CIAMIS, mcnnews.id – KKN INU Ciamis 2025 resmi dimulai. Sebanyak 118 mahasiswa Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis dilepas langsung oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M. dan Rektor KH. Kusoy Fadilliah, MSL., Selasa (22/7/2025) di halaman Pendopo Kabupaten.
Acara pelepasan tersebut menandai dimulainya program Kuliah Kerja Nyata Integratif Kolaboratif (KKN-IK) Tahun Ajaran 2024/2025 yang akan berlangsung selama 40 hari, hingga 30 Agustus mendatang. Para peserta akan diterjunkan ke 12 kecamatan di wilayah Ciamis untuk menjalankan program berbasis pengabdian masyarakat.
1. Bupati Ciamis Apresiasi Komitmen INU
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan apresiasi kepada INU Ciamis dan PCNU atas kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai keagamaan.
“Mendirikan kampus itu tidak mudah, tapi berkat semangat kolektif, INU Ciamis telah hadir sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak insan berilmu dan berakhlak,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa membawa keteladanan di masyarakat, menjaga nama baik kampus dan Nahdlatul Ulama.
“Jangan menggurui masyarakat, tapi hadirkan sikap positif yang menginspirasi. Kalian adalah duta kampus keagamaan,” tegasnya.
2. KKN-IK Usung Moderasi dan Pemberdayaan
Rektor INU Ciamis, KH. Kusoy Fadilliah, menekankan bahwa KKN kali ini mengangkat tema besar “Pemberdayaan Potensi Desa, Pesantren, dan Penguatan Moderasi Beragama.”
“Program ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa akan belajar, berkontribusi, dan bertumbuh bersama warga desa,” jelas KH. Kusoy.
Sebanyak 12 dosen akan mendampingi mahasiswa yang ditempatkan di berbagai wilayah, seperti Cijeungjing, Sadananya, Rancah, Pamarican, Kawali, Cihaurbeuti, Cikoneng, hingga Lumbung. Berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan telah dipersiapkan sebagai wujud pengabdian mahasiswa.

3. Sinergi Kampus dan Masyarakat
KKN INU Ciamis bukan hanya sarana akademik, melainkan jembatan sinergi antara kampus, pesantren, dan desa. Rektor menyebut program ini sebagai wujud nyata peran mahasiswa dalam pembangunan berbasis nilai Islam dan kebangsaan.
“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membangun masyarakat tanpa kehilangan identitas keagamaannya,” kata Rektor.
Pihak kampus juga mengapresiasi dukungan dari seluruh perangkat desa, pengurus MWC NU, dan masyarakat yang turut menyukseskan program ini.























