Rencana pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah Luar Biasa (SLB) ABC Muhammadiyah di Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menuai penolakan warga sekitar.
Warga menilai pembangunan di atas lahan milik desa itu terkesan dipaksakan karena tidak melalui musyawarah lingkungan. Mereka juga khawatir kehilangan lapangan yang selama ini dipakai anak-anak bermain dan warga menggelar kegiatan.
“Tidak ada rapat atau sosialisasi ke warga. Tiba-tiba ada rencana pembangunan,” kata Sri Lestari, warga RT 26, Sabtu (13/9/2025).
Hal senada disampaikan Sarbianto, warga RT 25. Ia menilai akses jalan rumahnya akan terdampak, namun tidak ada penjelasan dalam sosialisasi. “Kami kecewa karena tidak ada pemaparan materi maupun tanya jawab. Pembangunan ini terkesan dipaksakan,” ujarnya.
Kepala SLB ABC Muhammadiyah Banjarsari, Dadan Suwardana, mengaku pihaknya mendapat program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan. Lahan yang akan digunakan seluas 1.300 meter persegi, dengan rencana pembangunan sepuluh ruang kelas.
“Untuk akses jalan nanti akan dicarikan solusi terbaik. Detail pembangunan masih menunggu konsultan dari pusat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cibadak, Margo Suwono, menegaskan kontrak lahan dengan pihak yayasan belum resmi. Ia menyebut rencana ini sudah melalui kesepakatan perwakilan masyarakat dan tidak akan mengurangi arena bermain warga.
Namun sebagian warga tetap bersikeras menolak karena menilai aspirasi mereka belum dilibatkan dalam pengambilan keputusan.





















