MCNNEWS.ID, SEMARANG
Semarang memiliki kota lama yang menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan dalam merayakan malam tahun baru 2026.
Destinasi utama Kota Lumpia ini dipilih oleh para wisatawan untuk merayakan pergantian tahun karena suasana yang menyenangkan.
Selain itu, para pengunjung memilih lokasi ini karena terdapat banyak titik foto yang menarik.
Pengamatan Tribun Jateng, Kota Lama Semarang dipenuhi ratusan pengunjung sejak Rabu (31/12/2025) pukul 20.00.
Akses jalan menuju Kota Lama Semarang yang biasanya digunakan oleh kendaraan bermotor akhirnya ditutup, pada pukul 21.00.
Tidak ada arus lalu lintas kendaraan yang memudahkan para pengunjung untuk lebih bebas berfoto.
Hingga Kamis (1/12/2026) pagi, Kota Lama masih dipenuhi oleh pengunjung.
Pengunjung dari Padang, Yurike Meysa (21) menyatakan, ia terkesan dengan Kota Lama Semarang karena merupakan kunjungan pertamanya ke tempat wisata tersebut.
“Bagus dan ramai,” ujar Meysa kepada Tribun Jateng, Rabu (31/12/2025).
Para mahasiswa dari sebuah universitas swasta di Kota Semarang mengatakan, Kota Lama Semarang cocok digunakan untuk merayakan malam tahun baru karena banyak lokasi yang bagus untuk berfoto.
“Saya datang ke sini karena penasaran, akhirnya bisa terjawab setelah berkunjung langsung ke sini,” katanya.
Pengunjung dari Kebumen, Geovani Anabela (19) mengatakan, memilih Kota Lama Semarang untuk merayakan tahun baru karena lokasi tersebut ramai dan pantas dikunjungi.
Ia kali pertama menghabiskan malam Tahun Baru di Kota Lama.
“Di sini ramai, banyak pengunjung serta banyak lokasi yang cocok untuk berfoto,” katanya.
Para pengunjung Kota Lama Semarang berharap bersama bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh kebahagiaan, situasi politik Indonesia lebih baik, serta Indonesia terhindar dari bencana alam.
“Ya mengenai resolusi 2026, Indonesia semakin menjadi lebih baik dan aman,” ujar Geovani.
Di sisi lain, pengunjung dari Salatiga, Rois Farhan Maulana (20), mengatakan bahwa ia sudah sering kali menghabiskan malam Tahun Baru di Kota Lama.
“Sebagian besar dua tahun terakhir saya menghabiskan malam tahun baru di Kota Lama Semarang karena tempatnya tenang dan menyediakan banyak lokasi foto,” kata Rois.
Ia menyadari bahwa Kota Semarang memiliki larangan merayakan tahun baru dengan kembang api.
Meskipun demikian, hal itu tidak mengurangi keinginannya untuk menghabiskan malam Tahun Baru di kota ini.
“Ya, tetap ingin berjalan-jalan ke Kota Semarang saja, meskipun suasana berbeda pada malam tahun baru kali ini karena ingin menghormati saudara kita yang sedang mengalami bencana di Sumatera,” katanya.
Libur Nataru
Selain di malam Tahun Baru, Kota Lama juga menjadi tujuan para pengunjung selama Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Bahkan, data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah menunjukkan bahwa Kota Lama Semarang memiliki jumlah kunjungan terbanyak dibandingkan destinasi wisata lainnya di Jateng selama libur Nataru.
Jumlah pengunjung di kawasan tersebut mencapai 310.224 orang selama periode 20 hingga 28 Desember.
Angka pengunjung ke Kota Lama meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan Candi Borobudur yang tercatat sebanyak 93.170 orang.
Masjid Agung Demak menempati posisi kedua dengan jumlah pengunjung sebanyak 203.512 orang, makam Sunan Kalijaga mencatatkan 173.190 kunjungan, Taman Wisata Candi Prambanan mendapat 152.817 pengunjung, dan Masjid Raya Syekh Zayed Solo memiliki 108.021 kunjungan.
Destinasi pariwisata lain yang juga diminati oleh para pengunjung, yaitu Wilayah Dieng Banjarnegara dengan 91.089 kunjungan, Owabong Purbalingga sebanyak 73.001 kunjungan, Pantai Karangjahe Rembang mencapai 71.387 kunjungan, serta Lawangsewu Semarang dengan 67.071 kunjungan.
Di tingkat kabupaten/kota, Kota Semarang mencatatkan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak selama liburan Natal 2025, yaitu sebanyak 431.754 kunjungan.
Kabupaten Demak berada di peringkat kedua dengan jumlah kunjungan sebanyak 412.453, diikuti oleh Klaten yang mencatatkan 390.373 kunjungan, Rembang dengan 227.912 kunjungan, dan Kota Solo yang memiliki 214.773 kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Tengah, Muhamad Masrofi menyampaikan, besar minat para pengunjung ke Kota Lama tidak terlepas dari upaya perbaikan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kota Lama kini telah mengalami perbaikan, fasilitasnya semakin memadai, pencahayaan lebih terang, serta banyak ditemukan kafe dan ruang publik yang menarik,” kata Masrofi, Senin (29/12/2025).
Ia menilai, Kota Lama menjadi objek wisata utama di Kota Semarang karena tidak memerlukan biaya masuk, sehingga para pengunjung dapat datang, berjalan-jalan, dan berfoto untuk menikmati area tersebut tanpa dikenakan ongkos.
Selain itu, posisi Kota Lama yang bersebelahan langsung dengan Stasiun Semarang Tawang memungkinkan para wisatawan dari luar daerah untuk dengan mudah mengakses kawasan tersebut.
“Pengunjung datang untuk melihat jejak sejarah, mengambil foto, serta menikmati suasana. Pembayaran biasanya dilakukan saat mereka makan atau menggunakan fasilitas lain,” tambahnya.
Patroli jalan kaki
Di sisi lain, Polrestabes Semarang mengirimkan 1.350 personel untuk menjaga perayaan malam Tahun Baru 2026.
Ratusan petugas ditempatkan di 18 titik pengamanan serta empat pos pelayanan dan satu pos gabungan.
Mereka juga ditempatkan untuk mengawasi keramaian malam tahun baru di antaranya di Simpanglima, Kota Lama, pusat pemerintahan serta beberapa lokasi kegiatan lainnya.
“Pengiriman personel ini diharapkan mampu memastikan kegiatan masyarakat dalam perayaan tahun baru nanti benar-benar terlindungi dan dapat kita jalani dengan baik,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi.
Ia mengatakan, anggota melakukan pengawasan dengan menggunakan sepeda motor, mobil, dan berjalan kaki.
“Kami melakukan patroli jalan kaki di Kota Lama agar para wisatawan merasa nyaman saat berwisata,” ujarnya.(Iwan Arifianto/Kompas.com)
Penulis
Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.
Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.
Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.






























