MCNNEWS.ID – CIAMIS
Universitas Galuh (Unigal) menggelar Seminar Hasil dan Gelar Karya KKN “Konservasi dan Budaya” Periode II Tahun Akademik 2024/2025, Senin (15/09/2025), di Aula LPPM Unigal, Ciamis, Jawa Barat.
Seminar ini menampilkan capaian 936 mahasiswa dari lima fakultas: Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, FISIP, FIKES, dan Fakultas Pertanian. Mereka melaksanakan KKN di 40 desa pada empat kecamatan: Cipaku, Lumbung, Panjalu, dan Kawali.
Rektor Unigal, Prof. Dr. Dadi, mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilainya mampu memberi dampak nyata meski KKN hanya berlangsung sekitar satu bulan.
“Mahasiswa sudah memberi warna signifikan pada potensi desa, baik sumber daya alam maupun budaya. KKN ini bukti konkret Unigal mengimplementasikan visi, bukan sekadar menuliskannya di atas kertas,” tegasnya.
Prof. Dadi berharap pengalaman KKN membentuk lulusan Unigal yang mampu menciptakan lapangan kerja melalui UMKM dan start up, bukan sekadar mencari pekerjaan.
Ketua LPPM Unigal, Dr. Ai Tusi Fatimah, menjelaskan bahwa mahasiswa menyampaikan laporan langsung kepada rektor, dekan, dosen, hingga pemerintah daerah. Menurutnya, inovasi mahasiswa selama KKN bisa diteruskan dosen dalam penelitian maupun pengabdian.
“KKN ini menjadi penghubung antara Pemkab Ciamis dan Unigal sekaligus laboratorium sosial untuk pengembangan desa,” ujarnya.
Ketua Panitia KKN, Dendy Syaiful Akbar, menambahkan seminar dilaksanakan secara luring dan daring. Sebanyak 80 mahasiswa hadir langsung untuk mempresentasikan poster, sedangkan kelompok lain menyampaikan hasil melalui Zoom.
“Kami berharap program KKN ini tidak berhenti di sini, melainkan berkelanjutan dan ditindaklanjuti Pemda agar dampaknya semakin luas,” ungkapnya.
Program KKN ditampilkan dalam bentuk poster, mulai dari konservasi lingkungan, pertanian berkelanjutan, pemberdayaan UMKM, hingga pelestarian budaya. Ke depan, LPPM Unigal akan mengarahkan penelitian dosen agar selaras dengan visi konservasi dan budaya di kawasan Gunung Sawal.























