Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Wisata

Cek Jadwal Penerbangan! 38 Pesawat Airbus Dihentikan Karena Mandat Keselamatan Eropa

4
×

Cek Jadwal Penerbangan! 38 Pesawat Airbus Dihentikan Karena Mandat Keselamatan Eropa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MCNNEWS.ID

Example 300x600

Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud), meminta seluruh maskapai untuk memastikan bahwa computer aileron elevator (ELAC) pada pesawat Airbus A320 dalam keadaan baik sebelum kembali melakukan penerbangan.

Perintah ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari perintah darurat yang dikeluarkan oleh Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dan mulai berlaku pada hari Sabtu (29/11/2025) pukul 06.59 WIB.

Kepala Badan Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyatakan, otoritas penerbangan di berbagai negara, termasuk Indonesia, akan menerapkan peraturan EASA tersebut.

“Kondisi ini diperkirakan memengaruhi operasional penerbangan karena banyak pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia maupun dunia,” katanya dalam pernyataan di Jakarta, Senin 1 Desember 2025.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah bekerja sama dengan enam maskapai yang menerbangkan pesawat Airbus A320, antara lain Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Pelita Air, dan TransNusa.

Dari total 207 pesawat, sebanyak 143 unit sedang beroperasi secara aktif, sedangkan 38 pesawat atau sekitar 26% dari jumlah tersebut diketahui terpengaruh oleh peraturan keselamatan tersebut.

Maskapai saat ini sedang melakukan perbaikan terhadap pesawat yang terkena dampak, dengan perkiraan waktu perbaikan selama tiga hingga lima hari.

Namun demikian, ia meminta maskapai untuk menyiapkan tindakan penanggulangan jika terjadi keterlambatan atau pembatalan penerbangan selama masa perbaikan berlangsung, mengingat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) semakin mendekat.

“Kami mengajak penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada 30 November hingga 4 Desember 2025 untuk segera memverifikasi kembali jadwal keberangkatan melalui maskapai masing-masing,” kata Lukman.

Ia juga meminta maskapai dan pengelola bandara untuk menyesuaikan operasional secara hati-hati jika terjadi keterlambatan atau pembatalan, dengan memprioritaskan keselamatan penerbangan dan memastikan seluruh prosedur mitigasi risiko diterapkan secara konsisten.

Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) siap memperpanjang jam operasional bandara jika diperlukan sesuai dengan kemungkinan adanya gangguan jadwal penerbangan pada 30 November hingga 4 Desember 2025, sebagaimana diumumkan oleh regulator.

Diketahui, Kementerian Perhubungan memerintahkan maskapai penerbangan yang menggunakan pesawat Airbus A320 Family untuk melakukan perbaikan pada perangkat lunak armadanya guna mematuhi instruksi dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).

Kondisi ini diprediksi dapat mengganggu penerbangan karena jumlah pesawat Airbus A320 yang banyak beroperasi di Indonesia.

Siap perpanjang jam operasi

PGS. Kepala Sekretaris Perusahaan Arie Ahsanurrohim menyatakan, jika diperlukan, bandara-bandara InJourney Airports dapat memperpanjang jam operasional yang termasuk dalam prosedur manajemen keterlambatan untuk mengurangi dampak penundaan penerbangan. Saat ini beberapa bandara yang dioperasikan oleh InJourney Airports sudah berjalan 24 jam.

Arie mengatakan, InJourney Airports bekerja sama dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kesiapan operasional di lapangan.

“Penyesuaian skenario operasional akan dilakukan sesuai dengan perubahan jadwal penerbangan agar tetap memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Mengenai situasi ini, InJourney Airports mengajak calon penumpang pesawat yang memiliki tiket penerbangan antara 30 November hingga 4 Desember 2025 untuk memverifikasi kembali jadwal keberangkatan atau mengikuti informasi terkini dari maskapai.

“Jika jadwal penerbangan telah dipastikan, kami menghimbau kepada calon penumpang pesawat untuk tiba lebih awal di bandara sekitar 2-3 jam sebelum keberangkatan. Untuk maskapai, kami meminta agar segera memberi tahu calon penumpang jika terjadi perubahan jadwal penerbangan,” ujarnya.

InJourney Airports saat ini mengelola sebanyak 37 bandara, termasuk lima bandara terbesar di Indonesia yaitu Soekarno-Hatta Tangerang, I Gusti Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, dan Kualanamu Deli Serdang. (*)

Penulis

Author Profile
Onwer di  | Web

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.

Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.

Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250