Rabu, Maret 11, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Pariwisata
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Pariwisata
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Agama
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Jawa Barat
  • Pendidikan
ADVERTISEMENT
Home Gaya Hidup

Sejarah Angpau Imlek dan Aturannya, Tradisi Turun-Temurun Penuh Makna

shanny ratman Oleh shanny ratman
16/02/2026
in Gaya Hidup
Waktu Membaca:3 menit membaca
A A
0
sejarah angpau Imlek

tradisi angpau (foto ilustrasi chatgpt)

0
Dibagikan
1
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Jantung

Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Jantung? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

10/03/2026
uang habis akhir bulan

Uang Habis di Akhir Bulan? Ini Strategi Cerdas Atur Keuangan Ala Generasi Produktif

09/03/2026
makanan penurun tekanan darah

Daftar Makanan Penurun Tekanan Darah yang Terbukti Efektif Secara Medis

08/03/2026
Kenali Gejala Awal Stroke

Kenali Gejala Awal Stroke di Usia Muda, Jangan Tunggu Terlambat

08/03/2026

MCNNEWS – Perayaan Tahun Baru Imlek tidak pernah lepas dari tradisi berbagi angpau. Setiap kali Imlek tiba, masyarakat Tionghoa membagikan amplop merah berisi uang kepada keluarga dan kerabat sebagai simbol doa dan harapan baik di tahun yang baru.

Tradisi ini bukan sekadar berbagi rezeki. Sebaliknya, sejarah angpau Imlek menyimpan kisah legenda dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun dari dataran Tiongkok. Karena itu, pemberiannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada aturan khusus yang sarat makna dan filosofi mendalam.

Sejarah Pemberian Angpau Imlek

Mengutip Singapore Infopedia, terdapat dua legenda yang dipercaya sebagai awal mula tradisi pemberian angpau saat Tahun Baru Imlek.

Legenda Delapan Peri dan Iblis Sui

Legenda pertama mengisahkan delapan peri yang diutus dewa dan menjelma menjadi koin. Mereka membantu sepasang orang tua yang memohon perlindungan untuk anaknya dari iblis bernama Sui.

Sui digambarkan sebagai makhluk bertubuh hitam yang kerap muncul pada malam Tahun Baru Imlek. Ia menyentuh kepala anak-anak yang sedang tertidur sebanyak tiga kali. Konon, sentuhan itu dapat menyebabkan sakit hingga kematian.

Untuk melindungi sang anak, delapan koin tersebut dibungkus kertas merah dan diletakkan di bawah bantal. Ketika Sui datang, cahaya emas memancar dari bungkusan merah itu dan membuatnya ketakutan.

Sejak saat itu, masyarakat meniru cara tersebut dengan memberikan uang yang dibungkus kertas merah kepada anak-anak. Tradisi ini dikenal sebagai ya sui qian, yang berarti “uang penolak roh jahat”. Kini, istilah tersebut lebih dipahami sebagai uang Tahun Baru yang diberikan orang tua kepada anak-anak.

Tradisi dari Dinasti Tang

Sementara itu, legenda kedua bermula dari kelahiran putra Kaisar Xuanzong pada masa Dinasti Tang. Sang kaisar memberikan koin emas dan perak kepada selirnya sebagai simbol perlindungan bagi bayi tersebut.

Kebiasaan itu kemudian ditiru masyarakat. Orang tua mulai memberikan uang kepada anak-anak sebagai hadiah sekaligus doa keselamatan di tahun yang baru.

Perkembangan Tradisi Angpau

Tradisi memberi angpau tercatat berkembang sejak era Dinasti Song pada abad ke-12. Pada masa itu, pemberian uang atau li shi dalam bahasa Kanton menjadi kebiasaan khusus saat perayaan tahun baru.

Orang tua memberikan uang kepada anak-anak. Selain itu, masyarakat juga memberi uang kepada pemain musik seperti penabuh genderang dan gong yang memeriahkan suasana. Bahkan, para majikan turut memberikan uang kepada pelayan sebagai bentuk apresiasi.

Seiring waktu, para tetua mulai memberikan 100 koin kepada anak-anak sebagai simbol harapan umur panjang hingga 100 tahun. Tradisi ini bahkan diabadikan dalam puisi karya Wun Man Yun pada masa Dinasti Qing.

Awalnya, uang dibungkus kain sutra. Namun, menjelang akhir abad ke-19, masyarakat mulai menggunakan amplop merah yang dikenal sebagai hóngbāo. Tradisi penggunaan amplop merah ini bertahan hingga sekarang.

Menariknya, tidak semua orang wajib memberikan angpau. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh mereka yang sudah menikah atau dianggap dewasa.

Aturan Memberikan Angpau Saat Imlek

Setelah memahami sejarahnya, penting juga mengetahui aturan dalam memberi angpau agar tetap sesuai tradisi.

1. Menggunakan Amplop Merah

Sesuai namanya, hong berarti merah. Karena itu, angpau harus menggunakan amplop merah. Warna merah dalam budaya Tiongkok melambangkan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan.

Amplop biasanya dihiasi aksara atau simbol keberuntungan. Membungkus uang dalam amplop merah dipercaya dapat membawa berkah dan kebahagiaan bagi penerima.

