Rabu, April 29, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berita
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Welas Asih dan Al-Ihsan: Bukan Kata Asli Indonesia?

shanny ratman Oleh shanny ratman
05/07/2025
in Pendidikan
Waktu Membaca:4 menit membaca
A A
0
0
Dibagikan
4
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

mcnnews.id, BANDUNG – Belakangan dunia maya Tanah Air diramaikan dengan polah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengganti nama RS Al-Ihsan di Kabupaten Bandung menjadi RSUD Welas Asih. Alasan Dedi, ia ingin nama yang lebih dekat dengan “kearifan lokal Sunda”.

Meski sebenarnya, kata “Welas Asih” sedianya bukan sepenuhnya asli dari Sunda. Kata “Āśīḥ” alias “आशी:” sedianya adalah kosakata Sansekerta. Merujuk kamus yang disusun Ram Narain Lal pada 1936, kata itu bisa berarti “permintaan perlindungan kepada dewa-dewi”, juga berarti “pemberkatan”. Sedangkan merujuk kamus Bahasa Sansekerta HH Wilson (1832) serta Monier Williams (1872), kata itu bisa berarti “mengharapkan atau melimpahkan berkah.”

Di media sosial, upaya Pemprov Jabar ini kemudian ditingkahi beragam. Sampai-sampai muncul tudingan de-Islamisasi dan de-Arabisasi. Jikalaupun ada niatan seperti itu, ini upaya yang tergolong berat. Karena jika dihitung-hitung, Bahasa Indonesia memang seperti itu. Ia banyak sekali dipengaruhi kata-kata asing.

Jamak diyakini bahwa Bahasa Indonesia datang dari

lingua franca

yang marak dipakai para pedagang di Nusantara sejak lama. Ia disebut berakar dari bahasa Melayu yang dicakapkan di wilayah Riau-Lingga dan Johor.

Berita Terkait

Gelar Karya

Gelar Karya 2026 SMPN 2 Ciamis, Sekda Ciamis Dorong Kreativitas dan Pelestarian Budaya

22/04/2026
UKM

UKM Kultus Sinema INU Ciamis Gelar Bedah Buku, Bangun Tradisi Literasi Mahasiswa

20/04/2026
Suasana hangat

Suasana Hangat Halal Bihalal Alumni SMPN 2 Ciamis, Dari Silaturahmi Lahir Komitmen untuk Pendidikan

13/04/2026
lomba keagamaan anak

Lomba Keagamaan Anak Antar-TPQ Digelar Mahasiswa KKN Unigal di Sidanegara

05/03/2026

Awalnya, menurut kritikus sastra sekaligus Indonesianis Andries Teeuw, bahasa Melayu Kuno muncul selambatnya pada abad ke-7 Masehi. Bahkan saat itu, bentuk kuno Melayu sudah mulai meminjam kata dan istilah dari bahasa Jawa Kuno dan Batak Kuno. Ini nantinya akan jadi dasar fleksibilitas bahasa yang kini digunakan di Nusantara.

Pengunjung melihat koleksi pameran Abhinaya Karya 2022, Jejak Pengetahuan Nusantara di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, Kamis (29/9/2022). – (https://mcnnews.id/Wihdan Hidayat)

Bahasa Sansekerta yang datang bersamaan masuknya agama Hindu-Buddha juga mulai menyumbangkan kosakata untuk bahasa Melayu Kuno tersebut. Dalam prasasti yang dibuat untuk Raja Adityawarman kira-kira pada 1356 dan ditemukan di Sumatra Barat, Bahasa Melayu kala itu sudah dipenuhi kosakata pinjaman dari Bahasa Sansekerta.

ADVERTISEMENT

Gambaran paling gamblang dari pengaruh ini bisa dilihat dari bagaimana orang-orang Nusantara menyebut benda besar di langit yang bersinar pada siang hari. Tak ada kata Melayu Kuno yang bertahan untuk menyebut benda itu. Yang dipakai adalah kata “matahari” (dari matanya “Hari” yang merupakan nama lain Dewa Wisnu); kemudian “Surya” dan “Baskara”, keduanya juga nama dewa Hindu.

