CIAMIS
Pembangunan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di lingkungan SMK Bhakti Kencana Ciamis menuai sorotan. Pasalnya, bangunan tersebut diduga tidak sepenuhnya memenuhi ketentuan dalam petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program, salah satunya karena tidak dilengkapi sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selasa (10/03/2026)
Berdasarkan pantauan di lokasi, dapur MBG yang berdiri di dalam area sekolah tersebut telah disiapkan sebagai pusat produksi makanan bagi penerima manfaat di wilayah sekitar.
Baca juga : Fatayat NU cikoneng berbagi takjil
Namun, keberadaan fasilitas penunjang pengelolaan limbah belum terlihat, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan.
Dapur MBG Ciamis
Sejumlah pihak menilai, keberadaan IPAL merupakan komponen penting dalam operasional dapur produksi makanan berskala besar.
Tanpa sistem pengolahan limbah yang memadai, sisa air cucian bahan makanan, minyak, maupun limbah dapur lainnya berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa dapur MBG tersebut direncanakan melayani distribusi makanan bagi masyarakat di wilayah Lingkungan Kelurahan Sidangrasa serta Kelurahan Ciamis sebagai cakupan operasionalnya.
SMK Bhakti Kencana Ciamis
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, program MBG pada dasarnya merupakan langkah positif pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Namun, ia berharap pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek teknis dan lingkungan.
“Programnya tentu bagus untuk masyarakat, tetapi kalau dapurnya tidak dilengkapi pengolahan limbah, dikhawatirkan akan berdampak pada kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, beberapa pihak juga mempertanyakan pemilihan lokasi dapur yang berada di dalam lingkungan sekolah.
Pembangunan dapur MBG
Hal tersebut dinilai perlu dikaji kembali agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan maupun aspek kesehatan lingkungan sekolah.
Baca juga : Menuju babak baru pendidikan tinggi
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian pembangunan dapur MBG tersebut dengan petunjuk teknis yang berlaku.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait mengevaluasi serta mengawasi pembangunan fasilitas tersebut agar program MBG tetap sesuai aturan, aman bagi lingkungan, dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook





















