MCNNEWS.ID –Banyak orang umumnya menyukai makanan yang rasanya manis, tanpa menyadari bahwa makanan dengan rasa manis bisa memicu penyakit.
Makanan yang memiliki rasa manis umumnya diminati oleh banyak orang, karena tidak mungkin seseorang menyukai makanan yang terasa pahit saat di lidah.
Meskipun demikian, sebaiknya membatasi diri dalam mengonsumsi makanan yang memiliki rasa manis, karena jika dikonsumsi secara berlebihan dapat merugikan kesehatan tubuh.
Mengonsumsi makanan atau minuman yang manis memang enak, tetapi jika terlalu banyak dapat memberikan dampak negatif pada tubuh.
Jika tidak segera ditangani, kondisi kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dalam tubuh seperti kegemukan, lemak hati hingga diabetes melitus.
Karena risiko penyakit berbahaya yang muncul, setiap orang perlu memahami gejala-gejala yang timbul akibat kadar gula yang tinggi. Lalu, apa saja tanda-tanda tubuh mengalami kelebihan gula? Berikut penjelasannya.
1. Sering Merasa Haus dan Mengalami Buang Air Kecil
Sering merasa haus dan sering buang air kecil merupakan tanda umum bahwa kadar gula dalam tubuh terlalu tinggi. Menurut Everyday Health, sering buang air kecil menunjukkan bahwa ginjal bekerja terlalu keras untuk mengeluarkan kelebihan glukosa.
2. Cepat lapar, tetapi berat badan berkurang
Penderita diabetes sering merasa lapar atau mengalami polifagia. Namun, menurut catatan Cleveland Clinic, penderita gula darah tinggi mengalami penurunan berat badan yang signifikan meskipun sering makan.
“Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak memperoleh energi dari sumber yang diharapkan. Akibatnya, energi beralih ke otot dan lemak,” ujar Ahli Gizi, Lori Zanini beberapa waktu lalu.
“Ketika tubuh mulai mengurai otot dan lemak untuk menghasilkan energi, Anda mengalami penurunan berat badan yang tidak sehat,” tambahnya.
Selain perubahan berat badan dan selera makan, penderita diabetes cenderung sering mengalami kelemahan otot serta sering jatuh.
3. Sering Kelelahan
Sering merasa lelah merupakan salah satu indikasi bahwa kadar gula darah di dalam tubuh tidak terkendali.
“Secara sederhana, ketika tubuh tidak dapat memproses insulin dengan baik atau jumlah insulin tidak mencukupi, gula akan tetap berada dalam darah dan tidak masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi,” ujar Zanini.
4. Penglihatan Kabur dan Sering Mengalami Nyeri Kepala
Berdasarkan informasi dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kandungan gula darah yang tinggi bisa menyebabkan pembengkakan lensa mata karena cairan yang bocor.
Pembengkakan lensa ini disebut mampu mengubah bentuk lensa, menyebabkan penglihatan menjadi kabur dan sulit fokus. Selain itu, penderita diabetes sering mengalami sakit kepala.
5. Luka pada kulit yang sulit sembuh atau menghilang
Menurut NIDDK, luka, goresan, hingga memar pada penderita kadar gula darah tinggi cenderung lambat atau sulit pulih. Hal ini disebabkan oleh diabetes yang merusak saraf, yang dapat mengganggu sirkulasi darah sehingga memperlambat proses penyembuhan luka karena aliran darah tidak cukup.
Di beberapa situasi, luka kecil pada penderita diabetes lebih mudah terinfeksi. Akibatnya, luka tersebut dapat meningkatkan potensi amputasi kaki.
6. Tangan dan Kaki Sering Mengalami Mati Rasa
Kadar gula darah yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati diabetes.
Dikutip dari Everyday Health, neuropati diabetes menyebabkan gejala seperti rasa kesemutan atau bahkan kehilangan sensasi pada tangan dan kaki.
Pada beberapa kondisi, pasien dengan kadar gula darah tinggi sering mengalami sakit pada kaki dan tangan, terutama saat malam hari.
7. Perubahan Kulit
Menurut American Diabetes Association (ADA), kulit penderita diabetes seringkali menunjukkan tumbuhnya jaringan kulit yang berbentuk kutil. Selain itu, beberapa bagian kulit, khususnya di belakang leher, tangan, ketiak, dan wajah, dapat mengalami penebalan serta perubahan warna menjadi lebih gelap.
Zanini menyebutkan, perubahan pada kulit tersebut dapat menjadi tanda adanya resistensi insulin dan peringatan akan kenaikan kadar gula darah.
8. Sering Mengalami Infeksi Kandida
Berdasarkan ADA, hiperglikemia bisa menyebabkan penderita diabetes lebih rentan mengalami infeksi jamur di area genital yang disebabkan oleh Candida albicans.
Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), gejala infeksi jamur pada wanita biasanya meliputi gatal di daerah vagina, kulit yang merah atau terasa nyeri, rasa sakit saat berhubungan intim, nyeri saat buang air kecil, serta keluarnya cairan putih yang kental dan tidak wajar.
Meskipun infeksi jamur umum terjadi pada individu yang tidak menderita diabetes, kadar glukosa yang lebih tinggi dalam darah meningkatkan kemungkinan Anda mengalami kondisi ini.
“Ragi mengonsumsi glukosa, dan jika kadar gula darah Anda tinggi, maka akan lebih banyak glukosa di saluran kemih,” jelas Ahli Endokrinologi di MemorialCare South County Kidney and Endocrine Center, Rail Bandukwala.
9. Gusi Berdarah
NIDDK mengatakan bahwa penyakit gusi merupakan salah satu komplikasi dari diabetes yang membuat pengendalian diabetes menjadi lebih sulit. Hal ini terjadi karena respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan peningkatan pelepasan glukosa ke dalam aliran darah.
Ketika kadar gula dalam darah meningkat, konsentrasi glukosa di dalam air liur juga ikut naik. Semakin tinggi kadar glukosa, semakin banyak bakteri yang berkumpul bersama sisa makanan di mulut, membentuk plak yang dapat memicu gangguan pada gusi.
Dikutip dari Mayo Clinic, jika tidak ditangani, penyakit ini bisa berkembang menjadi periodontitis, yang dapat menyebabkan gusi mengalami peradangan, munculnya cairan nanah atau benjolan, atau bahkan kehilangan gigi.

















































