CIAMIS, MCNNEWS.ID
Lapas. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis terus memperkuat upaya pembinaan warga binaan dengan menggandeng Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis serta Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Ciamis.
Kolaborasi strategis ini resmi ditandai melalui penandatanganan perjanjian kerja sama pada Senin (13/04/2026), sebagai langkah nyata dalam mendorong kemandirian dan reintegrasi sosial para warga binaan.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pembinaan selama masa pidana, tetapi juga menitikberatkan pada kesiapan warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu menjawab tantangan besar yang selama ini dihadapi para mantan narapidana, terutama terkait stigma negatif dan keterbatasan akses ekonomi.
Baca juga : heboh prestasi bocah asal ciamis suci nurani
Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Suprianto, menegaskan bahwa sinergi ini menjadi angin segar dalam upaya pembinaan berkelanjutan. Ia mengakui bahwa selama ini masih sangat sedikit pihak yang bersedia menerima mantan warga binaan setelah mereka bebas.
“Selama ini, mantan narapidana seringkali menghadapi penolakan sosial. Padahal, mereka juga membutuhkan kesempatan untuk memperbaiki hidup dan berkontribusi kembali di masyarakat,” ujar Suprianto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui kerja sama ini, pihaknya optimistis warga binaan akan memiliki bekal keterampilan yang memadai. Tidak hanya itu, mereka juga didorong untuk mampu menciptakan peluang usaha mandiri sehingga dapat memperoleh penghasilan yang layak.

“Dengan pembinaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, kami yakin mereka bisa bangkit, mandiri, dan tidak kembali melakukan kesalahan yang sama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, Mochamad Isa Nuralamsyah, menegaskan bahwa keterlibatan organisasinya didasari oleh nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Ia menilai bahwa stigma negatif terhadap mantan narapidana harus segera dihapus.
“Selama ini, mereka kerap dicap buruk tanpa diberi ruang untuk berubah. Padahal, setiap manusia memiliki kesempatan kedua. Kami hadir untuk membuka peluang tersebut,” ungkap Isa.
Ia juga menambahkan bahwa jaringan Pemuda Muhammadiyah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis siap menjadi wadah pembinaan lanjutan. Dengan dukungan tersebut, proses reintegrasi sosial diharapkan dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan.
Baca juga : persiapan pemberangkatan haji 2026
Di sisi lain, Ketua Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Ciamis, Mohamad Ijudin, menekankan pentingnya kesinambungan program pembinaan. Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti ketika warga binaan keluar dari lapas.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tanggung jawab bersama. Kita harus memastikan mereka mendapatkan kesempatan hidup yang layak tanpa diskriminasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan dalam proses reintegrasi sosial sangat kompleks, mencakup aspek mental, psikologis, hingga penerimaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkesinambungan.
“Setiap orang memiliki masa lalu, tetapi juga berhak atas masa depan. Tugas kita adalah membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Kelas IIB Ciamis bersama Pemuda Muhammadiyah dan FKB berharap dapat menciptakan sistem pembinaan terpadu yang tidak hanya efektif di dalam lapas, tetapi juga berlanjut setelah warga binaan kembali ke masyarakat. Selain itu, kerja sama ini juga menjadi sarana edukasi publik agar lebih terbuka dan menghapus stigma terhadap mantan narapidana.
Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak mantan warga binaan yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Dengan dukungan semua pihak, mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan kedua, tetapi juga masa depan yang lebih baik.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook





















