MCNNEWS.ID
Seorang perempuan mengakui kini lebih waspada dalam menggunakan media sosial setelah mengalami kejadian tak terduga.
Melalui aplikasi Threads, ia menceritakan pengalamannya dihubungi oleh seseorang asing yang secara terbuka menyampaikan keinginan untuk menjadi selir atau istri kedua.
Dikutip dari Mstar.com Kamis (1/1/2026), perempuan itu menerangkan bahwa orang asing tersebut menghubunginya setelah sering melihat unggahan mengenai keluarganya di media sosial.
Minat orang asing muncul dari materi yang menampilkan kehidupan keluarga wanita tersebut, terutama bagaimana suaminya menghadapi istrinya dan anak-anak mereka.
“Pernah ada seseorang datang kepadaku dan mengatakan dia ingin menjadi madu,” tulis perempuan itu.
Ia mengatakan bahwa orang asing tersebut menyampaikan alasan secara langsung.
“Salah satu alasannya, dia senang melihat unggahan mengenai keluargaku. Dia menyukai cara suamiku memperlakukanku dan anak-anak,” tulisnya lagi.
Berdasarkan pengakuannya, orang asing tersebut berharap anak-anaknya memiliki kehidupan yang sama di masa depan.
Gambaran keluarga yang dilihatnya melalui media sosial dianggap sebagai contoh kehidupan rumah tangga yang diinginkannya. Hal ini membuat perempuan tersebut kaget karena unggahan yang ia anggap biasa justru mendapat interpretasi berbeda dari orang lain.
Permintaan itu dianggap tidak terduga. Perempuan tersebut mengakui bahwa ia baru menyadari bahwa media sosial berdampak signifikan terhadap cara orang lain melihat dan membayangkan kehidupan seseorang.
Ia menyatakan bahwa manusia tidak hanya melihat materi yang dipublikasikan, tetapi juga membayangkan diri mereka berada dalam situasi tersebut.
“Pada saat itulah aku menyadari, media sosial memiliki dampak yang besar. Orang tidak hanya sekadar melihat, tetapi mereka membayangkan. Mereka meletakkan diri mereka dalam kehidupan kita, di tempat kita,” tulisnya.
Setelah peristiwa itu, ia memutuskan untuk lebih waspada dalam membagikan materi, khususnya yang berkaitan dengan keluarganya.
Pada unggahan yang sama, perempuan tersebut menyampaikan pesan kepada sesama wanita untuk lebih berhati-hati saat membagikan kehidupan pribadi di platform media sosial.
Ia menekankan bahwa materi mengenai keluarga, khususnya yang memuji pasangan, dapat menciptakan pandangan yang berbeda di mata orang lain.
“Berhati-hati saat berbagi tentang keluarga, terutama ketika memuji suami. Apa yang terlihat manis dan biasa bagi kita mungkin terasa aneh bagi orang lain,” tulisnya.
Ia juga menyebutkan bahwa di antara orang-orang yang merasa tidak nyaman, terdapat pihak yang memperhatikan dan memiliki keinginan yang sama.
Namun, perempuan tersebut menegaskan bahwa unggahannya tidak ditujukan untuk memengaruhi atau melarang orang lain dalam menggunakan media sosial. Ia menyampaikan bahwa pengalamannya dibagikan agar bisa menjadi pelajaran bersama. Menurutnya, tidak semua kebahagiaan harus dipublikasikan.
“Terkadang, orang yang paling tidak kita duga justru paling teliti dalam memperhatikan. Jaga ketenangan hati. Tidak semua kebahagiaan harus dibagikan,” tulisnya dalam unggahan lanjutan.
Unggahan ini mendapatkan perhatian besar dari pengguna internet. Kolom komentar diisi dengan berbagai macam respons, mulai dari yang menyatakan persetujuan hingga yang menceritakan pengalaman serupa.
Banyak pengguna internet mengakui pernah mengalami kejadian yang serupa atau mengetahui kasus serupa yang terjadi pada orang di sekitar mereka.
Beberapa pendapat menunjukkan bahaya munculnya perasaan dengki dan keinginan untuk menggantikan posisi seseorang akibat terlalu banyak berbagi kehidupan pribadi.
“Tidak semua orang baik, ada yang iri dan ada yang berharap menggantikanmu, waspada,” tulis seorang pengguna internet.
Komentar lain menganggap bahwa semakin banyak aspek kehidupan pribadi yang diungkapkan melalui media sosial, semakin tinggi risiko munculnya konsekuensi buruk.
(cr31/MCNNEWS.ID)




















