CIAMIS,MCNNEWS.ID
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ciamis terus mengintensifkan langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan edukatif yang menyasar pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum di wilayah Ciamis. Senin (02/03/2026)
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan penyuluhan yang menitikberatkan pada peningkatan pemahaman, bukan sekadar sosialisasi formal.
Dalam setiap kegiatan, BNN Ciamis memberikan edukasi komprehensif mengenai bahaya narkotika dari berbagai aspek, mulai dari kesehatan, hukum, sosial, hingga dampak ekonomi.
Pihak BNN menjelaskan bahwa pendekatan edukatif dipilih agar generasi muda mampu memahami risiko penyalahgunaan narkotika secara rasional dan tidak merasa ditakut-takuti.
“Kami lebih fokus pada penyuluhan yang bersifat edukatif. Pelajar dan mahasiswa diberikan pemahaman mengenai apa itu narkotika, bagaimana bentuk penyalahgunaannya, serta dampak nyata yang ditimbulkan. Kami tidak menggunakan pendekatan ancaman, tetapi memberikan contoh kasus dan fakta agar mereka mampu mengolah informasi secara mandiri,” jelas perwakilan BNN Ciamis.
Selain penyuluhan langsung, BNN Ciamis juga menyoroti tantangan baru berupa maraknya peredaran narkotika melalui media digital. Kemudahan akses informasi dan transaksi melalui platform digital dinilai menjadi celah yang harus diantisipasi dengan penguatan literasi digital di kalangan generasi muda.
Baca juga : Digitalisasi zakat upz se ciamis
BNN menekankan pentingnya pembentukan kesadaran diri pada pelajar dan mahasiswa agar memiliki tujuan hidup yang jelas sehingga mampu memilah informasi maupun pengaruh negatif di lingkungan digital.
“Digitalisasi memiliki dua sisi. Di satu sisi memudahkan akses informasi, namun di sisi lain membuka peluang penyalahgunaan. Karena itu, kami mendorong generasi muda untuk memiliki tujuan hidup yang kuat agar mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh,” tambahnya.
Terkait data penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa, BNN Ciamis menyebutkan bahwa kasus tetap ada setiap tahunnya, meskipun jumlahnya relatif kecil dibandingkan daerah perkotaan besar. Namun demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian serius.
“Walaupun jumlahnya tidak besar, setiap kasus tetap menjadi prioritas kami. Sedikit pun tidak bisa diabaikan. Kerawanan tetap ada, terutama di wilayah dengan mobilitas pendatang tinggi dan banyak tempat aktivitas hiburan,” ungkapnya.
BNN Ciamis juga menegaskan bahwa pendekatan pembinaan lebih diutamakan dibandingkan pemberian stigma kepada pelajar atau mahasiswa yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkotika.
Pendekatan dilakukan secara personal dengan mempertimbangkan faktor lingkungan maupun pengaruh pihak lain.
Melalui strategi edukasi berkelanjutan, BNN Ciamis berharap generasi muda mampu memperkuat ketahanan diri serta memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mendukung pencapaian prestasi dan masa depan yang lebih baik.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook





















