Kamis, Maret 12, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Pariwisata
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Pariwisata
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Agama
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Jawa Barat
  • Pendidikan
ADVERTISEMENT
Home Gaya Hidup Kesehatan

5 Fakta Menarik Semmelweis, Sang Ahli yang Dianggap Gila Karena Cuci Tangan

shanny ratman Oleh shanny ratman
07/12/2025
in Kesehatan
Waktu Membaca:4 menit membaca
A A
0
(foto dok. BBC)

(foto dok. BBC)

0
Dibagikan
0
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

Pada pertengahan abad kesembilan belas, seorang dokter muda asal Hongaria bernama Ignaz Semmelweis bekerja di Rumah Sakit Umum Wina. Pada masa itu, rumah sakit bukanlah tempat yang aman bagi semua orang, terutama bagi para ibu yang baru melahirkan.

Semmelweis prihatin melihat banyaknya perempuan yang meninggal akibat kondisi menakutkan yang dikenal sebagai demam nifas atau childbed fever. Kematian ini terjadi secara berulang hingga menjadi wabah menakutkan yang menghiasi ruang persalinan di seluruh Eropa.

Sebuah teka-teki besar terus menghantui pikiran Semmelweis setiap hari di rumah sakit tersebut. Terdapat dua klinik persalinan yang berbeda: satu dikelola oleh dokter dan mahasiswa kedokteran, sedangkan yang lain diurus oleh bidan. Anehnya, angka kematian di klinik dokter jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai tiga kali lipat.

Rahasia ini menjadi dorongan bagi Semmelweis untuk melakukan penyelidikan yang akhirnya akan mengubah dunia kedokteran selamanya, meskipun harus membayar harga yang sangat mahal bagi dirinya sendiri.

Berita Terkait

Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Jantung

Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Jantung? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

10/03/2026
makanan penurun tekanan darah

Daftar Makanan Penurun Tekanan Darah yang Terbukti Efektif Secara Medis

08/03/2026
Kenali Gejala Awal Stroke

Kenali Gejala Awal Stroke di Usia Muda, Jangan Tunggu Terlambat

08/03/2026
Viral Diet Intermittent Fasting

Viral Diet Intermittent Fasting, Apakah Aman untuk Semua Orang? Simak Penjelasan Ahli

05/03/2026

1. Terjadi suatu ketidakwajaran yang besar di ruang persalinan

(foto dok. BBC)

Bagi para ibu di Vienna abad ke-19, melahirkan di Rumah Sakit Umum Vienna merupakan risiko yang sangat besar. Di satu sisi, terdapat Klinik Bersalin Pertama yang dijalankan oleh dokter dan mahasiswa kedokteran. Sayangnya, tempat ini justru terasa seperti ruang maut. Tingkat kematian ibu akibat demam nifas di sana bisa mencapai 18 persen, sehingga banyak perempuan lebih memilih melahirkan di jalanan.

Anehnya, nasib yang berbeda 180 derajat terjadi di klinik seberang. Di Klinik Bersalin Kedua yang dikelola oleh bidan-bidan, suasana jauh lebih aman dengan tingkat kematian hanya sekitar 2 persen. Perbedaan besar ini seperti langit dan bumi menjadi obsesi Semmelweis. Ia ingin mengetahui mengapa klinik yang diisi oleh para ahli medis terpelajar justru jauh lebih berbahaya.

ADVERTISEMENT

2. Ignaz Semmelweis mendapatkan petunjuk dari sebuah bencana

Akhirnya muncul harapan dari sebuah kejadian menyedihkan. Seorang teman dan rekan kerja Semmelweis, Jakob Kolletschka, meninggal setelah tangannya secara tidak sengaja terluka pisau bedah milik seorang mahasiswa saat sedang melakukan autopsi. Gejala penyakit yang dialami Kolletschka sebelum kematiannya ternyata sangat mirip dengan gejala demam nifas yang telah membunuh banyak ibu. Semmelweis langsung menyadari adanya hubungan penting yang selama ini diabaikan.

