MCNNEWS.ID
Irsyaad W 3 November, 12:16 PM 3 November, 12:16 PM
MCNNEWS.ID – Honda WR-V dan BR-V memiliki kemiripan yang cukup banyak, termasuk menggunakan platform yang sama. – Kedua model Honda, WR-V dan BR-V, dibangun berdasarkan platform yang sama, sehingga memiliki kesamaan. – Salah satu persamaan antara Honda WR-V dan BR-V adalah penggunaan platform yang identik. – Meskipun berbeda dalam beberapa aspek, Honda WR-V dan BR-V sama-sama mengandalkan platform yang sama. – Platform yang sama menjadi salah satu ciri khas dari Honda WR-V dan BR-V.
Mesin dimulai dengan konfigurasi 4 silinder 1.500 cc DOHC i-VTEC berkode L15ZF.
Kemudian sistem transmisi CVT yang digunakan juga sama, termasuk mengenai rasio gigi.
Namun, terdapat perbedaan dalam transmisi CVT pada Honda WR-V dan BR-V ini.
Hal ini disampaikan oleh Nattawut, saat menjabat sebagai Assistant Large Project Leader Performance Test Honda WR-V.
“Rasio sama dengan yang dimiliki BR-V, tetapi terdapat perbedaan dalam pemetaan CVT,” katanya.
Ada fungsi step-up shift yang membuat sensasi perpindahan gigi pada transmisi WR-V terasa saat akselerasi.

Berdasarkan hasil uji coba dari tim redaksi, terasa adanya perpindahan gigi saat mesin berputar pada 6.500 rpm.
Sama halnya dengan kontrol perpindahan gigi saat mengerem, yang memungkinkan mesin tetap berputar tinggi saat mengurangi kecepatan, namun dengan rasio gigi yang lebih rendah.
Akibatnya, ketika ingin kembali mempercepat dengan putaran mesin yang stabil akan terasa lebih tanggap.
Selain itu, dalam penyampaian presentasi produk, Poychat Ua-arayaporn yang saat itu menjabat sebagai Large Project Leader Honda R&D Asia Pacific Co., Ltd menyebutkan mengenai teknologi yang terdapat pada transmisi CVT Honda WR-V.
Yaitu adalah G-design Shift.
“Ini merupakan penyerapan teknologi dari girboks transmisi CVT mobil Honda yang sudah ada seperti HR-V, BR-V, serta City Hatchback dan City Sedan,” ujar Poychat dilansir dari MCNNEWS.ID.
“G-design Shift menciptakan perpindahan gigi secara virtual yang meningkatkan kinerja percepatan dan perlambatan,” lanjutnya.

Poychat menjelaskan bagaimana prinsip kerja teknologi transmisi CVT ini.
Saat akselerator ditekan saat kendaraan berjalan, putaran mesin akan naik.
Rasio gigi transmisi CVT yang dibentuk oleh pulley dan sabuk menyesuaikan kecepatan kendaraan serta putaran mesin.
Teknologi ini mengontrol pembentukan rasio gigi sehingga terasa seperti terjadi perpindahan gigi yang naik (step-up shift).
“Jika pada transmisi CVT Honda generasi sebelumnya, kecepatan mobil saat pedal gas ditekan terasa linier tanpa terasa adanya perpindahan gigi,” jelas Poychat.
Pembentukan rasio gigi yang menghasilkan langkah perpindahan gigi ini juga disebutkan bahwa mesin mampu mencapai daya maksimal yang lebih optimal dalam setiap rentang kecepatan.
Sama halnya ketika kendaraan mengurangi kecepatan saat melakukan pengereman.
Selain langkah perpindahan gigi yang naik terasa, langkah perpindahan gigi yang turun juga terbentuk dari rasio gigi yang dibuat.
“Saat melakukan pengereman, terjadi perasaan perpindahan gigi yang menghasilkan efek pengereman mesin,” jelas Poychat.
“Ini memberikan kinerja pengereman yang lebih baik dalam hal penghematan energi serta mempertahankan respons yang lebih baik saat kembali berakselerasi,” katanya.
Copyright MCNNEWS.ID 2025






















