Jakarta, IDN Times
– BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui penguatan strategi pembiayaan dan pengembangan layanan kesehatan jangka panjang yang berkelanjutan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa keberhasilan Program JKN yang telah mencakup lebih dari 280 juta penduduk Indonesia menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.
Namun, keberhasilan ini juga diiringi dengan tantangan pembiayaan yang memerlukan langkah strategis agar program tetap berjalan optimal dalam jangka panjang.
1. BPJS Kesehatan sedang menyusun strategi yang efektif dan efisien
Ghufron mengatakan, saat ini BPJS Kesehatan sedang menyusun strategi pengeluaran layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien melalui penguatan sistem rujukan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan peserta JKN mendapatkan layanan yang tepat di fasilitas kesehatan dan sesuai dengan kebutuhan medisnya, sehingga pemanfaatan layanan menjadi lebih optimal dan biaya layanan dapat terkendali.
“Permintaan layanan kesehatan yang tinggi dengan kualitas yang terus meningkat mendorong kami untuk terus berinovasi dan menjaga stabilitas Dana Jaminan Sosial,” kata Ghufron dalam kegiatan Pre-Congress International Health Economics Association (IHEA) World Congress on Health Economic, yang rutin diselenggarakan oleh IHEA, Minggu (20/7).
Ghufron mengatakan, meningkatnya klaim layanan kesehatan menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN. Untuk menjaga keberlanjutan Dana Jaminan Sosial (DJS) di tengah tren peningkatan klaim ini, diperlukan inovasi strategis agar dana yang dikelola dalam Program JKN tetap sehat.
“Keberlanjutan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh cakupan kepesertaan semata, tetapi juga oleh kemampuan sistem dalam memastikan kualitas layanan tetap prima dan akses pelayanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambah Ghufron.
2. Strategi perawatan jangka panjang
Dalam kegiatan pertemuan yang diinisiasi oleh International Health Economics Association (IHEA), BPJS Kesehatan juga berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan perwakilan dari berbagai negara, termasuk Thailand dan Korea Selatan, untuk meninjau strategi pembiayaan jaminan kesehatan dan pengembangan layanan perawatan jangka panjang (
Perawatan jangka panjang
).
Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Mahlil Ruby menjelaskan bahwa inovasi di bidang pembiayaan perlu dilakukan sebagai langkah untuk mendorong pemanfaatan layanan kesehatan yang sesuai dengan pemanfaatannya, khususnya pada layanan berbiaya tinggi, terencana hingga pemanfaatan berlebih. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Program JKN dan kualitas pelayanan tetap terjaga.
“Ke depan, keberhasilan Program JKN tidak hanya bergantung pada seberapa besar cakupan kepesertaan, tetapi juga pada kemampuan kita menjaga keberlanjutan finansial, meningkatkan kualitas layanan, serta menjamin akses yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Mahlil.
3. Kolaborasi lintas negara menjadi kunci keberlanjutan Program JKN
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh delegasi luar negeri, Mahlil optimis bahwa BPJS Kesehatan bisa menjadi referensi bagi negara-negara lain dalam menerapkan pengelolaan pembiayaan sistem jaminan kesehatan nasional, termasuk di dalamnya
Perawatan jangka panjang
. Ia yakin bahwa kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk merumuskan kebijakan yang selaras dengan kondisi di Indonesia.
“Kami berupaya agar strategi pembiayaan yang diterapkan dapat menjamin kesinambungan program dan menjaga kualitas layanan kesehatan bagi seluruh peserta,” tambah Mahlil.
Hadir dalam panel diskusi, Specialist dari Divisi Perencanaan dan Anggaran Kantor Keamanan Kesehatan Nasional (NHSO) Thailand, Piyanart Luangwilaiwan dan Wakil Direktur Layanan Asuransi Kesehatan Nasional (NHIS) Republik Korea, Hyunjin Cho. (WEB)
Pelukan Suami dan Rujukan BPJS Kesehatan: Jalan Pulang Murni dari Jurang Depresi
Skema Berbagi Klaim BPJS Kesehatan dan Asuransi Swasta Mulai Berjalan






