Ia menyimpulkan bahwa dokter dan mahasiswa kedokteran membawa sejenis “partikel kematian” dari ruang otopsi ke ruang persalinan. Mereka sering kali memeriksa ibu hamil setelah melakukan otopsi tanpa terlebih dahulu mencuci tangan. Partikel yang tidak terlihat ini masuk ke dalam tubuh para ibu dan menyebabkan infeksi berbahaya. Di sisi lain, bidan tidak pernah melakukan otopsi, sehingga tangan mereka lebih bersih dan ruang mereka lebih aman.

3. Ia memperkenalkan larutan klorin sebagai cara sederhana untuk menyelesaikan masalah tersebut

Dengan mengandalkan hipotesis tersebut, Semmelweis segera bertindak. Pada tahun 1847, ia menerapkan aturan wajib yang sangat radikal pada zamannya. Seluruh dokter, perawat, dan mahasiswa kedokteran diwajibkan mencuci tangan mereka secara menyeluruh dengan larutan klorin sebelum memeriksa pasien, terutama ibu-ibu yang sedang bersalin. Larutan ini dipilih karena kemampuannya yang efektif dalam menghilangkan bau tidak sedap dari tangan setelah melakukan autopsi.

Hasilnya sangat luar biasa dan terjadi secara cepat. Tingkat kematian di kliniknya menurun drastis dari 18 persen menjadi di bawah 2 persen, sama dengan tingkat keamanan di klinik bidan. Beberapa bulan kemudian, setelah ia juga memerintahkan pembersihan alat bedah, angkanya bahkan turun hingga mencapai 1 persen. Bukti keberhasilan metode cuci tangan ini sangat jelas dan tidak dapat disangkal, menyelamatkan puluhan nyawa ibu setiap bulannya.

4. Ide tersebut justru ditolak secara langsung oleh komunitas medis

Meskipun Semmelweis berhasil membuktikan penemuannya melalui data statistik yang kuat, komunitas medis Wina menolaknya secara langsung. Pada masa itu, teori penyakit yang paling terkenal adalah teori “miasma”, yang menyatakan bahwa penyakit menyebar melalui udara yang tidak sehat. Ide bahwa seorang dokter terkemuka bisa menjadi perantara penyakit dan kematian dianggap sebagai penghinaan yang besar. Mereka tidak mampu menerima bahwa tangan mereka sendiri merupakan sumber bencana.

ADVERTISEMENT

Sifat Semmelweis yang terbuka dan sering mengkritik rekan-rekannya secara langsung juga tidak membantu. Alih-alih mengajak dengan sabar, ia justru menyerang mereka yang menentang gagasannya, menyebut mereka sebagai “pembunuh”. Akibatnya, ia diasingkan, kontrak kerjanya tidak diperpanjang, dan akhirnya ia kembali ke Hungaria. Penemuan brilian miliknya diabaikan begitu saja oleh orang-orang yang seharusnya paling memahami.

ADVERTISEMENT

5. Kehidupannya berakhir dengan tragis di sebuah rumah sakit jiwa

Penolakan yang terus-menerus selama bertahun-tahun memengaruhi kesehatan mental Ignaz Semmelweis. Ia semakin mengalami depresi, kecemasan berlebihan, dan sering menunjukkan kemarahan yang tidak terkendali. Pada tahun 1865, ia ditipu oleh seorang temannya untuk pergi ke sebuah rumah sakit jiwa. Setibanya di sana, ia langsung ditangkap, diberi jaket pengikat, dan dikurung dalam sel gelap.

Hanya dua minggu setelah dipenjara, Semmelweis meninggal pada usia 47 tahun. Ironisnya, penyebab kematianya adalah septikemia atau keracunan darah akibat luka terinfeksi di tangannya. Luka tersebut kemungkinan besar didapatkannya saat ia melawan saat ditahan oleh penjaga.

Dokter yang menghabiskan hidupnya untuk melawan infeksi justru mati karena infeksi, sendirian dan dilupakan dunia. Hanya dua minggu setelah ditahan, Semmelweis meninggal pada usia 47 tahun. Anehnya, penyebab kematiannya adalah septikemia atau keracunan darah akibat luka yang terinfeksi di tangannya. Luka itu mungkin berasal dari perlawanan saat ia ditahan paksa oleh petugas.

