MCNNEWS.ID
RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, Jawa Tengah, berkembang bersama BPJS Kesehatan. Menandai kolaborasi yang telah berjalan selama 10 tahun sejak 1 Desember 2015, rumah sakit swasta tipe C ini berkomitmen menyelenggarakan pelayanan yang efisien, cepat, dan merata.
Kepala Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo, dr Dedi Prasetya, Sp. BA., menceritakan, pada masa awal kerja sama dengan BPJS Kesehatan, jumlah kunjungan masih terbatas. Sekarang, perkembangan jumlah pasien yang datang menunjukkan tren yang stabil dari tahun ke tahun.
Keramahan Sebenarnya
Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo menjadi tempat pilihan untuk layanan kesehatan bagi warga Wonosobo dan sekitarnya.
“Oleh karena itu, kami terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar ikut mewujudkan jaminan kesehatan yang bermutu, tanpa adanya pemrosesan yang tidak adil,” kata Dedi—yang biasa dipanggil demikian. Senin (1/12/2025).
Pada tahun 2025, mereka mampu memberikan layanan kepada sekitar 370 pasien rawat jalan dan 34 pasien rawat inap setiap harinya. Sekitar 80 persen dari jumlah tersebut merupakan peserta JKN.
Mengusung semboyan “Keramahan Sebenarnya”, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo terus berupaya memberikan layanan yang berfokus pada kemanusiaan, serta meningkatkan kemampuan pelayanan, fasilitas, dan peningkatan mutu klinis.
Sementara menghadapi perubahan sistem pembayaran dari fee for service ke INA-CBGs, rumah sakit terus memperkuat Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya Internal guna mengawasi penggunaan layanan JKN. Selain itu, standarisasi pelayanan dilakukan melalui pengendalian obat sesuai formularium nasional serta ketaatan terhadap clinical pathway—yang juga terus dievaluasi secara berkala.
Kepuasan Pelayanan
“Kepuasan pelayanan bagi peserta JKN tidak terlepas dari kontribusi tenaga kesehatan maupun non kesehatan yang ada di rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, apoteker klinis, manajer layanan pasien, casemix, petugas IT, serta tenaga lainnya,” katanya.
Dalam satu dekade kemitraan ini, pihaknya terus memperkuat komunikasi dan koordinasi secara berkala, baik secara online maupun offline dalam menyampaikan serta mengevaluasi kesesuaian, serta meningkatkan kualitas layanan bagi peserta JKN di tengah perubahan regulasi yang cukup cepat.
Sebagai bentuk komitmen untuk menyediakan pelayanan yang mudah, cepat, dan adil, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo melakukan penyederhanaan alur pelayanan, peningkatan efisiensi proses pelayanan, serta pengawasan kualitas yang jelas. Salah satu contohnya terlihat dari waktu pelayanan rawat jalan yang kini dapat selesai dalam sekitar 2 jam. Mulai dari proses registrasi hingga pasien mendapatkan obat sebagai bagian dari rangkaian layanan.
“Kami berkomitmen untuk mendukung program JKN dengan semangat kerja sama. Menciptakan pelayanan yang terbaik dan ramah dengan layanan kesehatan berkualitas, setara tanpa membeda-bedakan kepada seluruh peserta BPJS, karena setiap nyawa layak mendapatkan perlindungan yang sama,” tuturnya.
Di sisi lain, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti mengapresiasi komitmen RS PKU Muhammadiyah Wonosobo yang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi peserta JKN. Termasuk dengan memperkuat digitalisasi pelayanan. Ia menyampaikan bahwa transformasi digital di fasilitas kesehatan merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas dan efisiensi layanan.
“Beberapa tahun terakhir, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo menunjukkan perkembangan yang signifikan, khususnya dalam penerapan layanan berbasis digital. Mulai dari pendaftaran pasien, pengelolaan antrean, hingga penyelarasan data dengan BPJS Kesehatan dilakukan secara lebih canggih dan terorganisir. Hal ini memberikan pengalaman pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan jelas bagi peserta JKN,” kata Maya.
Ia menuturkan, digitalisasi juga membantu rumah sakit dalam memastikan keakuratan data, mempercepat proses pelayanan, serta meningkatkan koordinasi dengan BPJS Kesehatan, khususnya dalam hal verifikasi administrasi, pengajuan klaim, dan pemantauan kualitas layanan.
“Adopsi teknologi digital memungkinkan proses pelayanan berjalan lebih efisien serta mengurangi hambatan. RS PKU Muhammadiyah Wonosobo telah menunjukkan kesiapan dalam menghadapi perubahan yang sedang dilakukan BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Maya berharap inisiatif modernisasi ini terus dilanjutkan dan diperkuat, mengingat kebutuhan peserta JKN semakin berkembang dan memerlukan layanan yang lebih tanggap.
“Kami melihat komitmen yang kuat dari pihak manajemen rumah sakit dalam upaya terus meningkatkan kualitas proses layanan. Kerja sama berbasis digital seperti ini sangat penting agar peserta JKN dapat memperoleh pelayanan yang maksimal, merata, dan berfokus pada kebutuhan pasien,” tambahnya. (put/lis)
Penulis
Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.
Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.
Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.































