
PIKIRAN RAKYAT –Saat hidung mulai mengeluarkan lendir dan batuk membuat tubuh terasa tidak nyaman, hampir semua orang mengatakan bahwa “Saya sedang flu”. Namun, apakah benar orang tersebut mengalami flu? Atau justru kondisi yang berbeda? Mari kita pelajari istilah flu dengan lebih teliti.
Selasa, 30 September 2025, diadakan sebuah seminar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang membahas topik mengenai influenza. Ditemukan bahwa istilah “flu” yang selama ini kita anggap sebagai jenis batuk pilek biasa, sebenarnya tidak memiliki makna yang sama dengan influenza sesungguhnya.
Semua Batuk dan Hidung Tersumbat adalah Flu: Mitos atau Fakta?
Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), sebagai ahli respirologi IDAI, menjelaskan bahwa istilah “flu” adalah singkatan dari influenza, yang sebenarnya tidak sama dengan arti yang sering dipahami sehari-hari. Influenza merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza, penyakit ini terjadi akibat infeksi saluran pernapasan dan bisa sangat berbahaya karena menular serta berpotensi mematikan.
Padahal, sebenarnya batuk pilek yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah sakit tenggorokan atau flu biasa yang berbeda dengan influenza karena jauh lebih berbahaya.
Perbedaan Antara Influenza dan Batuk Pilek / Common Cold
Influenza berbeda dari flu biasa, perbedaan utama antara influenza (flu) dan flu biasa (batuk pilek) terletak pada tingkat keparahan serta jenis gejalanya.
Influenza asli biasanya menyerang tubuh dengan kekuatan yang lebih besar. Penderita akan mengalami demam tinggi yang tiba-tiba muncul, disertai sakit kepala parah dan nyeri otot yang sangat menyeluruh di seluruh tubuh. Rasa lelah yang dialami sangat luar biasa hingga penderita tidak mampu bangun dari tempat tidurnya. Gejala pernapasan umumnya berupa batuk kering dan sakit tenggorokan.
Namun, pada penyakit flu tidak demikian, gejalanya bersifat ringan dan terbatas pada saluran pernapasan. Gejala utamanya meliputi hidung berair, hidung tersumbat, serta batuk. Demam dan nyeri otot jarang muncul, sehingga penderita masih bisa menjalani aktivitas sehari-hari.
Kesalahan pemahaman bisa berisiko bagi diri sendiri.
Menganggap flu sebagai batuk pilek biasa adalah tindakan yang berisiko. Flu memerlukan penanganan yang berbeda dibandingkan dengan pilek, sehingga jika seseorang benar-benar mengidap flu maka harus ditangani secara serius. Flu memiliki beberapa bahaya, antara lain:
- Radang Paru (Pneumonia).
- Masalah Kesehatan Jantung dan Otak.
- Kematian, khususnya pada kelompok yang rentan seperti perempuan hamil, anak-anak, lansia, dan tenaga medis.
Berdasarkan data, anak-anak memiliki tingkat risiko tertular influenza yang dua kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok usia lainnya, sehingga perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh.
Kenali Tanda Peringatan pada Anak
Karena memiliki risiko yang lebih besar, dr. Nastiti menekankan perlunya orang tua memperhatikan tanda-tanda yang muncul pada anak saat sedang sakit. Jika muncul gejala yang tidak biasa, segera bawa ke rumah sakit. Gejala yang terjadi antara lain:
- Anak sama sekali tidak mau minum, yang berisiko menyebabkan dehidrasi.
- Detik-detik bernapas menjadi jauh lebih cepat dibanding biasanya, dan terlihat adanya tarikan pada dinding dada yang menyebabkan kesulitan dalam menghirup udara.
- Anak mengalami kejang, sehingga tubuhnya menjadi sangat lemah dan sulit berinteraksi.
Ia juga menegaskan bahwa influenza bisa dicegah dengan vaksinasi tahunan serta menjaga pola hidup yang bersih dan sehat, sehingga baik anak-anak maupun orang tua tidak mudah terkena penyakit influenza.***(Amalya Indah Puspita)
Penulis
Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.
Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.
Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.













