MCNNEWS.IDRante Kalua di Lembang Batualu Selatan, Kecamatan Sanggalla Selatan, Tana Toraja, menjadi tempat istimewa bagi para penggemar alam.
Dikelilingi pemandangan Gunung Sinaji dan udara pegunungan yang segar, tempat ini menawarkan pengalaman liburan yang tenang dan menyenangkan.
Nama Rante Kalua mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia.
Namun, objek wisata yang berada di Lembang Batualu Selatan, Desa Sanggalla Selatan, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, kini mulai menarik perhatian sebagai destinasi baru dalam dunia pariwisata alam Toraja.
Berjarak sekitar 40 menit dari pusat Kota Makale, pengunjung bisa mencapai lokasi dengan melewati jalan utama Makale–Rantepao, lalu berbelok ke arah Sanggalla dan melalui kawasan wisata Makula.
Akses yang cukup mudah ini menyebabkan Rante Kalua mulai diminati oleh wisatawan lokal yang ingin sekadar melepas kejenuhan atau menikmati akhir pekan bersama keluarga.
Tiket Tour 1 Hari Toraja
Keunikan Rante Kalua terletak pada pemandangan alam yang luas dan terbuka, menawarkan pemandangan hijau yang indah dengan latar belakang megahnya Gunung Sinaji.
Area ini juga dilengkapi beberapa bangunan gasebo dengan atap ilalang yang menciptakan nuansa tradisional dan cocok digunakan sebagai tempat bersantai atau bermain.
Kepala Desa Batualu Selatan, Paradyan Rizky Londong Allo, yang juga merupakan cucu dari pemilik lahan tersebut mengungkapkan bahwa lokasi ini pernah dijadikan rencana sebagai bandara udara Toraja, tetapi rencana tersebut tidak terwujud karena masalah lahan.
“Dulunya lokasi ini pernah ditawarkan untuk dijadikan Bandara Udara Toraja, tetapi keluarga tidak menginginkan menjualnya,” kata Paradyan saat diwawancarai di lokasi, Rabu (18/7/2025) siang kemarin.
Kini, daripada berfungsi sebagai bandara, kawasan tersebut justru berkembang menjadi tujuan wisata alam yang memiliki potensi besar.
Selain digunakan sebagai tempat bersenang-senang, Rante Kalua juga merupakan lokasi yang cocok untuk kegiatan keluarga seperti berkemah, memancing, serta menjadi tempat latihan dan pameran drone Pramuka.
Udara yang segar, angin pegunungan yang lembut, serta suasana yang damai membuatnya menjadi tempat persembunyian ideal dari kebisingan kota.
Berkat keindahan alam yang luar biasa dan fasilitas pendukung yang terus berkembang, Rante Kalua layak dianggap sebagai salah satu tujuan wisata andalan Toraja Selatan.
Bagi penggemar destinasi wisata yang menawarkan suasana tenang dan penuh ketenangan, Rante Kalua bisa menjadi pilihan yang tidak kalah menarik dibandingkan tempat populer lainnya.
Booking hotel Tana Toraja
Kuliner Khas Toraja
Melakukan liburan ke Toraja belum sempurna jika belum mencoba berbagai hidangan kuliner khas daerah ini.
Berikut ini beberapa makanan khas Toraja yang dapat kamu coba:
1. Dangkot
Meskipun namanya menarik, Dangkot tidak berarti “kotor.”
Ini merupakan singkatan dari daging yang berasal dari bebek atau ayam yang dimasak menggunakan bumbu khas Toraja, seperti bawang putih, bawang merah, cabai, kemiri, serta rempah lokal.
Rasanya menyengat, lezat, dan sangat khas.
Biasanya dimasak hingga kering dan cocok disajikan dengan nasi hangat.
2. Lending Pantollo’ (Belut Pedas)
Belut dimasak menggunakan campuran bumbu merah khas Toraja, seperti cabai, bawang, dan daun bawang.
Rasa utamanya pedas dan gurih dengan aroma khas dari belut yang dimasak menggunakan rempah-rempah segar.
3. Pantollo’ Bale (Ikan Kuah Merah)
Ikan air tawar seperti lele atau ikan mas dimasak dengan kuah merah yang terbuat dari cabai dan bumbu rempah.
Rasanya mengandung rasa pedas yang segar, dan sangat sesuai bagi penggemar masakan berkuah dengan cita rasa khas dataran tinggi.
4. Pa’piong Manuk (Ayam dalam Bambu)
Ayam dimasukkan ke dalam anyaman bambu bersama daun miana, kelapa parut, dan bumbu yang telah dihaluskan, kemudian dipanggang.
Rasa kayu bakar yang menghasilkan aroma yang unik dan menarik.
5. Pa’piong Burak (Ulat Sagu Panggang)
Ulat sagu dimasak menggunakan bambu bersama kelapa dan bumbu.
Teksturnya lembut dan renyah, cocok untuk penggemar makanan ekstrem.
6. Pokon
Makanan yang terbuat dari tepung beras, lalu dimasak dan dibungkus dengan daun, umumnya digunakan dalam acara adat.
Terasa halus, agak manis, dan memiliki makna simbolis.
7. Kririk Toraja (Keripik Ubi Ungu)
Ubi lokal dipotong halus, digoreng hingga kering, lalu ditaburi gula merah.
Keripik yang renyah dan manis, cocok sebagai camilan.
8. Tutuk Utan
Daun ubi dihancurkan bersama kelapa parut dan bumbu yang sederhana.
Rasanya alami gurih dan cocok sebagai pelengkap nasi.
9. Kapurung
Makanan khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari tepung sagu, dibentuk menjadi bola, dan disajikan bersama kuah sayur serta ikan.
Teksturnya unik dan lembut.
10. Pangrarang (Daging Berbumbu Hitam)
Daging dimasak menggunakan bahan rempah dan darah, menghasilkan warna hitam yang pekat.
Terasa sangat lezat dan bumbu yang kaya.
(Cynthia/MCNNEWS.ID) (TribunToraja)






















