MCNNEWS.ID – CIAMIS
Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) menegaskan sikap politiknya dalam momentum Hari Tani Nasional. Dengan suara lantang, POPMASEPI menyatakan bahwa perjuangan petani adalah perjuangan bersama dan penangkapan Khariq Anhar beserta kawan-kawan merupakan luka kolektif gerakan mahasiswa.
POPMASEPI menyoroti semakin sempitnya ruang hidup petani akibat liberalisasi pangan, impor yang merajalela, dan monopoli korporasi agribisnis. Mereka menegaskan tidak akan tunduk pada kebijakan timpang yang hanya menguntungkan segelintir elit ekonomi.
“Kedaulatan pangan adalah syarat mutlak bagi kedaulatan bangsa. Tanpa itu, rakyat akan terus menjadi korban,” tegas POPMASEPI dalam naskah deklarasinya.
Sebagai bentuk solidaritas, POPMASEPI menyatakan berdiri tegak bersama Khariq Anhar dan kawan-kawan lain yang ditangkap karena keberpihakannya pada rakyat. Solidaritas itu ditegaskan bukan sekadar ungkapan, melainkan tekad melawan segala bentuk ketidakadilan.

Dalam deklarasinya, POPMASEPI menyampaikan tiga poin sikap:
- Menolak segala bentuk penindasan terhadap petani, baik berupa kriminalisasi, penggusuran, maupun kebijakan impor yang mematikan produksi dalam negeri.
- Menuntut Kepolisian Republik Indonesia membebaskan Khariq Anhar dan kawan-kawan tanpa syarat, sebagai penghormatan terhadap kebebasan akademik dan hak warga negara untuk bersuara.
- Menyatakan solidaritas penuh kepada Khariq Anhar dan kawan-kawan sebagai simbol keberanian mahasiswa dalam membela hak-hak rakyat.
POPMASEPI juga menegaskan bahwa jika tuntutan ini diabaikan, mereka siap menambah gelombang pergerakan yang lebih besar.
“Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, serta keyakinan akan kebenaran perjuangan rakyat, kami mengucapkan sumpah persatuan ini,” tutup deklarasi tersebut.























