Apakah kamu mengenakan kacamata setiap hari? Laki-laki memakai kacamata agar terlihat lebih menarik. Selain sebagai aksesori gaya, kacamata juga bisa digunakan untuk pengobatan medis. Contohnya, kondisi mata yang menderita miopia dan hipermetropia.
Penderita miopi, atau rabun jauh, menggunakan kacamata berlensa negatif. Sementara itu, penderita hipermetropi, atau rabun dekat, memakai kacamata berlensa positif. Istilah minus dan plus ditentukan sesuai jenis lensa yang digunakan.
Kondisi mata miopia atau hipermetropia dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Apa perbedaan antara mata miopia dan hipermetropia? Pahami perbedaan keduanya,Bro!
1. Arti myopia dan hipermetropia
Secara alami, kita mampu melihat benda hingga jarak 6 meter. Saat mata minus, penglihatan terhadap objek jauh menjadi kabur dan tidak jelas. Kondisi mata minus dikenal dengan istilah medis miopia atau rabun jauh. Salah satu ciri khas dari mata minus adalah ketidakjelasan penglihatan saat melihat benda yang berada di jarak jauh.
Hipermetropi merupakan istilah medis untuk mata plus atau rabun dekat. Mata plus mengalami kesulitan dalam melihat benda yang berada di dekat. Mata yang sehat dapat membaca tulisan jarak dekat dengan mudah. Namun, mata plus cenderung merasa kabur dan kesulitan saat membaca tulisan yang dekat.
2. Apa penyebab mata minus dan plus?
Secara normal, mata menangkap cahaya dan mengarahkannya ke retina. Pada retina, cahaya diubah menjadi sinyal listrik yang kemudian dikirimkan ke otak. Namun, beberapa kondisi menyebabkan cahaya tidak fokus dengan benar di retina. Contohnya adalah miopia dan hipermetropia.
Pada mata miopia, cahaya difokuskan di depan retina akibat panjang bola mata yang berlebihan atau kelengkungan kornea yang terlalu besar. Sementara itu, pada mata hipermetropi, cahaya mengarah ke belakang retina. Hal ini terjadi karena bola mata terlalu pendek atau kornea yang datar.
3. Periksa tanda-tanda dan gejalanya
Salah satu ciri khas mata miopia maupun hipermetropia adalah penglihatan yang kurang jelas. Kamu mengalami kesulitan melihat benda dari jarak tertentu. Tentu saja, kondisi mata miopia dan hipermetropia dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut perbedaan tanda dan gejala mata miopia dan hipermetropia:
Mata minus:
-
sulit memperhatikan objek yang berada jauh, seperti membaca tulisan di papan tulis;
-
sering mengedipkan mata saat melihat jarak jauh;
-
kepala terasa nyeri karena kelebihan penggunaan otot mata;
-
mengangkat layar atau buku dekat dengan mata;
Mata plus:
-
penglihatan kabur saat ingin membaca jarak dekat;
-
mata terasa lelah dan pegal setelah membaca dengan jarak yang terlalu dekat;
-
nyeri kepala setelah melakukan aktivitas dekat dalam jangka waktu lama;
-
kamu lebih mudah membaca ketika benda ditempatkan lebih jauh.
4. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan rabun jauh dan rabun dekat
Siapa yang sering menggunakan ponsel sambil berbaring? Memang benar terasa nyaman.scrollingMenggunakan ponsel selama berjam-jam, namun dampaknya akan terasa beberapa tahun kemudian. Sebenarnya, aktivitas ini merusak kesehatan mata.
Selain penggunaan ponsel yang tidak sehat, masih terdapat faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kondisi negatif maupun positif. Apa saja itu?
Faktor risiko mata minus:
-
keturunan: miopi dapat diturunkan. Jika kedua orang tua memiliki kebutaan mata, maka kemungkinan besar anak akan mengalaminya juga;
-
faktor lingkungan: penggunaan layar laptop atau ponsel dalam jangka waktu lama.
Faktor risiko mata plus:
-
keturunan: riwayat keluarga dengan kondisi mata yang sama;
-
faktor usia: kemampuan fokus mata berkurang seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 40 tahun.
5. Metode mengatasi rabun jauh dan rabun dekat
Kacamata digunakan untuk mengatasi masalah penglihatan seperti rabun jauh atau rabun dekat. Perbedaannya terletak pada jenis lensa yang dipakai. Ada beberapa orang yang merasa tidak nyaman menggunakan kacamata, sehingga beralih kesoftlens. Beberapa metode untuk mengatasi mata minus dan plus antara lain:
Mata minus:
-
kacamata berlensa cekung (minus);
-
lensa kontak (softlens);
-
operasi lasik;
-
perubahan pola hidup: tingkatkan waktu di luar rumah, kurangi penggunaan ponsel, latihan penglihatan;
Mata plus:
-
kacamata berlensa cembung (plus);
-
lensa kontak (softlens);
-
operasi refraktif;
-
mengistirahatkan mata.
Ternyata, terdapat banyak sekali perbedaan antara mata minus dan plus. Jika mata kamu masih sehat hingga saat ini, perbaiki cara kamu menggunakan ponsel setiap hari. Hormatilah kedua mata kamu,Bro!
5 Saran Eye Cream yang Aman untuk Ibu Hamil, Mulai dari Rp95 Ribu! 5 Saran Eye Serum untuk Mengatasi Tanda-Tanda Penuaan, Memberikan Kesegaran!
Penulis
Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.
Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.
Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.


































