dari National Institute of Standards and Technology (NIST) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa jam di Mars berdetak 477 juta bagian detik (atau 477 mikrodetik) lebih cepat setiap hari, secara rata-rata dibandingkan dengan jam di Bumi.

Meskipun ukurannya kecil, perbedaan tersebut bisa menjadi sangat penting dalam situasi yang membutuhkan koordinasi waktu antara Bumi, Bulan, dan Mars dengan akurasi hingga beberapa detik.

Example 300x600

Teori Einstein

Teori relativitas umum Einstein menjelaskan bahwa waktu dipengaruhi oleh massa, sehingga menyebabkan fenomena dilatasi waktu gravitasi. Bagi seseorang yang berada di luar, jam yang berada dalam medan gravitasi yang lebih kuat akan berjalan lebih perlahan dibandingkan jam yang ada di tangan mereka sendiri.

Demikian pula, setiap detik di medan gravitasi yang lebih lemah terasa lebih panjang dibandingkan detik yang diukur oleh pengamat yang berada dalam gravitasi yang lebih kuat.

Misalnya, jam atom pada satelit GPS berjalan lebih cepat dibandingkan jam di permukaan Bumi karena perbedaan gravitasi yang kecil di orbit Bumi tengah, ditambah efek percepatan terhadap perluasan waktu, menghasilkan selisih sebesar 38 mikrodetik setiap hari.

Hitungan yang cukup rumit

Saat ini, ilmuwan NIST Neil Ashby dan Bijunath Patla telah mengembangkan sistem pencatatan waktu yang akurat untuk Mars.

Para ilmuwan fisika tersebut sebelumnya telah membuat standar pengukuran waktu untuk Bulan, mirip dengan Time Universal Terkoordinasi (UTC) di Bumi, yang merupakan standar pengukuran waktu internasional.

Dipakai oleh para astronom dan Jaringan Ruang Angkasa Jauh (DSN), UTC memiliki akurasi sekitar 100 pikosekon per hari, di mana satu pikosekon setara dengan satu miliar bagian dari detik.

Di permukaan Bulan, waktu berjalan 56 mikrodetik lebih cepat dibandingkan di Bumi, yang disebabkan oleh faktor utama seperti massa Bulan serta pengaruh gravitasi antara Matahari, Bumi, dan Bulan.

Menghitung durasi perjalanan ke Mars lebih rumit dibandingkan dengan Bulan. Namun, hal ini menjadi lebih kompleks karena melibatkan Matahari, Bumi, Bulan, dan Mars.

Hal-hal yang berpengaruh

Gravitasi di permukaan Mars jauh lebih kecil dibandingkan gravitasi di permukaan Bumi karena Planet Merah memiliki massa sekitar sepuluh persen dari Bumi. Berdasarkan data yang diperoleh dari misi Mars, para ilmuwan memperkirakan bahwa gravitasi permukaan Mars sekitar lima kali lebih lemah dibandingkan gravitasi Bumi.

Selain itu, Mars berjarak sekitar 1,5 satuan astronomi (AU) dari Matahari, sedangkan jarak Bumi-Matahari adalah 1 AU. Karena gaya gravitasi menurun seiring dengan jarak sesuai hukum kuadrat terbalik, Mars mengalami gaya gravitasi yang lebih rendah dari Matahari.

Hal ini menjadi lebih rumit karena Mars memiliki orbit yang lebih tidak bulat dibanding Bumi, sehingga mengalami perubahan gravitasi yang lebih besar.

Untuk operasi di masa depan

Meskipun jam di Mars secara rata-rata berjalan 477 mikrodetik lebih cepat dibandingkan Bumi, perbedaan ini bisa berkurang atau meningkat sebesar 266 mikrodetik setiap hari sepanjang tahun Mars.

Tahun di sana jauh lebih lama dibandingkan tahun Bumi, karena memerlukan 687 hari untuk mengelilingi Matahari. Hari di Mars juga lebih panjang, karena planet merah ini membutuhkan tambahan 40 menit untuk menyelesaikan satu putaran penuh di sekitar porosnya dibandingkan dengan Bumi.

Mencapai kerangka waktu yang akurat dan dapat diperluas sangat penting bagi operasi masa depan di Mars, termasuk pendaratan manusia yang bersejarah dan krusial.

Selama masa transisi ini, pencatatan waktu di luar Bumi akan sangat penting untuk mendukung komunikasi, penentuan lokasi, dan navigasi dalam misi bulan yang dijalankan oleh perusahaan swasta maupun program antariksa negara.

Membangun sistem pencatatan waktu yang bisa diperluas di luar lingkungan Bumi dan Bulan serta mengembangkan kerangka kerja untuk “sinkronisasi waktu antarbintang mandiri” merupakan tujuan penting, sehingga penelitian ini menjadi langkah krusial dalam eksplorasi luar angkasa.

Mars Lebih Cocok Dihuni daripada yang Kita Perkirakan, Berdasarkan Penelitian Terbaru 7 Fakta Menarik Kangguru Merah, Hewan Marsupial Terbesar di Bumi

Penulis

Author Profile
Onwer di  | Web

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.

Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.

Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250