MCNNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat, prevalensi balita stunting di Indramayu turun dari 18,4% menjadi 9,8% hanya dalam waktu satu tahun.
Penurunan signifikan ini mengantarkan Indramayu sebagai kabupaten dengan angka stunting terendah kedua di Jawa Barat.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi lintas sektor dan komitmen kuat Pemkab Indramayu dalam menjalankan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting secara terpadu.
Bupati Indramayu menegaskan komitmen lewat Wakil Bupati Syaefudin dalam Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting 2025 secara daring bersama TPPS Jawa Barat.
1. 8 Aksi Konvergensi
“Kabupaten Indramayu teguh berkomitmen melaksanakan 8 Aksi Konvergensi Stunting sebagai langkah nyata menurunkan prevalensi stunting. Dengan sinergi lintas sektor, peningkatan kualitas layanan, dan penguatan pemantauan, kami yakin target penurunan stunting dapat tercapai,” ujar Syaefudin.
Pemkab Indramayu mendukung keberhasilan ini dengan memberikan PMT bergizi, mendistribusikan tablet tambah darah untuk remaja dan calon pengantin, serta meningkatkan cakupan ASI eksklusif.
Intervensi sensitif meliputi akses air minum layak 86,2%, sanitasi layak 97,96%, pendampingan keluarga berisiko stunting, dan kampanye protein hewani melalui Gemarikan.
2. Kesehatan Masyarakat
Pemkab Indramayu tetapkan 15 desa prioritas stunting 2025, perkuat peran kader Posyandu, TPK, dan KPM. Total terdapat lebih dari 5.000 kader yang aktif dalam pencegahan stunting di desa dan kecamatan.
Dinkes Indramayu mencatat beberapa indikator utama melampaui target nasional, termasuk pelayanan KB pasca persalinan 96,35% (target 70%) dan desa/kelurahan bebas buang air besar sembarangan 100% (target 90%).
TPPS Jawa Barat mengapresiasi langkah Pemkab Indramayu dan berharap upaya ini terus ditingkatkan agar mencapai target zero stunting.
Kegiatan penilaian kinerja dihadiri pejabat utama Kabupaten Indramayu dan stakeholder Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). (Sandi)























