CIAMIS, MCNNEWS.ID
Ajang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Ciamis 2026 resmi melahirkan sosok inspiratif yang siap membawa semangat literasi ke tengah masyarakat. Zuhrotul Laila Nabiha Ahmad berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis pada Senin, 27 April 2026.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting bagi mahasiswa Program Studi Perbankan dan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi itu. Tidak hanya membawa pulang gelar juara, Zuhrotul juga mengusung misi besar untuk memperkuat budaya literasi, khususnya literasi keuangan, di tengah masyarakat Kabupaten Ciamis.
Ajang pemilihan Duta Baca ini berlangsung kompetitif dengan melibatkan puluhan peserta yang telah melalui berbagai tahapan seleksi. Para finalis menampilkan kemampuan komunikasi, wawasan literasi, hingga gagasan inovatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Baca juga : ribuan warga memadati peringatan hari pers nasional di ciamis
Tampil Percaya Diri di Babak Final dengan Tema Literasi Keuangan
Pada babak final 20 besar, Zuhrotul Laila Nabiha Ahmad tampil meyakinkan dengan membawakan tema literasi keuangan. Ia memaparkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut Zuhrotul, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur uang, tetapi juga menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh berbagai modus kejahatan finansial yang marak terjadi.
Sebagai mahasiswa yang mendalami bidang perbankan dan keuangan, ia menilai bahwa masyarakat saat ini perlu memahami risiko dan manfaat penggunaan layanan keuangan digital. Kehadiran teknologi memang memberikan kemudahan transaksi, namun di sisi lain juga membuka celah terhadap penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Menjadi Duta Baca bukan sekadar mendapatkan gelar juara. Ini adalah amanah untuk ikut menggerakkan budaya membaca dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap literasi, termasuk literasi keuangan,” ujar Zuhrotul usai menerima penghargaan.
Ia menambahkan bahwa era digital telah mengubah pola transaksi masyarakat. Kini berbagai layanan pinjaman online, investasi digital, hingga transaksi berbasis aplikasi semakin mudah diakses. Namun, kemudahan tersebut harus dibarengi dengan pemahaman yang cukup agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan.
Literasi Keuangan Jadi Kunci Menghadapi Maraknya Penipuan Digital
Dalam pemaparannya, Zuhrotul menyoroti meningkatnya kasus penipuan berbasis digital yang memanfaatkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai layanan keuangan.
Menurutnya, berbagai modus penipuan keuangan kini semakin beragam. Mulai dari investasi bodong, pencurian saldo rekening, phishing, hingga transaksi ilegal yang merugikan korban.
Baca juga : pelantikan pwi ciamis 2026-2029 berlangsung khidmat
Ia menilai edukasi terkait literasi keuangan harus menjadi perhatian serius karena masyarakat kerap tergoda oleh tawaran keuntungan instan tanpa memahami risiko di baliknya.
“Banyak masyarakat yang mudah percaya terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Padahal, jika dipahami lebih jauh, banyak di antaranya merupakan bentuk penipuan,” katanya.
Selain itu, Zuhrotul juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif membaca dan memahami informasi finansial yang benar. Menurutnya, budaya membaca dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman digital.
Literasi keuangan, kata dia, tidak hanya penting bagi kalangan profesional atau pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat umum, pelajar, hingga keluarga. Dengan memahami konsep dasar pengelolaan keuangan, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Ciamis Dorong Budaya Literasi
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha, mengatakan bahwa Pemilihan Duta Baca Kabupaten Ciamis merupakan program berjenjang yang bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa para juara tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Ciamis dalam kompetisi di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Baca juga : mengenal lebih dekat kabupaten ciamis
Menurut Okta, proses penilaian dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dewan juri memberikan penilaian berdasarkan kemampuan peserta, kualitas presentasi, serta gagasan yang ditawarkan.
“Seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan berintegritas. Tidak ada intervensi atau praktik yang mencederai proses penilaian. Pemenang dipilih berdasarkan hasil penilaian faktual,” ujar Okta.
Ia menambahkan bahwa pemilihan Duta Baca bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun ekosistem literasi yang kuat.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat mengajak masyarakat lebih aktif membaca dan meningkatkan kualitas pengetahuan.
Budaya Membaca Tetap Penting di Tengah Perkembangan Digital
Okta menilai perkembangan teknologi digital tidak boleh menggeser pentingnya budaya membaca buku cetak. Menurutnya, buku fisik dan materi digital memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung proses literasi.
Saat ini, masyarakat memiliki akses luas terhadap bahan bacaan melalui internet. Namun, keberadaan perpustakaan dan buku cetak tetap menjadi sumber pembelajaran yang relevan.
“Literasi digital memang berkembang sangat cepat. Namun, budaya membaca buku cetak tetap harus dipertahankan karena memiliki nilai edukasi yang kuat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini juga terus bertransformasi agar dapat mengikuti kebutuhan masyarakat modern. Selain menyediakan buku fisik, perpustakaan mulai menghadirkan akses digital untuk memperluas jangkauan informasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengakses pengetahuan. Dengan demikian, budaya membaca tidak hanya terbatas pada satu media, tetapi dapat berkembang melalui berbagai format.
Duta Baca Jadi Motor Penggerak Minat Baca di Ciamis
Keberhasilan Zuhrotul Laila Nabiha Ahmad meraih juara pertama Duta Baca Kabupaten Ciamis 2026 menjadi simbol hadirnya generasi muda yang peduli terhadap perkembangan literasi.
Perannya sebagai Duta Baca diharapkan mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam mengajak masyarakat untuk lebih gemar membaca dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya literasi keuangan.
Selain itu, keberadaan Duta Baca juga dinilai penting sebagai jembatan komunikasi antara generasi muda dengan masyarakat luas. Melalui berbagai program edukatif, Duta Baca dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial berbasis pengetahuan.
Dengan meningkatnya budaya literasi, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara tepat, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu maupun penipuan digital.
Ajang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Ciamis 2026 pun menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan literasi di daerah. Tidak hanya sebagai kompetisi, kegiatan ini juga membuka ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook

















