MCN News.id – Jalan hidup setiap orang tidak pernah bisa ditebak. Ada yang berjalan mulus, ada pula yang penuh liku. Begitu pula perjalanan hidup H. Maman, pengusaha sukses di bidang besi dan baja yang kini dikenal sebagai pendiri dan pemilik jaringan Mega Baja.
Lahir dari keluarga petani sederhana di Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, pada Juni 1967, H. Maman membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan doa dapat mengubah nasib.
Awal Mula Perjalanan Usaha
Sejak kecil, jiwa wirausaha sudah tertanam dalam dirinya. Saat duduk di bangku SD kelas 3, ia sudah berjualan es. Sepulang sekolah, ia membantu memelihara kambing. Bukan karena terdesak ekonomi, melainkan karena rasa ingin berusaha yang sudah tumbuh sejak dini.
Baginya, kemiskinan bukan alasan untuk menyerah. Ia percaya suatu hari akan meraih keberhasilan.
Saat SMP, untuk membiayai sekolah, H. Maman menjual semua kambing yang ia pelihara. Ia juga bekerja memanjat pohon kelapa milik tetangga setiap Minggu, lalu menjual kelapa ke pabrik dodol di Garut dan pasar-pasar di Subang. Kesibukan ini bahkan membuatnya sering absen di sekolah setiap Sabtu.
Rintangan dan Keberanian Mengambil Risiko
Setelah lulus SMP, ia fokus menjadi bandar kelapa. Namun pada 1983, ia mengalami kerugian besar hingga berutang Rp3 juta. Pantang menyerah, ia merantau ke Karawang dan berjualan kerupuk hingga utangnya lunas.
Dari hasil tersebut, ia mencoba usaha kelontongan di Kawali sambil bekerja sebagai kernet angkutan umum selama 4 tahun.
Pada 1990, ia menikah dengan Wiwin Winarni, lalu hijrah ke Jakarta. Di ibu kota, ia bekerja di bengkel las pagar, sementara istrinya berjualan kelontongan. Tiga tahun kemudian, dengan modal Rp10 juta, ia mendirikan bengkel las sendiri bernama Fitrah Jaya Steel.
Lahirnya Mega Baja
Tahun 2002 menjadi titik penting perjalanan bisnisnya. Dengan modal Rp200 juta, ia membuka toko besi bernama Mega Baja. Setahun kemudian, ia menghentikan usaha bengkel las untuk fokus mengembangkan Mega Baja.
Pada 2004, ia memperluas usaha dengan membuka toko gorden Mega Interior. Dua tahun setelahnya, Mega Baja berkembang menjadi supplier besi dan baja ke berbagai provinsi, seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung.
Kini, H. Maman mengelola lebih dari 100 toko besi, 10 toko interior, dan 1 toko stainless steel, serta memiliki 50 rekanan toko besi yang menggunakan nama Mega Baja.
Kontribusi untuk Kampung Halaman
Tidak melupakan tanah kelahirannya, pada 2007 ia membangun Taman Wisata Alam Icakan di Desa Sukamulya dengan luas 12,8 hektare untuk tahap pertama dan 37 hektare pada tahap kedua. Tujuannya sederhana: membangun perekonomian desa dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Meski sejak 2018 taman wisata tersebut dialihfungsikan menjadi pondok pesantren, semangat membangun kampung tetap ia pegang teguh.
Prinsip Hidup dan Filosofi Sukses
Menurut H. Maman, sukses tidak hanya tentang kemewahan, tetapi tentang keberhasilan mengembangkan usaha dan memberi manfaat bagi orang lain. Bukti sukses H. Maman juga telah mendidik banyak pengusaha-pengusaha sukses setelahnya di antaranya pemilik MCN Group yang tadinya merupakan karyawan beliau. Ia meyakini persaingan adalah motivasi, bukan hambatan. Baginya, “Sukses adalah kebahagiaan, dan kebahagiaan itu indah.”
Tips Usaha dari H. Maman
-
Miliki jiwa legowo, terbuka terhadap kritik dan saran.
-
Jadikan persaingan sebagai motivasi.
-
Perbanyak silaturahmi dan studi banding.
-
Ikuti seminar untuk menambah wawasan.
-
Belajar dari kegagalan dan akui kekurangan.
-
Hindari pikiran negatif, iri hati, dan dengki.
-
Jalankan usaha bersama, bukan saling menarik atau menjatuhkan.
























Komentar 2