CIAMIS, MCNNEWS.ID
Suasana pagi di kawasan Jembatan Cirahong tampak berbeda dari biasanya. Sejak matahari mulai menyinari aliran Sungai Citanduy, puluhan ASN Kecamatan Ciamis warga bersama komunitas lokal berkumpul untuk mengikuti kegiatan “Jumat Bersih” yang digelar pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin Camat Ciamis Iyus Sunardi dan didampingi dua kepala desa, yakni Kepala Desa Pawindan Ahmad Kartoyo dan Kepala Desa Panyingkiran H. Soleh.
Para ASN membaur bersama masyarakat Desa Pawindan dan Panyingkiran dan ditambah warga Desa Margaluyu Manonjaya Tasikmalaya.
Baca juga : bupati ciamis herdiat sunarya gaungkan pelayanan
Menurut Camat Ciamis Iyus Sunardi, kegiatan Jumat Bersih menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kelestarian salah satu ikon bersejarah di wilayah Ciamis tersebut. Diharapkan kegiatan ini menjadi kebiasaan baik masyarakat.
“Tak sekadar bersih tapi juga berkah. Apapun yang dilakukan masyarakat di sekitar Jembatan Cirahong hendaknya bisa mendatangkan keberkahan,” ujarnya.
Dengan membawa peralatan sederhana seperti sapu, karung, dan alat pemungut sampah, para peserta menyisir area jembatan hingga ke titik-titik yang sulit dijangkau.

Jembatan Cirahong yang dikenal sebagai peninggalan masa kolonial Belanda ini memang tak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan. Namun, meningkatnya aktivitas di sekitar jembatan kerap meninggalkan persoalan sampah yang perlu penanganan serius.
Kepala Desa Panyingkiran H. Soleh mengatakan, masyarakat Panyingkiran memohon secepatnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merealisasikan program destinasi wisata Jembatan Cirahong agar ekonomi masyarakat kembali pulih.
“Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kami dukung untuk menata Jembatan Cirahong. Kami menunggu solusi berikutnya pasca penertiban Jembatan Cirahong,” ujar H.Soleh.
Baca juga : bpr galuh ciamis meraih top bumd award2026
Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia Kabupaten Ciamis, Ahmad Himawan (Ahim) menambahkan, Jembatan Cirahong harus segera ditata ulang dan dibenahi pasca penertiban soal pungli.
“Kami menunggu kepastian regulasi dari PT KAI untuk pengelolaan aset seputar Jembatan Cirahong agar kami dari pihak Desa Pawindan bisa memanfaatkan untuk membangun ekosistem wisata di Jembatan Cirahong,” ujar Ahim..
Tokoh muda Panyingkiran, Engkon mengatakan, kegiatan Jumat Bersih sebaiknya bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat. “Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Ini warisan yang harus kita rawat bersama,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain membersihkan sampah plastik dan dedaunan, peserta juga melakukan penataan sederhana di beberapa titik agar terlihat lebih rapi dan nyaman. Beberapa relawan bahkan tampak mengedukasi pengunjung yang melintas untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga sekitar. Mereka berharap Jumat Bersih bisa terus dilakukan secara konsisten, bahkan melibatkan lebih banyak pihak seperti pelajar, komunitas, hingga instansi pemerintah.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak harus menunggu program besar. Dari langkah kecil seperti Jumat Bersih, dampak nyata sudah bisa dirasakan, terutama dalam menjaga keindahan dan kenyamanan ruang publik.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, Jembatan Cirahong diharapkan tetap menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus destinasi yang bersih, aman, dan layak dinikmati oleh generasi mendatang.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook




















