Pohon Ginkgo, Saksi Bisu Perjalanan Bumi
Jika berbicara tentang dinosaurus, yang terbayang pertama kali adalah makhluk besar yang sudah punah jutaan tahun lalu. Namun, ternyata ada juga “teman lama” mereka yang masih hidup hingga kini. Hanya saja, bukan berupa hewan, melainkan tumbuhan. Tumbuhan ini dikenal sebagai pohon ginkgo atau Ginkgo biloba. Dijuluki sebagai fosil hidup karena bentuknya hampir tidak berubah sejak jutaan tahun lalu. Berikut lima fakta menarik mengenai pohon ginkgo.
Sudah Ada Sejak Jutaan Tahun Lalu
Pohon ginkgo bukanlah tanaman biasa. Berdasarkan catatan fosil, spesies ini sudah ada sejak 200 juta tahun lalu, tepatnya di era Mesozoikum, saat dinosaurus masih berkeliaran di Bumi. Selama ratusan juta tahun, ginkgo mampu bertahan menghadapi perubahan iklim ekstrem, pergeseran benua, hingga kepunahan massal yang menghapus banyak spesies lainnya. Hal yang membuat ginkgo istimewa adalah bentuk dan struktur tubuhnya hampir tidak berubah sejak dulu. Daun berbentuk kipas yang khas bisa kamu temui baik pada fosil maupun pohon ginkgo yang hidup sekarang. Inilah alasan para ilmuwan menjulukinya sebagai living fossil.
Satu-satunya Spesies dalam Genusnya
Biasanya, satu genus tumbuhan memiliki banyak spesies. Namun, Ginkgo biloba adalah pengecualian. Ia adalah satu-satunya anggota dari genus Ginkgo yang masih hidup. Semua kerabat dekatnya sudah punah jutaan tahun lalu. Keunikan ini membuat ginkgo sangat istimewa dalam dunia botani. Para ahli bahkan menempatkannya dalam kelas tersendiri, terpisah dari tumbuhan berbiji lainnya. Dengan kata lain, pohon ini memiliki garis keturunan yang eksklusif dan berbeda dari tanaman modern lainnya.
Tumbuhan Berumah Dua
Ginkgo biloba termasuk tumbuhan berumah dua (dioecious), artinya ada pohon jantan dan betina yang terpisah. Pohon jantan menghasilkan serbuk sari, sedangkan pohon betina menghasilkan biji. Uniknya, pohon ginkgo betina mengeluarkan biji yang saat membusuk baunya seperti mentega tengik. Oleh karena itu, jika digunakan sebagai tanaman hias, orang biasanya lebih memilih pohon jantan agar tidak menimbulkan aroma mengganggu di halaman rumah.
Umur yang Sangat Panjang
Jika manusia memiliki usia rata-rata 60–80 tahun, maka umur pohon ginkgo bisa membuat kita terkejut. Pohon ini mampu hidup lebih dari 1.000 tahun, bahkan ada yang tercatat berusia lebih dari 3.500 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa ginkgo bisa hidup sangat lama karena tidak memiliki program kematian genetik seperti kebanyakan makhluk hidup. Sistem pertahanannya juga sangat kuat dan tidak melemah meskipun sudah berusia ratusan tahun. Bahkan, pohon ginkgo berusia 700 tahun tetap setangguh pohon berusia 20 tahun. Ginkgo biasanya mati bukan karena usia, tapi akibat faktor luar seperti kebakaran, banjir, atau hama. Jika semua gangguan itu dihilangkan dan kondisinya sempurna, secara teori ginkgo bisa hidup selamanya.
Terancam Punah di Alam Liar
Meskipun pohon ginkgo banyak dibudidayakan dan mudah ditemui di berbagai negara, populasi liarnya sangat langka. Pohon ini masuk ke dalam kategori terancam punah (endangered) menurut kriteria IUCN Red List. Bahkan, spesies tunggal ini mendapat prioritas konservasi tinggi. Hal ini karena secara genetis dan sejarah evolusi, ginkgo memiliki ciri yang sangat berbeda dari spesies lain. Kehilangan satu pohon ini berarti hilangnya cabang besar dalam pohon kehidupan Bumi.
Bagaimana, fakta-fakta dari pohon ginkgo ini keren kan? Pohon ginkgo adalah saksi bisu perjalanan panjang bumi dari zaman dinosaurus hingga era modern. Di tengah ancaman kepunahan, kehadiran ginkgo menjadi pengingat bahwa alam selalu punya cerita hebat untuk dijaga.























