MCNNEWS.ID– Bagaimana perkembangan harga emas terkini di Palangka Raya Kalteng? Harga emas batangan Galeri24 dan UBS pada hari Senin, 1 Desember 2025 tetap stabil seperti hari sebelumnya.
Ya, harga emas dari Galeri24 seberat 0,5 gram pada tanggal 30 November berada pada angka Rp 1.289.000, dan pada 1 Desember 2025 tetap berada di posisi yang sama yaitu Rp 1.289.000.
Sementara harga emas seberat 0,5 gram dari UBS kemarin mencapai Rp 1.341.000, dan saat ini masih bertahan di angka yang sama, yaitu Rp 1.341.000.
Harga emas hari ini diumumkan oleh situs resmi Pegadaian pada hari Senin, 1 Desember 2025 pagi hari.
Berikut adalah daftar harga emas batangan dari Galeri24 dan UBS:
Harga Emas Batangan Galeri24
0.5 gram: Rp 1.289..000
1 gram: Rp 2.458.000
2 gram: Rp 4.83.000
5 gram : Rp 12.018.000
10 gram: Rp 23.970.000
25 gram: Rp 58.778.000
50 gram: Rp 119.463.000
100 gram: Rp 238.808.000
250 gram: Rp 593.224.000
500 gram: Rp 186.447.000
1000 gram: Rp 2.372.893.000
Harga Emas Batangan UBS
0.5 gram: Rp 1.341.000
1 gram: Rp 2.481.000
2 gram: Rp 4.923.000
5 gram : Rp 12.164.000
10 gram: Rp 24.201.000
25 gram: Rp 60.383.000
50 gram: Rp 120.518.000
100 gram: Rp 240.940.000
250 gram: Rp 602.172.000
500 gram: Rp 1.202.929.000
Di Pegadaian Palangka Raya, pada Selasa 25 November 2025 lalu, semua jenis emas mengalami penurunan harga untuk produk Galeri 24 dan UBS.
Dikutip dari situs resmi Pegadaian, harga emas Galeri24 sebesar Rp2.384.000 per gram mengalami penurunan sebesar Rp5.000 dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp2.389.000 per gram.
Sementara harga emas UBS sebesar Rp2.393.000 per gram mengalami penurunan sebesar Rp11.000 dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp2.404.000 per gram.
Emas sering menjadi pilihan utama dalam berinvestasi karena dianggap mampu memberikan stabilitas sekaligus tingkat keamanan yang besar, terutama ketika situasi ekonomi penuh ketidakpastian.
Sebagai aset yang aman, emas telah terbukti mampu mempertahankan nilainya dan sering kali mengalami peningkatan saat pasar sedang tidak stabil.
Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh perubahan harga emas di pasar internasional, kurs rupiah terhadap dolar, serta situasi permintaan di pasar lokal yang ditentukan oleh besarnya minat masyarakat.
Cara Mengenali Emas Asli dan Palsu
Konsumen yang ingin berinvestasi emas diharuskan memahami jenis emas yang akan dibeli beserta ciri-cirinya agar terhindar dari penipuan.
Jangan sampai malah merugi karena membeli dengan harga lebih murah, tetapi justru mengalami kerugian akibat barang yang tidak asli atau bahkan emas yang palsu.
Berikut beberapa cara membedakan emas asli dengan palsu yang diambil dari situs Galeri 24, berlaku untuk memeriksa emas batangan maupun emas perhiasan.
1. Temukan tanda khusus emas atau kode produksinya
Cara pertama untuk membedakan emas asli dan palsu adalah dengan melakukan pemeriksaan visual dan mencari tanda tertentu pada logam tersebut.
Biasanya nomor resmi yang tercantum pada logam mulia berupa emas. Pada kebanyakan kondisi, barang emas akan memiliki tanda atau disebut juga sebagai ciri khas yang menunjukkan kadar emas yang terkandung di dalamnya.
Perhatikan tanda ini dengan teliti untuk memastikan bahwa barang yang Anda miliki adalah asli.
Di sisi lain, untuk memastikan keaslian emas perhiasan, beberapa perhiasan yang lebih tua mungkin kehilangan tanda atau kode mereka akibat aus.
Perhiasan emas tiruan juga memiliki beberapa ciri yang menyerupai asli, bahkan bisa membingungkan sehingga disarankan tidak hanya mengandalkan uji ini saja, agar dapat melanjutkan dengan pengujian keaslian lainnya.
2. Tes magnet
Cara mengenali emas asli dan palsu yang kedua adalah dengan menggunakan uji magnet, karena emas asli tidak akan tertarik oleh magnet, sedangkan emas palsu yang mengandung besi atau logam lainnya biasanya dapat ditarik oleh magnet.