ADVERTISEMENT

Evolusi besar selanjutnya pada bahasa Melayu Kuno tersebut kemudian terjadi bersamaan dengan kedatangan Islam ke Nusantara pada abad ke-13 sampai abad ke-14. Dalam puisi yang bertanggal pada 1390 dari Samudera Pasai di Aceh, meski masih menggunakan aksara Sansekerta, kata-kata Arab dan ide-ide dari agama Islam sudah ditemukan. Pada akhir abad yang sama, Kesultanan Trengganu sudah menggunakan aksara Arab untuk menulis. Keduanya adalah kesultanan Islam dan menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa sastrawi.

ADVERTISEMENT

Sejak itulah kira-kira Bahasa Melayu mulai diperkaya dengan ribuan lema dari Bahasa Arab. Tambahan kosakata dari Bahasa Arab ini nantinya menyamai, bahkan melampaui pinjaman dari Sansekerta.

Ada sejumlah teori soal bagaimana Bahasa Arab kemudian menyesap dalam Bahasa Melayu. Diplomat cum sarjana Nikolaos van Dam merangkum bahwa teori yang lebih jamak adalah bahwa Bahasa Arab masuk bersama para pedagang, baik dari Hadramaut maupun dari India. Namun, kata dia, pengaruh yang lebih besar adalah dari para ulama. Hal ini karena hanya sedikit saja Bahasa Arab cakapan yang disadur dalam Bahasa Melayu ketimbang Bahasa Arab Klasik alias bahasa kitab. Kata-kata seperti “perlu” yang asalnya dari “fard”, kemudian “adil”, lalu “musyawarah”, “ikhlas”, “akhlak”, “adab”, seluruhnya adalah istilah keagamaan.

Petugas museum memeriksa naskah kuno arab pegon di Museum Sribaduga, Kota Bandung. – (Septianjar Muharam/https://mcnnews.id)

Bahasa Melayu yang sudah diperkaya dengan Bahasa Arab ini jugalah kemudian yang jadi “lingua franca” dari para ulama Nusantara. Indonesianis Michael Laffan menuliskan dalam bukunya Ummah Below the Wind bahwa jaringan ulama Nusantara yang dipukul rata dengan istilah “Jawi”, juga menulis dan mengajar dengan Bahasa Melayu, dan membantu penyebarannya sampai ke selatan Thailand.

Penggunaan Bahasa Melayu untuk menerjemahkan kitab-kitab Arab pada abad ke-16 dan abad ke-17, kata Andries Teeuw, kemudian mempercabangkan Bahasa Melayu sastrawi alias Melayu Tinggi dan bahasa pasar alias Melayu Rendah atau Melayu Pasar. Bahasa Melayu sastrawi tersebut yang kemudian marak di wilayah Riau-Lingga dan Johor, yang diklaim jadi dasar Bahasa Indonesia. Percabangan tersebut punya dampak panjang pada Bahasa Indonesia. Saat ini, kebanyakan orang Indonesia berbicara sehari-hari agak berbeda dengan bahasa baku yang “baik dan benar” yang dipakai dalam tulisan (seperti artikel ini) atau acara kenegaraan.

Sejak awal abad ke-16, datang juga sejumlah negara Eropa yang kemudian menjajah Nusantara. Mulai dari Portugis, Belanda, Inggris. Ini juga pada akhirnya menyumbang lagi kosakata pada lingua franca yang dicakapkan orang-orang Nusantara. Kata “boneka”, “meja”, “kemeja”, “sepatu”, “kantor”, “pabrik”; misalnya, semuanya aslinya dibawa kolonial.

Sejarah kemudian mencatat, pada 1928 pemuda-pemuda nasionalis memutuskan lingua franca yang akarnya dari Melayu Riau itu kemudian akan jadi bahasa negara yang mereka bayangkan akan bernama Indonesia. Kata “Bahasa Indonesia” itu sendiri digagas M Tabrani pada Kongres Pemuda I pada 1926.

Koran-koran nasionalis bertekad menggunakan bahasa itu ketimbang Bahasa Belanda. Persoalannya, bahasa tersebut kekurangan kata-kata untuk menjelaskan ide-ide kompleks. Menurut James Neill Sneddon yang menuliskan sejarah Bahasa Indonesia, para jurnalis kemudian secara mandiri membawa lema-lema baru, kebanyakan saduran dari bahasa asing.

