Jumat, April 17, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berita
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
ADVERTISEMENT
Home Ramadhan Series

Mengapa NU dan Muhammadiyah Sering Berbeda Menentukan Awal Ramadhan?

shanny ratman Oleh shanny ratman
19/02/2026
in Ramadhan Series
Waktu Membaca:3 menit membaca
A A
0
0
Dibagikan
0
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

Pendahuluan

Setiap menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Indonesia kembali dihadapkan pada satu fenomena yang hampir selalu berulang: perbedaan penetapan awal puasa antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Situasi ini kerap memunculkan pertanyaan di ruang publik, mulai dari alasan perbedaan hingga dampaknya terhadap umat Islam di Indonesia.

Namun demikian, perbedaan tersebut bukanlah hal baru. Sebaliknya, perbedaan ini lahir dari pendekatan ilmiah dan metodologis yang telah lama dianut oleh masing-masing organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Oleh karena itu, memahami akar perbedaan ini menjadi penting agar masyarakat tidak lagi melihatnya sebagai bentuk perpecahan, melainkan sebagai kekayaan khazanah keilmuan Islam.

Dua Metode, Satu Tujuan

Pada dasarnya, NU dan Muhammadiyah memiliki tujuan yang sama, yakni menentukan awal Ramadhan secara sah menurut syariat Islam. Meski begitu, keduanya menempuh jalan yang berbeda dalam mencapai tujuan tersebut.

NU secara konsisten menggunakan metode rukyat hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap bulan sabit muda di ufuk barat saat matahari terbenam pada tanggal 29 Sya’ban. Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Ramadhan. Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat, bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari.

Berita Terkait

menu khas lebaran

Menu yang Menjadi Ciri Khas Selama Lebaran, Tradisi Kuliner yang Selalu Dinanti

21/03/2026
Kuliner Khas Lebaran yang Selalu Dinanti Masyarakat Indonesia

Kuliner Khas Lebaran yang Selalu Dinanti Masyarakat Indonesia

21/03/2026
Lebaran Belum Terasa Tanpa

Lebaran Belum Terasa Tanpa Ketupat sebagai Menu Utama di Hari Raya Idul Fitri

20/03/2026
ucapan Idul Fitri

100 Ucapan Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026, Lengkap dari Formal hingga Gaya Gen Z

18/03/2026
ADVERTISEMENT

Baca juga : Apa itu Hisab dan Rukyat

Sementara itu, Muhammadiyah mengandalkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Dengan metode ini, Muhammadiyah menetapkan awal bulan hijriah berdasarkan perhitungan astronomi yang presisi. Selama secara hisab hilal sudah wujud—yakni bulan telah berada di atas ufuk setelah ijtimak—maka awal Ramadhan ditetapkan, tanpa harus menunggu hasil pengamatan langsung.

Rukyat NU: Menjaga Tradisi dan Hadis

NU berpegang teguh pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal.” Atas dasar ini, NU memandang rukyat sebagai bentuk implementasi langsung dari perintah Rasulullah.

ADVERTISEMENT

Selain itu, NU menilai bahwa rukyat memiliki nilai sosial dan spiritual yang kuat. Proses rukyat melibatkan banyak pihak, mulai dari ulama, ahli falak, hingga masyarakat umum. Dengan demikian, penetapan awal Ramadhan tidak hanya bersifat ilmiah, tetapi juga partisipatif.

Meski demikian, NU tidak menafikan peran hisab. Sebaliknya, NU menggunakan hisab sebagai alat bantu untuk menentukan kemungkinan terlihatnya hilal. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil rukyat di lapangan yang kemudian dibahas dalam Sidang Isbat bersama pemerintah.

Hisab Muhammadiyah: Kepastian Ilmiah dan Konsistensi

Di sisi lain, Muhammadiyah memandang hisab sebagai metode yang memberikan kepastian ilmiah dan konsistensi kalender. Dengan perhitungan astronomi modern, Muhammadiyah dapat menetapkan awal Ramadhan jauh hari sebelumnya, bahkan hingga beberapa tahun ke depan.

Pendekatan ini dinilai memberikan kemudahan bagi umat, terutama dalam perencanaan ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial. Selain itu, Muhammadiyah meyakini bahwa hisab merupakan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong umatnya untuk berpikir rasional dan ilmiah.

Oleh karena itu, Muhammadiyah tidak bergantung pada Sidang Isbat pemerintah. Meski demikian, organisasi ini tetap menghormati keputusan negara dan perbedaan yang terjadi di tengah masyarakat.

Peran Pemerintah dan Sidang Isbat

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, berperan sebagai penengah dengan menyelenggarakan Sidang Isbat. Sidang ini menggabungkan data hisab dan hasil rukyat dari berbagai titik di Indonesia.

