MCNNEWS.ID – Nama Maula Akbar, putra dari politisi ternama Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan hanya karena statusnya sebagai anak dari mantan Bupati Purwakarta tersebut, namun juga karena kisah rumah tangganya dengan pedangdut Putri Karlina yang belakangan berubah tragis. Pernikahan yang semula penuh harapan kini justru menjadi buah bibir dengan beragam spekulasi dan komentar publik.
1. Kehidupan Pribadi dan Karier Maula Akbar
Maula Akbar dikenal sebagai sosok muda yang meniti karier di berbagai bidang, termasuk bisnis dan politik. Meski usianya terbilang muda, Maula sudah mengelola sejumlah aset dan usaha yang menjanjikan. Ia diketahui aktif dalam kegiatan sosial dan beberapa kali tampil di media bersama ayahnya, Dedi Mulyadi.
Tak hanya warisan nama besar dari sang ayah, Maula juga telah mengukir jejak sebagai pengusaha muda. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kekayaannya meliputi bisnis kuliner, properti, dan investasi di sektor digital. Kendati belum secara resmi dirilis ke publik, estimasi nilai kekayaannya cukup fantastis bagi seseorang seusianya.
2. Harta Kekayaan Maula Akbar
Hartanya tercatat dalam LHKPN KPK yang dilaporkannya pada 7 Juni 2024.
Harta terbanyak Maula Akbar berasal dari tanah dan bangunan senilai total Rp1 miliar.
Kemudian diikuti oleh harta kendaraan mobil dan sepeda Polygon Collosus dengan total sebesar Rp205 juta, harta lain senilai Rp200 juta, harta bergerak lain Rp120 juta, dan kas sebesar Rp51 juta.
Namun, Maula Kabar juga memiliki utang sebesar Rp250 juta.
Berikut adalah daftar lengkap rincian harta kekayaan milik Maula Akbar Mulyadi Putra yang dikutip dari TribunJatim.com:
I. DATA KEKAYAAN
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 1.080.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 90 m2/75 m2 di KAB / KOTA PURWAKARTA, HASIL SENDIRI Rp. 360.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 90 m2/144 m2 di KAB / KOTA PURWAKARTA, HASIL SENDIRI Rp. 720.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 205.000.000
MOBIL, MITSUBISHI EXPANDER 1.5L Sport (4×2) A/T Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 185.000.000
LAINNYA, POLYGON COLLOSUS Tahun 2016, Rp. 20.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 120.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp. —-
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 51.400.000
F. HARTA LAINNYA Rp. 200.000.000
Sub Total Rp. 1.656.400.000
II. HUTANG Rp. 250.000.000
III. TOTAL KEKAYAAN (I-III) Rp. 1.406.400.000
3. Tragedi di Pesta Pernikahan
Pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina menimbulkan korban.
Tiga orang tewas dalam acara pernikahan anak Dedi Mulyadi dan anak Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.
Orang yang tewas akibat tertabrak saat antre makan gratis. Kabarnya ada 2.500 tamu undangan yang hadir di pernikahan Muala Akbar dan Putri Karlina.
Peristiwa ini terjadi di gerbang barat Alun-alun Garut, Jawa Barat, Jumat (18/7/2025).
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kamar Jenazah RSUD dr Slamet Garut, korban terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota kepolisian Polres Garut.
4. Kronologi Kejadian
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerumunan mulai memadati area sejak usai salat Jumat.
Warga terlihat sudah antri di dua gerbang pendopo untuk mendapatkan makanan gratis yang disediakan panitia.
Namun, situasi menjadi tidak terkendali saat warga berdesak-desakan di gerbang hingga menyebabkan korban terinjak-injak.
Dikutip dari Tribun Jabar, ibunda Vania, Mela Putri, mengonfirmasi bahwa anaknya termasuk salah satu korban meninggal dunia.
“Ia adalah anak saya yang meninggal,” katanya dengan suara lirih kepada wartawan di RSUD dr. Slamet Garut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti insiden serta prosedur pengamanan acara.
5. Identitas Korban
Identitas Korban Ketiga korban tewas telah teridentifikasi sebagai berikut:
- Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.
- Dewi Jubaedah (61), warga Jakarta Utara.
- Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Polres Garut.
Petugas membawa jenazah Vania dan Dewi ke Ruang Jenazah RSUD dr Slamet Garut, sementara mereka mengantarkan jenazah Bripka Cecep ke Rumah Sakit Guntur Talun.
Sebelumnya, Maula Akbar, putra sulung Gubernur Jabar Dedi Mulyadi secara resmi menikah dengan Luthfianisa Putri Karlina yang juga Wakil Bupati Garut.
Akad nikah berlangsung khidmat pada Rabu (16/7/2025) pukul 13.00 WIB di Pendopo Garut.
Pada malam harinya, pihak keluarga menggelar resepsi pernikahan yang dihadiri oleh orang-orang terdekat. Sementara itu, mereka menyelenggarakan acara khusus untuk warga Garut dan sekitarnya pada hari ini, Jumat (18/7/2025). Salah satu alasan mereka mengadakan syukuran hari ini adalah agar warga bisa hadir dengan lebih leluasa.
6. Dedi Mulyadi Meminta Maaf
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut berbelasungkawa terhadap korban meninggal dunia dalam pesta pernikahan anak kandungnya.
Dia juga memberikan santunan sebesar Rp 150 juta kepada keluarga korban.
Dedi mengakui sudah memerintahkan stafnya berangkat ke Garut untuk bertemu dengan keluarga korban.
“Saya menyampaikan, hari ini saya sudah meminta staf saya untuk menemui seluruh keluarganya dan menyampaikan uang duka dari saya sebagai Gubernur Jawa Barat terhadap warga saya yang hari ini mengalami musibah. Kami menyampaikan uang duka sebesar Rp150 juta per keluarga,” kata Dedi, Jumat (18/7/2025).
Dedi mengatakan, dari informasi yang diterimanya saat ini ada tiga orang meninggal dunia karena berdesak-desakan dalam acara pesta rakyat tersebut.
“Dua orang warga dan satu orang anggota (polisi). Tapi tidak tahu, mungkin bisa berubah. Hari ini seluruh staf saya sudah berangkat. Saya mengikuti kegiatan yang ada di sini (Bandung),” katanya.
Dedi mengakui tidak tahu bahwa anaknya, Maulana Akbar, bersama istrinya, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengadakan acara syukuran berupa makan gratis untuk warga dalam rangkaian pernikahannya di Kabupaten Garut.
Informasi yang diterimanya justru malam ini diadakan kegiatan pesta rakyat bersama masyarakat Garut.
“Karena peristiwanya sudah terjadi, saya menyampaikan rasa duka cita. Saya berdoa agar Allah menerima iman Islam almarhum dan almarhumah, mengampuni segala dosanya, dan menempatkannya di tempat yang mulia di sisi-Nya,” ujarnya.
Dedi juga menyampaikan permintaan maaf atas nama anaknya Maula dan Putri, karena akibat acara tersebut sejumlah warga Garut meninggal dunia.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut,” katanya.
Peristiwa ini, katanya, harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar mempertimbangkan berbagai kemungkinan saat menyelenggarakan acara yang melibatkan banyak orang.
“Termasuk juga persiapan keamanan yang memadai. Dan saya selalu mengimbau agar tidak boleh mengadakan kegiatan di ruangan sempit dengan jumlah orang yang terlalu banyak,” katanya.


