Namun tidak selalu mungkin memastikan hasil dari metode ini karena metode tersebut juga bisa menghasilkan perbedaan.
Saat melakukan pengujian magnet, hindari menggunakan magnet kulkas umum karena tidak akan berfungsi.
Maka carilah magnet yang memiliki daya tarik lebih kuat, biasanya dijual di toko bahan bangunan atau magnet untuk menutup tas atau dompet wanita juga bisa dicoba.
3. Uji tenggelamkan emas
Cara ketiga untuk membedakan emas asli dan palsu adalah dengan menguji kepadatannya, karena emas memiliki sifat padat dan biasanya tenggelam ketika dimasukkan ke dalam segelas air, mengingat perhiasan emas 24 karat memiliki berat 19 gram per ml.
Saat menjalani tes ini, pastikan tidak ada batu permata atau aksesoris lainnya agar tidak mengganggu hasilnya.
4. Uji Keausan
Cara keempat untuk membedakan emas asli dan palsu adalah dengan melakukan uji ketahanan gesekan.
Tanda lain yang menunjukkan bahwa emas tidak sepenuhnya murni adalah adanya tanda keausan pada barang tersebut. Jika emas mengalami aus, tergores, atau berbintik, maka kemungkinan besar bukan emas murni.
Cek permukaan dan sekitar tepi koin atau perhiasan. Jika terdapat jenis logam atau warna lain yang muncul dari bawah emas, barang tersebut kemungkinan memiliki lapisan emas dengan perak, tembaga, atau kuningan di bagian bawahnya.
5. Uji Asam Nitrat
Cara mengenali emas asli dan palsu yang kelima adalah dengan menggunakan uji asam nitrat, tetapi harus dilakukan secara terbatas.
Pada uji asam nitrat, keaslian emas ditentukan berdasarkan warna yang dihasilkan.
Cara melakukan pengujian, letakkan emas di atas piring berbahan stainless steel. Jangan lupa mengenakan kacamata pelindung karena proses ini bisa menghasilkan asap.
Kemudian, teteskan beberapa tetes asam nitrat ke perhiasan dan amati hasilnya.
Jika logam berubah menjadi hijau, maka itu merupakan logam yang tidak mulia.
Namun, jika berubah menjadi emas, maka itu adalah kuningan yang dilapisi emas. Jika menghasilkan reaksi mirip dengan susu, maka itu adalah perak yang dilapisi emas. Tidak ada reaksi sama sekali berarti emas tersebut asli.
Jenis-jenis emas
Berdasarkan Karat
Kadar merupakan standar yang digunakan untuk menilai keaslian emas.
1.24 Karat: Ini merupakan emas yang paling murni, dengan kadar emas sebesar 99,99 persen. Emas 24 karat sangat lembut, sehingga tidak cocok untuk perhiasan yang digunakan setiap hari, tetapi sangat sesuai untuk investasi dalam bentuk batangan atau koin.
2. Emas 22 Karat: Logam ini terdiri dari 91,67 persen emas murni dan sisanya merupakan campuran logam lain. Emas 22 karat lebih kuat dibandingkan emas 24 karat, sehingga sering digunakan dalam pembuatan perhiasan.
3. 18 Karat: Emas 18 karat terdiri dari 75% emas murni. Tingkat kebersihan ini menjadi pilihan yang umum digunakan untuk perhiasan karena cukup kokoh, tahan lama, dan tetap memiliki nilai emas yang signifikan.
4. Emas 14 Karat: Mengandung 58,3 persen emas murni, emas 14 karat lebih kokoh dan tahan terhadap goresan dibandingkan dengan emas 18 karat. Emas ini cocok digunakan untuk perhiasan yang sering dipakai.
Berdasarkan Warna
1. Emas Kuning: Ini merupakan warna emas yang paling tradisional dan alami. Emas kuning dibentuk dengan mencampurkan emas murni bersama logam seperti tembaga dan seng. Semakin tinggi kadar emasnya, semakin terang warna kuningnya.
2. Emas Putih: Emas putih bukan merupakan warna alami, tetapi dihasilkan dari campuran emas murni dengan logam berwarna putih, seperti paladium, nikel, atau perak. Setelah dicampur, perhiasan emas putih dilapisi dengan rhodium agar memiliki kilau yang terang dan tahan lama.
3. Emas Mawar: Emas mawar memiliki tampilan merah yang khas karena dicampur dengan logam tembaga. Semakin tinggi kadar tembaganya, semakin gelap warnanya. Emas mawar dikenal lebih kuat dan awet dibandingkan emas kuning maupun putih.
(MCNNEWS.ID)






