Menjelang kemerdekaan, kekurangan kosakata “orisinil” itu coba ditangani. Pada 1942 Jepang merestui didirikannya Komisi Bahasa untuk menambah lema bahasa baru tersebut. Soewandi, Sutan Takdir Alisjahbana, juga Sukarno-Hatta masuk komisi itu.

Sekitar 7.000 lema baru berhasil digali dari khazanah bahasa-bahasa Nusantara untuk menambal kekurangan kosa-kata. Namun, hanya sedikit saja yang berhasil jadi jamak digunakan. “Mesin” dari kata Yunani “machina” tak berhasil digantikan dengan “jantera”, yang aslinya juga dari India. Kata “ketua negara” untuk menggantikan “presiden” juga hilang entah kemana.

Tags: agamabudayapemerintahpolitikpolitik dan pemerintahan
Berita Sebelumnya

Ajak Turis Menanam Kopi, Resor di Danau Toba Hadirkan Pengalaman Unik

Berita Berikutnya

Roy Suryo Siap Hadapi Gelar Perkara Ijazah Jokowi Palsu Pekan Depan

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis. Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini. Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Berita Terkait

Gelar Karya

Gelar Karya 2026 SMPN 2 Ciamis, Sekda Ciamis Dorong Kreativitas dan Pelestarian Budaya

22/04/2026
UKM

UKM Kultus Sinema INU Ciamis Gelar Bedah Buku, Bangun Tradisi Literasi Mahasiswa

20/04/2026
Suasana hangat

Suasana Hangat Halal Bihalal Alumni SMPN 2 Ciamis, Dari Silaturahmi Lahir Komitmen untuk Pendidikan

13/04/2026
lomba keagamaan anak

Lomba Keagamaan Anak Antar-TPQ Digelar Mahasiswa KKN Unigal di Sidanegara

05/03/2026
STIKes Muhammadiyah Ciamis

Menuju Babak Baru Pendidikan Tinggi

04/03/2026
digitalisasi pembelajaran

Digitalisasi Pembelajaran Makin Kuat, 99,9 Persen Sekolah di Kabupaten Ciamis Terima Program TV Digital

02/03/2026
Berita Berikutnya
Roy Suryo Siap Hadapi Gelar Perkara Ijazah Jokowi Palsu Pekan Depan

Roy Suryo Siap Hadapi Gelar Perkara Ijazah Jokowi Palsu Pekan Depan

Jadwal & Prediksi Skor Persib Bandung vs Port FC di Piala Presiden 2025 Hari Ini

Jadwal & Prediksi Skor Persib Bandung vs Port FC di Piala Presiden 2025 Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

IKUTI KAMI

  • 5k Fans
  • 2k Followers
  • 3.6k Followers
  • 62.5k Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
Dapur MBG

Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

01/04/2026
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
Borneo FC

Borneo FC Kudeta Persib Bandung di Puncak Klasemen BRI Super League 2025/2026, Persaingan Juara Kian Memanas

29/04/2026
Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti Masuk Bank BJB, Targetkan Ambil Alih Pasar Pinjol di Jawa Barat

29/04/2026
Ciamis menjadi tuan rumah Dialog Perunggasan Nasional 2026

Ciamis Jadi Tuan Rumah Dialog Perunggasan Nasional 2026, Bahas Masa Depan Peternak Unggas

28/04/2026
Profil Green SM

Profil Green SM, Taksi Listrik Asal Vietnam yang Jadi Sorotan Pasca Insiden KA di Bekasi Timur

28/04/2026

BERITA TERBARU

Borneo FC

Borneo FC Kudeta Persib Bandung di Puncak Klasemen BRI Super League 2025/2026, Persaingan Juara Kian Memanas

29/04/2026
Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti Masuk Bank BJB, Targetkan Ambil Alih Pasar Pinjol di Jawa Barat

29/04/2026
Ciamis menjadi tuan rumah Dialog Perunggasan Nasional 2026

Ciamis Jadi Tuan Rumah Dialog Perunggasan Nasional 2026, Bahas Masa Depan Peternak Unggas

28/04/2026
Profil Green SM

Profil Green SM, Taksi Listrik Asal Vietnam yang Jadi Sorotan Pasca Insiden KA di Bekasi Timur

28/04/2026

BERITA TERPOPULER

  • data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

Media Berita

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 838-7470-5999
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service