MCNNEWS.ID
Universitas Trisakti melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan serta lingkungan lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Penerapan Teknologi Berbasis Alam di Sekolah untuk Meningkatkan Sanitasi dan Pendidikan Lingkungan di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.”
Kegiatan yang berlangsung dari bulan September hingga Oktober 2025 ini diselenggarakan di SDN Angke 03 Pagi, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Barat. Program ini dipimpin oleh Dr. Ir. Rositayanti Hadisoebroto, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan (FALTL) Universitas Trisakti.
Tim juga melibatkan Sheilla Megagupita Putri Marendra, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Lingkungan, Ir. Qurrotu ‘Aini Besila, M.Si. dari Program Studi Arsitektur Lanskap, serta mahasiswa Teknik Lingkungan Pramudya Amanta Gunawan dan Egrye Michele Natasya Doluderu.
Pendidikan Awal Mengenai Sanitasi dan Lingkungan
Dr. Rositayanti menyampaikan, kegiatan pertama berlangsung pada hari Selasa, 30 September 2025, yaitu Sosialisasi Sanitasi Layak dan Lingkungan Asri yang dihadiri oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN Angke 03 Pagi.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mengelola air dengan bijak, serta menerapkan gaya hidup yang bersih dan sehat,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Zona Priangan, Jumat 31 Oktober 2025.
Dr. Rositayanti menjelaskan, pada hari yang sama, para guru mengikuti pelatihan pengujian kualitas air, didampingi oleh staf laboratorium dari Laboratorium Lingkungan FALTL Universitas Trisakti.
“Air yang diuji berasal dari keran kantin, inlet, dan outlet reaktor wetland buatan. Hasil pengujian ini digunakan sebagai dasar evaluasi untuk memastikan kualitas air sekolah tetap aman dan layak digunakan,” katanya.
Selain itu, tambah Dr. Rositayanti, tim juga memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan wetland buatan, yaitu teknologi pengolahan air limbah yang berbasis alami dengan memanfaatkan tumbuhan serta lapisan penyaring alami seperti kerikil silika, pasir, dan tanah humus.
“Teknologi ini diharapkan menjadi cara pengolahan limbah yang ramah lingkungan, khususnya dari kegiatan kantin sekolah,” katanya.
Modul Tematik dan Pelatihan Guru
Program dilanjutkan pada Jumat, 3 Oktober 2025, dengan kegiatan penanaman tanaman di area terbatas dan seminar pembuatan modul pembelajaran lingkungan berbasis tema bagi guru.
Melalui kegiatan tersebut, dihasilkan lima modul pembelajaran yaitu: Kualitas Air, Kesehatan Lingkungan, Pengolahan Air, Tumbuhan, serta Pemeliharaan Tanaman dan Taman.
Kelima modul tersebut akan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah agar materi mengenai lingkungan hidup bisa disampaikan secara terus-menerus kepada siswa.
Pemasangan Teknologi Ramah Lingkungan
Sebagai wujud kelanjutan program, pada hari Rabu, 29 Oktober 2025, tim PKM Universitas Trisakti menyerahkan dan memasang beberapa peralatan pendukung di lingkungan sekolah.
Menurut Dr. Rositayanti, terdapat tiga unit grease trap di bawah bak cuci piring kantin yang berfungsi menyaring minyak dan lemak, serta reaktor constructed wetland dengan sistem multi-filtrasi dan tanaman seperti iris kuning, melati air, dan akar wangi.
“Selain itu, juga dipasang sistem taman vertikal yang memperindah lingkungan sekolah sekaligus menambah ruang hijau edukatif bagi siswa,” katanya.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Kepala Sekolah SDN Angke 03 Pagi, Suparman, S.Pd, mengungkapkan rasa apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Trisakti atas penjelasan serta penerapan teknologi ramah lingkungan yang berkontribusi dalam meningkatkan kebersihan sekolah dan memberikan manfaat edukatif bagi siswa kami,” katanya.
Sementara itu, Dr. Rositayanti mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi atas pendanaan yang diberikan melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2025.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung program ini, termasuk LPPM Universitas Trisakti dan Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan PKM BIMA 2025 ini.
“Melalui program ini, Universitas Trisakti berharap mampu menghasilkan generasi muda yang lebih memperhatikan sanitasi dan keberlanjutan lingkungan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan,” tambahnya.






















