Jakarta, IDN Times – Ekonom Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Andry Asmoro memperkirakan pasar keuangan global minggu ini akan bergerak dengan waspada, mengingat perhatian investor tertuju pada keputusan kebijakan suku bunga dari tiga bank sentral utama, Federal Reserve (The Fed), Bank of Japan (BOJ), dan Bank Indonesia (BI).
The Fed diperkirakan akan mengurangi suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, didorong oleh data penurunan aktivitas pasar tenaga kerja di Amerika Serikat. Meskipun demikian, kekhawatiran terhadap tingkat inflasi yang masih tinggi membuat pasar tetap waspada terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang lebih hati-hati dalam jangka menengah,” ujar Andry Asmoro dalam pernyataannya, dilaporkan Selasa (16/9/2025).
Berbeda dengan The Fed, Bank of Japan dan Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya. Sikapwait and seehal ini menunjukkan kehati-hatian kedua bank sentral dalam merespons perubahan ekonomi global serta mempertahankan stabilitas nilai tukar dan tingkat inflasi dalam negeri.
1. Respons pasar terhadap paket stimulus untuk 2025-2026 tergolong positif
Di sisi lain, dari dalam negeri, sentimen pasar juga didukung oleh peluncuran paket bantuan ekonomi pemerintah untuk masa 2025–2026. Paket tersebut meliputi berbagai langkah penting, seperti percepatan pengeluaran sosial, insentif pajak, bantuan bagi sektor tenaga kerja, serta kebijakan penguatan sektor perumahan, perikanan, dan pertanian.
Tujuan dari stimulus tersebut adalah untuk menjaga kemampuan beli masyarakat, mendorong pembuatan lapangan kerja, serta mendorong perubahan struktural melalui peningkatan kapasitas produksi dan nilai tambah sektor riil. Pelaku pasar menyambut baik kebijakan ini, khususnya terhadap saham-saham di sektor konstruksi, konsumsi, dan keuangan yang dinilai akan mendapatkan manfaat utama.
“Tetapi pasar juga memperhatikan potensi dampak keuangan dari stimulus tersebut. Meskipun pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga disiplin anggaran, risiko peningkatan defisit tetap menjadi pertimbangan yang dapat mengurangi antusiasme pasar,” katanya.
Dengan demikian, Andry memprediksi pergerakan pasar pada hari ini akan terbatas sambil menantikan kejelasan mengenai arah kebijakan moneter global. Kurs rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp16.350 hingga Rp16.460 per dolar AS, sedangkan yield Surat Berharga Negara (SBN) jangka 10 tahun diperkirakan tetap berada di kisaran 6,30 persen hingga 6,40 persen.
2. Dana stimulus dipastikan tidak menambah defisit
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa defisit APBN 2025 tidak akan bertambah meskipun pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp16,23 triliun. Ia menilai dana tersebut telah tersedia, sehingga tidak perlu mencari sumber pendanaan baru yang berpotensi memperbesar defisit.
“Uangnya telah kami siapkan, jadi bukan berarti defisit akan semakin membesar,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (15/9/2025).
Ia menegaskan, pemerintah masih memiliki Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang lebih dari Rp400 triliun. Oleh karena itu, penggunaan sebagian anggaran negara untuk stimulus ekonomi merupakan langkah pengoptimalan penggunaan anggaran, bukan penambahan belanja baru yang berpotensi memperbesar defisit.
“Lebih baik mengalokasikan sisa dana yang tersisa, mungkin tiga bulan lagi tidak terpakai, jadi saya arahkan ke sana. Ini hanya upaya memaksimalkan penggunaan anggaran agar berdampak pada perekonomian tanpa mengubah defisit secara signifikan,” kata Purbaya.
Selanjutnya, proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 diperkirakan mencapai 2,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), hampir mendekati batas maksimum defisit sebesar 3 persen PDB sesuai dengan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara.
3. Deskripsi mengenai bantuan yang diberikan untuk tahun ini dan tahun berikutnya
Detail Program Stimulus Ekonomi 2025:
-
Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi (fresh graduate maksimal satu tahun) untuk 20.000 penerima manfaat, menyerap anggaran Rp198 miliar.
-
Perluasan PPh 21 yang ditanggung oleh pemerintah (DTP) diberikan selama 3 bulan kepada 552.000 karyawan di sektor pariwisata, dengan menyerap dana sebesar Rp120 miliar.
-
Bantuan pangan selama dua bulan, yaitu bulan Oktober dan November, akan disalurkan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan total anggaran sebesar Rp7 triliun.
-
Bantuan iuran JKK dan JKM diberikan kepada 731.361 pekerja yang bukan penerima upah (BPU), termasuk mitra pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir, kurir, serta tenaga logistik. Anggaran sebesar Rp36 miliar ditanggung oleh BPJS.
-
Program Manfaat Layanan Tambahan Perumahan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup 1.050 unit dengan anggaran sebesar Rp150 miliar.
-
Padat Karya Tunai (cash for work): 609.465 karyawan, dengan anggaran sebesar Rp3,5 triliun (Kementerian PUPR) dan Rp1,8 triliun (Kemenhub).
-
Pengembangan deregulasi PP No. 28 dilakukan dengan mengintegrasikan sistem kementerian/lembaga serta RDTR digital ke OSS di 50 wilayah pada tahun 2025, dilanjutkan ke 300 daerah pada 2026, dengan anggaran sebesar Rp175 miliar.
-
Program Perkotaa
Sementara 4 paket program ekonomi akan terus berlanjut pada tahun 2026, meliputi:
-
Pajak Penghasilan final sebesar 0,5 persen untuk UMKM diperpanjang hingga tahun 2029, dengan anggaran sebesar Rp2 triliun (2025), dan target sebanyak 542.000 wajib pajak UMKM.
-
PPh 21 DTP Pariwisata tetap berlaku, dengan perkiraan pendapatan sebesar Rp480 miliar per tahun, berlaku bagi karyawan dengan gaji maksimal Rp10 juta.
-
PPh 21 DTP Padat Karya (textil, sepatu, perabot, kulit) ditujukan kepada 1,7 juta karyawan, dengan anggaran sebesar Rp800 miliar.
-
Potongan JKK dan JKM BPU diperluas mencakup 9,96 juta pekerja non-formal (petani, nelayan, buruh), dengan anggaran sebesar Rp753 miliar.
Pemerintah juga mengumumkan 5 paket kebijakan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja yang mencakup:
-
Koperasi Desa Merah Putih: sasaran 1,38 juta tenaga kerja terlibat pada tahun 2025.
-
Nelayan Merah Putih Desa: jangka panjang hingga 200 ribu kesempatan kerja.
-
Pembaruan Wilayah Tambak Pantura: menyerap 168 ribu tenaga kerja.
-
Modernisasi Kapal Perikanan: tambahan 200 ribu kesempatan kerja.
-
Perkebunan Rakyat: replanting 870.000 hektar untuk komoditas tebu, kakao, kelapa, serta pala yang diperkirakan mampu menciptakan 1,6 juta kesempatan kerja dalam jangka dua tahun.
5 Cara Bank Indonesia Mendukung Penuh Program Asta Cita Presiden Fed Mengizinkan Kemungkinan Penurunan Suku Bunga
