Dalam praktiknya, keputusan pemerintah sering kali sejalan dengan metode rukyat yang dianut NU. Hal inilah yang kemudian menyebabkan perbedaan dengan Muhammadiyah semakin terlihat di ruang publik, terutama ketika hasil hisab Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan lebih dahulu.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, pemerintah secara konsisten mengajak masyarakat untuk saling menghormati perbedaan tersebut demi menjaga persatuan umat.

Bukan Perbedaan Akidah

Penting untuk ditegaskan bahwa perbedaan antara NU dan Muhammadiyah dalam menentukan awal Ramadhan tidak menyangkut akidah. Perbedaan ini murni bersifat fikih dan metodologis.

Para ulama sepakat bahwa kedua metode tersebut memiliki dasar yang kuat dalam Islam. Oleh sebab itu, umat Islam dibolehkan mengikuti salah satu pendapat yang diyakininya, selama dilandasi oleh pemahaman dan niat yang benar.

Selain itu, perbedaan ini juga mencerminkan dinamika intelektual dalam Islam yang telah berlangsung sejak berabad-abad lalu.

Dampak di Tengah Masyarakat

Di tengah masyarakat, perbedaan awal Ramadhan sering kali memunculkan kebingungan. Namun, seiring meningkatnya literasi keagamaan, masyarakat kini semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan tersebut.

Banyak keluarga bahkan mampu menjalani ibadah puasa dan Idul Fitri di tanggal yang berbeda tanpa konflik. Hal ini menunjukkan bahwa toleransi internal umat Islam di Indonesia terus berkembang.

Kesimpulan

Perbedaan penetapan awal Ramadhan antara NU dan Muhammadiyah merupakan konsekuensi dari perbedaan metode yang sama-sama memiliki dasar ilmiah dan syar’i. NU mengedepankan rukyat sebagai bentuk ketaatan terhadap hadis, sementara Muhammadiyah mengutamakan hisab demi kepastian dan konsistensi.

Alih-alih diperdebatkan secara emosional, perbedaan ini seharusnya dipahami sebagai kekayaan intelektual Islam Indonesia. Dengan saling menghormati, umat Islam dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan khusyuk tanpa kehilangan semangat persatuan.


Ikuti Ramadhan Series melalui Channel Whatsapp
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook


Tags: Awal PuasahisabIslam IndonesiaKalender HijriahMuhammadiyahNUPerbedaan MetodeRamadhanRukyat HilalSidang Isbat
Berita Sebelumnya

Berbagai Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadhan di Berbagai Daerah di Indonesia

Berita Berikutnya

Sejarah Ramadan dalam Islam

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis. Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini. Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Berita Terkait

menu khas lebaran

Menu yang Menjadi Ciri Khas Selama Lebaran, Tradisi Kuliner yang Selalu Dinanti

21/03/2026
Kuliner Khas Lebaran yang Selalu Dinanti Masyarakat Indonesia

Kuliner Khas Lebaran yang Selalu Dinanti Masyarakat Indonesia

21/03/2026
Lebaran Belum Terasa Tanpa

Lebaran Belum Terasa Tanpa Ketupat sebagai Menu Utama di Hari Raya Idul Fitri

20/03/2026
ucapan Idul Fitri

100 Ucapan Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026, Lengkap dari Formal hingga Gaya Gen Z

18/03/2026
Tradisi Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Tradisi Menyambut Hari Raya Idul Fitri

18/03/2026
Aksi drumben pemuda Dusun Bojonghuni

Aksi Drumben Pemuda Bojonghuni Meriahkan Sahur Warga Bojonghuni Maleber Ciamis

18/03/2026
Berita Berikutnya
Sejarah Ramadan dalam Islam

Sejarah Ramadan dalam Islam

Amalan Sunnah di Bulan Ramadan

Amalan Sunnah di Bulan Ramadan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

IKUTI KAMI

  • 5k Fans
  • 2k Followers
  • 3.6k Followers
  • 62.5k Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
Dapur MBG

Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

01/04/2026
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
Profil Desa Payungagung

Profil Desa Payungagung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

17/04/2026
Profil Desa Panumbangan

Profil Desa Panumbangan Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

17/04/2026
Profil Desa Medanglayang

Profil Desa Medanglayang Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

17/04/2026
Profil Desa Kertaraharja

Profil Desa Kertaraharja Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

17/04/2026

BERITA TERBARU

Profil Desa Payungagung

Profil Desa Payungagung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

17/04/2026
Profil Desa Panumbangan

Profil Desa Panumbangan Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

17/04/2026
Profil Desa Medanglayang

Profil Desa Medanglayang Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

17/04/2026
Profil Desa Kertaraharja

Profil Desa Kertaraharja Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

17/04/2026

BERITA TERPOPULER

  • data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

Media Berita

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 838-7470-5999
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service