Melalui acara Luminishan, ParagonCorp dan Wardah bekerja sama menyelenggarakan kegiatan
Pembuat Warisan tentang Wanita, Kesehatan, dan Masa Depan Umat
pada hari Sabtu (12/7/2025) di Sentral Senayan III, Jakarta Selatan.
Acara ini diselenggarakan untuk mempertemukan perempuan muslim dengan latar belakang sebagai pemimpin, ahli, dan tokoh berpengaruh dari berbagai sektor. Banyak ilmu yang dapat diperoleh melalui acara Luminishan.
Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai pentingnya
kesehatan mental perempuan
untuk membangun generasi yang kuat. Simak pembahasannya telah
Siapkan.
1. Kelelahan secara emosional, apa yang harus dilakukan agar tidak kehilangan identitas diri?
Saat seseorang merasa lelah secara emosional, penting untuk kembali mengenali jati diri, termasuk bakat dan potensi yang dimiliki. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengeksplorasi kemampuan diri dan mengembangkannya.
Ketika seseorang menyadari apa yang menjadi kelebihannya, ia bisa lebih fokus dan terarah dalam menjalani hidup, sehingga beban emosional pun perlahan dapat terangkat.
Harus diingat bahwa memanfaatkan potensi yang telah diberikan oleh Allah adalah bentuk usaha yang tidak sia-sia. Dengan niat yang baik dan langkah yang sungguh-sungguh, selalu akan ada pertolongan dari Allah.
“Kamu harus mencari bakat dan potensimu, lalu kembangkan. Dengan memanfaatkan apa yang diberikan, insyaAllah Allah akan membantu,” kata Sheikha Dr. Rania Awaad, MD, Profesor, Psikiatri di Universitas Stanford; Presiden Maristan.
2. Sekecil apapun aktivitas yang dilakukan, tidak ada yang sia-sia
Setiap hal yang kita lakukan dalam hidup, sekecil apa pun itu, memiliki nilai yang berarti jika dilakukan dengan niat dan pola pikir yang benar.
Tidak perlu menunggu momen besar atau pencapaian luar biasa, bahkan hal-hal sederhana seperti merapikan rumah, membantu orang lain, atau bekerja dengan jujur pun bisa menjadi jalan keberkahan.
Kunci utamanya terletak pada
pikiran
atau pola pikir. Ketika seseorang menjalani aktivitasnya dengan niat yang benar, pikiran yang baik, dan hati yang tulus, maka keberkahan akan menyertainya.
“Setiap aktivitas yang kamu lakukan, baik kecil maupun besar, adalah sebuah keberkahan. Jika kamu memiliki pola pikir yang tepat dan baik, insyaAllah apa yang kamu lakukan akan diberkahi oleh Allah,” kata dr. Sari Chairunnisa, VP of R&D dan Wakil CEO ParagonCorp.
3. Menjaga batasan yang sehat di tengah jadwal yang sibuk
Menjaga batasan emosional penting, bahkan di tengah jadwal yang sibuk. Salah satu cara adalah dengan menanamkan
pikiran
yang benar agar tubuh dan jiwa seimbang.
Dengan pola pikir yang tepat, kita dapat mengelola waktu dan menjaga keseimbangan antara ibadah, kesehatan fisik, dan rutinitas harian.
“Kita membutuhkan pola pikir yang benar agar tubuh kita juga benar. Misalnya, setelah shalat, mengapa tidak mengangkat beban selama 5 menit saja? Jadi shalat itu bisa menjadi batas, waktu yang tidak boleh diganggu, bahkan oleh seorang presiden pun,” ujar dr. Sari Chairunnisa.
Bagi sebagian ibu, memiliki waktu pribadi (
waktu saya
) terkadang terasa mustahil. Namun, dengan komunikasi yang baik dan kesepakatan bersama pasangan, waktu tersebut bisa tetap ada meskipun singkat. Pada dasarnya,
waktu saya
tidak harus lama, namun yang penting adalah bermakna.
“Saya bersyukur memiliki pasangan yang ingin berdiskusi tentang konsep waktu pribadi. Kami menormalisasi bahwa meskipun memiliki bayi, saya tetap memiliki waktu untuk diri sendiri,” lanjutnya.
Demikian pembahasan mengenai
kesehatan mental perempuan menjadi kunci masa depan umat
Bagaimana menurut pendapat Mama?
Ini Peran Kesehatan Mental dalam Program Kehamilan yang Sering Diabaikan
Apa Itu Orthorexia yang Mengganggu Kesehatan Mental? Jangan Abaikan Tanda Ini!
4 Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental Anak





















