KABAR BANDUNG– Setiap nama terkenal dalam sepak bola Indonesia selalu meninggalkan kesan mendalam, demikian juga dengan Atep Rizal. Mantan pemain Persib Bandung ini diingat sebagai sosok yang penuh komitmen, mampu memberi semangat melalui usaha kerasnya, serta menjadi idola bagi banyak penggemar Bobotoh. Berkat kemampuannya di lapangan, Atep telah meraih berbagai pencapaian selama kariernya.
Namun, perjalanan seorang atlet tidak berakhir setelah mereka mengakhiri karier sepak bola. Demikian pula dengan Atep Rizal yang secara resmi pensiun dari dunia sepak bola pada Juli 2023. Alih-alih meninggalkan dunia olahraga, ia justru menemukan tantangan baru melalui olahraga lari yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupannya sehari-hari.
Menariknya, pria yang lahir pada 5 Juni 1985 ini kini aktif mengikuti berbagai kompetisi lari. Tidak lama lagi, Atep akan ikut serta dalam Pocari Sweat Run 2025 di Sirkuit Mandalika, yang akan digelar pada 14 September 2025. Perjalanan hidup Atep setelah berhenti bermain sepak bola menunjukkan bahwa semangat seorang atlet sejati tidak pernah hilang, meskipun kini berada di bidang yang berbeda.
Karier Sepak Bola Atep Rizal
Karier sepak bola Atep Rizal dimulai dari tingkat junior dengan bermain di Persib U-18 sebelum melanjutkan perjalanannya di Persiba Bantul. Performanya yang menonjol membuatnya dipanggil untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-20.
Prestasi yang diraihnya membuka jalan bagi Atep untuk bergabung dengan Persija Jakarta pada tahun 2004. Bersama klub tersebut, ia menunjukkan kemampuannya hingga akhirnya dipanggil ke Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2005 dan berhasil mencetak gol.
Pada musim 2008-2009, Atep akhirnya pindah ke Persib Bandung setelah lama bermain di Persija. Perpindahannya ini menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Awalnya, ia lebih sering duduk di bangku cadangan, tetapi secara perlahan membuktikan dirinya sebagai pemain yang berkontribusi besar.
Gol pertama yang dicetak oleh Persib terjadi pada 6 Mei 2009 saat menghadapi Pelita Jaya. Puncak dari karier Atep terjadi ketika ia menciptakan gol yang luar biasa melawan Arema Cronous, yang membawa Persib masuk ke final ISL 2014. Tidak heran jika para Bobotoh memberinya julukan “Lord Atep”, gelar kebanggaan bagi para penggemar.
Selama 11 tahun bermain untuk Persib, Atep menjadi simbol klub dan teladan di lapangan. Ia meninggalkan Persib pada awal 2019, lalu melanjutkan kariernya bersama Mitra Kukar, Muba Babel United, hingga Persika 1951. Prestasi dan pengalamannya, termasuk memenangkan gelar juara Liga 1 bersama Persib, menjadikannya salah satu legenda sepak bola Indonesia yang disegani.
Dari Sepak Bola Menuju Olahraga Lari
Setelah mengakhiri karier sepak bolanya pada Juli 2023, Atep tidak langsung meninggalkan dunia olahraga. Justru, ia menemukan semangat baru melalui aktivitas lari. Dalam wawancaranya, Atep menyatakan bahwa kehidupannya saat ini dijalani dengan penuh kebahagiaan, termasuk menikmati hobi berlari.
Kini, di usia 39 tahun, Atep secara rutin mengikuti lomba lari sebagai tantangan baru. Salah satu acara yang akan ia ikuti adalah Pocari Sweat Run 2025 yang diselenggarakan di Mandalika. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sudah tidak bermain sepak bola lagi, Atep tetap mempertahankan semangat kompetitif dan disiplin yang dulu membuatnya menjadi legenda di lapangan hijau.
Kisah perjalanan karier sepak bola Atep Rizal menjadi bukti bahwa seorang atlet sejati tidak hanya dihargai dari prestasinya di lapangan, tetapi juga dari semangatnya dalam menjalani kehidupan setelah berhenti bermain. Dari Persiba Bantul, Persija, hingga Persib Bandung, Atep telah melalui perjalanan panjang yang menjadikannya sebagai legenda.***




















