Mungkin, lalat bukan termasuk hewan yang disukai oleh banyak orang. Karena, lalat adalah hewan yang sering dianggap menjijikan dan sering ditemukan di tempat yang tidak bersih serta dapat menyebarakan penyakit. Namun, kamu jangan menganggap remeh serangga ini, ya. Karena terdapat banyak jenis lalat yang cukup menarik dan salah satunya adalahScathophaga stercoraria atau lalat kotoran kuning.
Seperti namanya, hewan ini memiliki tubuh berwarna kuning yang membedakannya dari jenis lalat lain. Tubuhnya memanjang, gerakannya cepat, dan ia sering berkumpul di tempat kotor. Sayangnya, popularitas hewan ini kalah dibandingkan spesies lalat lain. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas beberapa fakta menarik tentangnya!
1. Makanannya sangat beragam
Artikel di jurnal Phenotypic Plasticity of Insectsmenjelaskan bahwa lalat kotoran kuning merupakan predator. Dalam hal ini, individu dewasa cenderung menyukai memakan lalat lain yang lebih kecil. Selain lalat lainnya, terkadang mereka juga mengonsumsi nektar dan kotoran sebagai sumber nutrisi tambahan. Tidak hanya itu, ketika persediaan makanan berkurang, lalat ini bisa bersifat kanibal dan memakan sesama jenisnya. Terakhir, larva dari lalat ini secara khusus tinggal di kotoran dan memakan kotoran tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makanan lalat ini sangat beragam.
2. Umurnya sekitar satu sampai dua bulan
Lalat mengalami beberapa tahap perkembangan. Pertama, ia akan meletakkan telur di kotoran dan telur tersebut akan menetas dalam waktu sekitar satu atau dua hari. Setelah menetas, larva atau belatungnya akan mencari dan tinggal di dalam kotoran untuk melindungi diri dari bahaya. Artikel di jurnalFunctional Ecology juga menjelaskan bahwa lalat betina yang kekurangan nutrisi akan menghasilkan telur dan larva dengan umur yang pendek.
Selanjutnya, pada suhu sekitar 20° C, larva lalat ini dapat mengalami tiga kali pergantian kulit dalam lima hari. Setelah itu, dalam waktu 10 hingga 20 hari, larvanya akan menggali tanah, membentuk kepompong, dan akhirnya berubah menjadi lalat dewasa. Sayangnya, umur lalat dewasa tergolong pendek, yaitu sekitar satu hingga dua bulan.
3. Berkembang biak di kotoran hewan berkantong
Saat melakukan reproduksi, lalat kotoran kuning tidak asal memilih kotoran. Secara spesifik, artikel di jurnalOecologia menerangkan bahwa ia hanya ingin berkembang biak di kotoran hewan mamalia. Kotoran kuda, sapi, kambing, domba, dan babi hutan adalah jenis kotoran yang paling disukainya. Oleh karena itu, tidak perlu terkejut jika kamu sering melihat serangga ini berkeliaran di kebun, hutan, rawa, daerah permukiman, atau di peternakan. Selain itu, serangga ini juga sangat menyukai kotoran mamalia yang masih segar untuk berkembang biak.
4. Tubuhnya berbentuk panjang dengan warna kuning
Biasanya, lalat lain memiliki tubuh yang bulat dengan warna gelap seperti abu-abu, cokelat, atau hitam. Berbeda dengan lalat kotoran kuning yang memiliki bentuk tubuh yang ramping, panjang, dan berwarna kuning. Selain itu, sayapnya juga panjang, kakinya panjang, kepalanya bulat, dan seluruh tubuhnya ditutupi rambut halus yang membuatnya sangat mencolok.
Soal ukuran, laman Animalia menerangkan bahwa panjang lalat ini sekitar 0,5 hingga 1,1 sentimeter. Individu jantan dan betina juga menunjukkan perbedaan fisik yang jelas. Pertama, individu jantan sedikit lebih besar dibandingkan dengan individu betina. Selanjutnya, warna tubuh betina lebih pudar dan tidak secerah pada jantan.
5. Tinggal di wilayah utara bumi
Dilansir iNaturalist, lalat kotoran kuning dapat ditemui di wilayah utara bumi. Eropa, Amerika Utara, Tengah Asia, dan Timur Asia merupakan daerah asalnya. Menariknya, terdapat juga populasi yang tinggal di Madagaskar dan Afrika Selatan. Di beberapa negara, lalat ini cukup dihindari. Karena, mereka bisa menempel pada makanan dan menyebarkan berbagai bakteri serta virus berbahaya. Untuk menghindari peningkatan jumlah lalat ini, peran predator seperti burung, kumbang, laba-laba, dan kelelawar sangat penting.
Lalat kotoran kuning adalah jenis lalat yang sangat berbeda dibandingkan dengan lalat lainnya. Perbedaan-perbedaan ini membuatnya menjadi sangat istimewa, menarik, dan mempesona. Oleh karena itu, lalat ini menunjukkan bahwa lalat bukanlah serangga yang biasa saja. Justru, ia tidak kalah dari serangga lain yang lebih terkenal seperti kupu-kupu atau belalang.
5 Kupu-Kupu Unik yang Mirip dengan Tawon, Tidak Bisa Mengigit dan Tidak Berbahaya! 5 Fakta Menarik Lalat Biru Oriental, Memiliki Peran Penting dalam Ilmu Forensik


























