Jakarta, mcnnews.id – Pemerintah bersama Dekranas dan Kementerian Perdagangan resmi membuka Gelar Batik Nusantara 2025 di Jakarta Convention Center, Rabu (30/7). Acara ini menjadi momen penting untuk merayakan batik sebagai gaya hidup dan mengukuhkannya sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia.
Dengan mengusung tema “Batik untuk Dunia, Batik untuk Semua”, gelaran ini menghadirkan ratusan stan dari pengrajin, UMKM, dan desainer nasional yang menampilkan ragam batik dari berbagai daerah di Indonesia.
1Batik Dikenalkan Lewat Gaya Hidup Modern
Gelar Batik Nusantara 2025 tidak hanya menampilkan kain batik dalam bentuk tradisional, tetapi juga menghadirkan batik dalam busana modern, aksesoris, dan produk gaya hidup lainnya. Para desainer muda memperlihatkan kreativitas mereka dalam memadukan motif klasik dengan sentuhan kekinian yang diminati generasi milenial dan Gen Z.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa batik harus terus dikenalkan dengan cara yang relevan. “Kita harus mendorong batik hadir dalam keseharian masyarakat, bukan hanya dipakai saat acara formal,” ujarnya saat membuka acara.
2Dukungan untuk UMKM dan Pengrajin Batik
Gelar Batik Nusantara 2025 juga menjadi ruang promosi strategis bagi pelaku UMKM batik lokal. Pemerintah menyediakan fasilitas pameran gratis, pelatihan, hingga akses pembiayaan bagi pengrajin yang ingin memperluas pasar ke level nasional maupun internasional.
Banyak pengrajin dari daerah seperti Pekalongan, Solo, Cirebon, dan Kalimantan Timur turut hadir untuk memperkenalkan keunikan corak dan filosofi batik daerahnya. Kolaborasi antara pengrajin dan desainer pun mendorong terciptanya produk batik yang berdaya saing tinggi.
Warisan Budaya yang Diakui Dunia
Sejak ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2009, batik semakin mendapat tempat istimewa di hati masyarakat global. Gelar Batik Nusantara menjadi bukti komitmen Indonesia dalam merawat dan mempromosikan batik sebagai identitas budaya yang tak lekang oleh zaman.
Acara ini juga diisi oleh berbagai kegiatan edukatif seperti workshop membatik, talkshow budaya, demo fashion, hingga seminar pelestarian kain tradisional.
3Ajakan untuk Generasi Muda Cintai Batik
Pemerintah dan penyelenggara berharap Gelar Batik Nusantara dapat menginspirasi generasi muda untuk mencintai batik, tidak hanya sebagai busana tetapi sebagai bagian dari jati diri bangsa.
Melalui pendekatan kreatif dan inovatif, batik kini hadir lebih dekat dengan masyarakat urban. Dari baju kerja, tas, hingga sneakers bercorak batik—semua menunjukkan bahwa batik mampu beradaptasi tanpa kehilangan makna budayanya.
4Kesimpulan
Gelar Batik Nusantara 2025 bukan sekadar pameran, melainkan wujud nyata pelestarian budaya yang diselaraskan dengan perkembangan zaman. Batik terus hidup, tumbuh, dan menjadi kebanggaan nasional yang bisa dikenakan siapa saja, kapan saja.






















