Kota Tasikmalaya MCNNEWS.ID – Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Soekardjo Tasikmalaya, Jawab Barat (Jabar), dituding pelayanan yang buruk dan kurang profesional hingga pasien inisial AP (58) warga Kecamatan Cipides, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia setelah dirawat 3 hari di RSUD tersebut.
Portal media online tersebut memicu tudingan itu melalui berita yang tayang pada Kamis (6/11/2025) berjudul ‘Kualitas Layanan RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya Dipertanyakan, Keluarga Pasien Keluhkan Penanganan dan Komunikasi’.
Media tersebut memaparkan bahwa kondisi pasien terus menurun setelah dipindahkan ke kamar inap, sementara dokter belum menjelaskan hasil diagnosa kepada keluarga pasien.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, pasien mengeluhkan bibir membengkak, napas sesak, sakit perut, serta pembengkakan pada tangan dan kakinya.
Istri pasien juga menduga bahwa pelayanan kurang maksimal terhadap almarhum suaminya terjadi karena ia menggunakan BPJS KIS.
Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Soekarjdo Titie Purwaningsari memberikan penjelasan terhadap media MCN NEWS.ID Kamis, (13/11/2025) bahwa pasien menderita penyakit komplikasi.
“saya tidak bisa menjelaskan secara gamblang namun hasil diagnosa menunjukkan pasien memiliki beberapa penyakit atau komplikasi tapi dokter juga sudah berupaya memberikan pertolongan dengan maksimal selama pasien beberapa hari disini sebelum meninggal”jelasnya
Titie juga membantah bahwa pasien memburuk setelah dipindahkan ke ruang inap.
“Pasca datang pertama kali masuk ke ruang IGD juga pasien sudah menderita keluhan tersebut sehingga di tangangi di diruang IGD lalu setelah itu pasien di masukan keruangan khusus di aster karna sikon pasien tersebut selalu tidak stabil kadang membaik tiba tiba drop lagi.”bantahnya
Titie juga menyayangkan terhadap keluarga pasien yang tidak mengeluhkan ke manajemen Rumah Sakit langsung malah mengadukan terhadap wartawan.
“mungkin pasien bisa mengadukan langsung di ruang aduan, dan tanpa perantara orang lain harus langsung oleh keluarga pasien dan mungkin juga bisa mengeluhkan secara tertulis dan nanti akan di respon oleh pihak kami.”paparnya
Di tempat yang sama Kepala Bidang Pelayanan (Kabid) Dr. Elida sampaikan pihak RS sudah Menangani pasien sesuai SOP.
“Kami melakukan tindakan sudah sesuai SOP dari IGD ke kamar inap karena pasca di pindahkan tersebut kondisi pasien sudah stabil mungkin karena kondisi penyakitnya paru paru yang kadang stabil kadang tidak tapi sekali lagi kami sudah melakukan sesuai SOP karena di IGD sendiri tidak melebihi 6 jam sehingga dipindahkan ke ruang inap.”ungkapnya
Pihaknya juga sampaikan sangat terbuka terhadap keluarga pasien bilamana masih ada yang mesti diluruskan
“Kalau pihak keluarga mau penjelasan kami sangat terbuka namun kalau kita harus menyambangi ke kediamannya kami tidak bisa karena tidak ada programnya terkecuali pihak keluarga bersurat kalau secara lisan sajah keluarga pasien pengen disambangi kami tidak bisa”paparnya
Ia juga sampaikan permohonan maaf terhadap keluarga pasien kalau ada unsur ketidak puasan atas pelayanan yang diberikan
“Kalau pelayanan kami masih kurang maksimal kami memohon maaf yang sebesar besarnya, mungkin ini juga akan menjadi evaluasi bagi kami kedepannya untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal lagi.”tutupnya
Reporter Robi Darwis