Dokter yang mengabdikan hidupnya untuk mengatasi infeksi justru meninggal karena infeksi, sendirian dan tidak diingat oleh dunia. Dua minggu setelah dipenjara, Semmelweis meninggal pada usia 47 tahun. Ironisnya, penyebab kematianya adalah septikemia atau keracunan darah akibat luka yang terinfeksi di tangannya.

Luka itu kemungkinan besar didapatnya saat melawan saat ditahan oleh penjaga. Dokter yang berjuang melawan infeksi justru mati karena infeksi, sendirian dan dilupakan oleh masyarakat.

Beberapa tahun setelah kematian yang tidak menyenangkan, teori bakteri dari Louis Pasteur akhirnya secara ilmiah membuktikan kebenaran gagasan Semmelweis. Kini, Ignaz Semmelweis dihormati sebagai “Bapak Pengendalian Infeksi” dan “Penyelamat Ibu-Ibu”. Ceritanya menjadi pengingat yang menyedihkan bahwa sebuah ide inovatif sering kali harus melewati jalan yang penuh penolakan sebelum akhirnya diterima sebagai kebenaran.

 

Tags: Kedokteran dan perawatan kesehatankesehatankesehatan masyarakatpenyakitperawatan kesehatan dan kedokteran
Berita Sebelumnya

Pedasnya Harga Cabai di Tasikmalaya Jelang Nataru Bikin Ibu Rumah Tangga Menjerit!

Berita Berikutnya

CVT Sama, Perbedaan Transmisi Honda WR-V dan BR-V Ini Penting Diketahui

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis. Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini. Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Berita Terkait

Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Jantung

Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Jantung? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

10/03/2026
makanan penurun tekanan darah

Daftar Makanan Penurun Tekanan Darah yang Terbukti Efektif Secara Medis

08/03/2026
Kenali Gejala Awal Stroke

Kenali Gejala Awal Stroke di Usia Muda, Jangan Tunggu Terlambat

08/03/2026
Viral Diet Intermittent Fasting

Viral Diet Intermittent Fasting, Apakah Aman untuk Semua Orang? Simak Penjelasan Ahli

05/03/2026
BPJS PBI

Menteri Kesehatan: Keanggotaan BPJS PBI Otomatis Berlaku Lagi Selama 3 Bulan

04/03/2026
otak tetap tajam

Ingin Otak Tetap Tajam di Usia 75 Tahun? Tinggalkan 8 Kebiasaan Ini Sejak Masuk Usia 60-an, Kata Psikologi

04/03/2026
Berita Berikutnya
CVT Sama, Perbedaan Transmisi Honda WR-V dan BR-V Ini Penting Diketahui

CVT Sama, Perbedaan Transmisi Honda WR-V dan BR-V Ini Penting Diketahui

Gali Potensi di Desa, FORMADES Ciamis Kolaborasi Dengan 46 Kepala Wilayah

Gali Potensi di Desa, FORMADES Ciamis Kolaborasi Dengan 46 Kepala Wilayah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
Audiensi FPP Ciamis

Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

12/09/2025
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
Kecamatan Jatinagara Ciamis

Mengenal Kecamatan Jatinagara Ciamis

12/03/2026
Profil lengkap Kecamatan Cisaga

Profil Kecamatan Cisaga Ciamis

11/03/2026
Kecamatan Cipaku Ciamis

Mengenal Kecamatan Cipaku Ciamis

11/03/2026
Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

11/03/2026

BERITA TERBARU

Kecamatan Jatinagara Ciamis

Mengenal Kecamatan Jatinagara Ciamis

12/03/2026
Profil lengkap Kecamatan Cisaga

Profil Kecamatan Cisaga Ciamis

11/03/2026
Kecamatan Cipaku Ciamis

Mengenal Kecamatan Cipaku Ciamis

11/03/2026
Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

11/03/2026

BERITA TERPOPULER

  • data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Rencana Pembangunan SLB Muhammadiyah di Banjarsari Ditolak Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

MCN NETWORK

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Galuhnews.com
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Infopriangan.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 813-1236-8759
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service