2. Pemberi dan Penerima

Secara tradisi, hanya orang dewasa atau yang sudah menikah yang memberikan hongbao. Saat menyerahkan angpau, pemberi biasanya mengucapkan “Gōngxǐ fācái” yang berarti doa agar penerima memperoleh kemakmuran.

Di sisi lain, penerima harus bersikap sopan. Mereka tidak boleh terlihat terlalu antusias atau langsung membuka amplop di depan pemberi. Tindakan tersebut dianggap kurang santun dalam budaya Tiongkok.

3. Jumlah Uang Harus Genap

Jumlah uang dalam angpau sebaiknya berupa angka genap karena dipercaya membawa keberuntungan. Jika memberikan lebih dari satu amplop, jumlahnya juga tetap harus genap.

Bagi masyarakat Kanton dan Hokkien, pemberian hongbao secara berpasangan melambangkan bahwa keberuntungan dan kebahagiaan selalu datang beriringan.

4. Waktu Pemberian

Pada awalnya, hongbao hanya diberikan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Namun kini, tradisi tersebut juga berlaku dalam acara lain seperti pernikahan. Tamu biasanya memberikan amplop merah kepada pengantin sebagai bentuk dukungan dan doa.

Bahkan di era modern, isi angpau tidak selalu berupa uang. Beberapa orang menyelipkan puisi atau pesan penuh makna sebagai kenang-kenangan untuk orang tercinta.

Warisan Nilai dalam Tradisi Angpau

Sejarah panjang angpau Imlek menunjukkan bagaimana leluhur Tiongkok menanamkan nilai kasih sayang, perlindungan, dan harapan baik kepada keluarga serta kerabat.

Dengan demikian, angpau bukan sekadar simbol materi. Tradisi ini memperindah perayaan Tahun Baru Imlek sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya berbagi, menghormati, dan menjaga nilai budaya yang telah diwariskan selama berabad-abad.


Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook


Tags: AngpauBudaya TionghoaDinasti TangHongbaoImlekLegenda ImlekSejarah Imlektahun baru cinaTradisi Tiongkok
Berita Sebelumnya

Bangun Atmosfer Religius, INU Ciamis Gelar Khotmil Quran Sambut Bulan Suci

Berita Berikutnya

Tahun Baru Imlek 2026: Tahun Kuda Api, Momentum Tebar Harapan dan Ucapan Penuh Makna

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis. Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini. Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Berita Terkait

Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Jantung

Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Jantung? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

10/03/2026
uang habis akhir bulan

Uang Habis di Akhir Bulan? Ini Strategi Cerdas Atur Keuangan Ala Generasi Produktif

09/03/2026
makanan penurun tekanan darah

Daftar Makanan Penurun Tekanan Darah yang Terbukti Efektif Secara Medis

08/03/2026
Kenali Gejala Awal Stroke

Kenali Gejala Awal Stroke di Usia Muda, Jangan Tunggu Terlambat

08/03/2026
gaya hidup sehat

Gaya Hidup Sehat Tanpa Ribet: Pola Makan Sederhana yang Bisa Dicoba Mulai Hari Ini

08/03/2026
Tren olahraga ringan

Tren Olahraga Ringan di Rumah yang Bikin Tubuh Tetap Fit Tanpa ke Gym

07/03/2026
Berita Berikutnya
Tahun Baru Imlek 2026: Tahun Kuda Api, Momentum Tebar Harapan dan Ucapan Penuh Makna

Tahun Baru Imlek 2026: Tahun Kuda Api, Momentum Tebar Harapan dan Ucapan Penuh Makna

Suasana Aula Dusun Pasirnangka

Gerakan dari Pinggir Desa: Warga Pasirnangka Belajar Menaklukkan Sampah dengan Gotong Royong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
Audiensi FPP Ciamis

Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

12/09/2025
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

11/03/2026
PDAM Ciamis

Kejutan Ramadan dari PDAM Ciamis, Air Masjid Digratiskan dan Ada Diskon Sambungan Baru

11/03/2026
Siti Khoiriyah

Siti Khoiriyah Terpilih Pimpin Ranting Fatayat NU Gegempalan, Siap Perkuat Peran Perempuan Muda

11/03/2026
Geliat Ekonomi Beduk

Geliat Ekonomi Beduk Lebaran Menguat Publik Soroti Transparansi Anggaran Swakelola Pemda

11/03/2026

BERITA TERBARU

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

11/03/2026
PDAM Ciamis

Kejutan Ramadan dari PDAM Ciamis, Air Masjid Digratiskan dan Ada Diskon Sambungan Baru

11/03/2026
Siti Khoiriyah

Siti Khoiriyah Terpilih Pimpin Ranting Fatayat NU Gegempalan, Siap Perkuat Peran Perempuan Muda

11/03/2026
Geliat Ekonomi Beduk

Geliat Ekonomi Beduk Lebaran Menguat Publik Soroti Transparansi Anggaran Swakelola Pemda

11/03/2026

BERITA TERPOPULER

  • data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Rencana Pembangunan SLB Muhammadiyah di Banjarsari Ditolak Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

MCN NETWORK

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Galuhnews.com
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Infopriangan.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 813-1236-8759
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service