MCNNEWS.ID– Apakah kamu pernah mendengar tentang CT scan atau CTA dalam pemeriksaan kesehatan tertentu? Seiring dengan kemajuan teknologi, perkembangan juga terjadi di dunia kesehatan terkait alat-alat medis.
Salah satu contohnya adalah CTA atau Computed Tomography Angiography, yaitu jenis pemeriksaan yang mampu menampilkan kondisi pembuluh darah dengan jelas.
Dalam penerapannya, prosedur ini menggabungkan teknologi CT scan dengan penggunaan zat kontras (injeksi atau pewarna khusus) sehingga dokter dapat melihat aliran darah dan mengidentifikasi adanya penyumbatan, penyempitan, atau kelainan dengan lebih jelas.
Selanjutnya, makna dari CT scan adalah jenis pemeriksaan radiologi yang memanfaatkan komputer untuk menghasilkan gambar potongan tubuh dari berbagai sudut.
Jika pemeriksaan CT scan dilakukan bersamaan dengan penggunaan zat kontras, gambar yang dihasilkan akan lebih jernih dan pembuluh darah terlihat bercahaya. Hal ini mempermudah dokter dalam melakukan pemeriksaan.
Tujuan adanya CTA
Dikutip dari MCNNEWS.ID oleh Siloam Hospitals, terdapat beberapa tujuan dari CTA, yaitu untuk mengetahui apakah terjadi penyempitan atau penyumbatan pada arteri koroner. Namun, tujuan CTA tidak hanya sebatas memeriksa penyempitan di area tersebut, tetapi juga memiliki beberapa tujuan lain, yaitu:
- Mengamati pembuluh darah yang menyempit akibat penumpukan lemak pada dinding arteri
- Mengidentifikasi atau memastikan ukuran aneurisma, yaitu keadaan di mana pembuluh darah mengalami pembengkakan dan membentuk kantung yang berpotensi pecah.
- Mengawasi perdarahan, yang terjadi akibat robekan pada dinding pembuluh darah
- Mengidentifikasi kelainan bentuk pembuluh darah di otak
- Melihat aliran darah tumor
- Mengalami penggumpalan darah yang terbentuk di pembuluh darah kaki, yang kemudian berpindah ke paru-paru
- Mengecek kerusakan pada pembuluh darah yang mungkin terjadi akibat benturan
- Mengidentifikasi gangguan pada arteri karotis, yakni penumpukan plak di pembuluh darah yang mengirimkan darah ke otak
- Mendiagnosis malformasi arteri-vena
- Mengidentifikasi diseksi arteri koroner spontan atau robekan pada lapisan dinding pembuluh darah jantung.
Saat ingin memanfaatkan suatu alat, penting juga untuk memahami cara kerja CT scan dan CTA. Dalam CT scan, gambar detail dalam bentuk 3D dapat dihasilkan dari dalam tubuh. Sementara itu, pemeriksaan CTA dilakukan dengan menggunakan zat kontras agar pembuluh darah terlihat lebih jelas.
Karena itu, penggunaan CT scan bersama zat kontras memungkinkan pembuluh darah terlihat dalam bentuk 3D. Dengan demikian, pemeriksaan dapat dilakukan secara lebih rinci untuk mengidentifikasi kelainan dan merancang pengobatan yang sesuai.
Prosedur Computed Tomography Angiography
Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan prosedur CTA adalah pasien perlu memberitahukan beberapa hal kepada dokter, antaranya:
– Obat yang sedang diminum – Obat yang sedang dikonsumsi – Obat yang sedang digunakan – Obat yang sedang diambil – Obat yang sedang dimakan
– Sejarah kesehatan yang lengkap
– Kondisi sedang dalam keadaan hamil atau menyusui
– Apakah pernah atau tidak mengalami reaksi alergi terhadap cairan kontras dalam pemeriksaan sebelumnya
Secara umum, prosedur CTA berlangsung singkat dan tidak menimbulkan rasa sakit, bahkan tidak memerlukan penggunaan obat bius. Namun, diperlukan pemasangan infus kecil di lengan untuk memasukkan cairan kontras.
Saat pemeriksaan, pasien kemudian diminta berbaring di meja khusus yang akan perlahan melalui mesin CT scan.
Waktu pemeriksaan biasanya memakan waktu sekitar 20 hingga 60 menit, namun bagian pemindaian hanya berlangsung sekitar 1 hingga 2 menit. Setelah prosedur selesai, pasien dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.
Berdasarkan data yang diterbitkan di situs rumah sakit Royal Progres, hasil pemeriksaan CT scan dikatakan normal jika tidak terdapat adanya kelainan. Seperti misalnya tumor, perdarahan, infeksi, atau patah tulang.
Makna dari hasil tersebut sangat penting dalam menentukan pengobatan yang tepat, bisa melalui penggunaan obat-obatan, terapi radiasi, operasi besar, atau pemeriksaan biopsi. Dengan demikian, pasien dapat menerima perawatan yang cepat, tepat, dan menyeluruh.






















