mcnnews.id , JAKARTA – Polusi udara, kebiasaan buruk, dan gaya hidup tidak sehat menjadi penyebab utama meningkatnya kasus gangguan pernapasan, terutama di kawasan perkotaan.
Penyakit seperti asma, bronkitis, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tidak hanya menyerang mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan, tetapi juga orang sehat yang terpapar lingkungan tidak sehat secara terus-menerus.
Untuk menjaga sistem pernapasan tetap sehat, berikut ini mcnnews.id merangkum 5 gaya hidup sehat yang dapat diterapkan mulai hari ini:
1 1. Berolahraga Secara Teratur untuk Menguatkan Paru-Paru
Aktivitas fisik yang teratur tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja paru-paru. Hal ini sekaligus melatih otot-otot pernapasan agar lebih kuat dan efisien.
Olahraga aerobik seperti berjalan cepat, berenang, dan bersepeda secara rutin dapat memperkuat jantung dan paru-paru serta meningkatkan aliran oksigen ke seluruh tubuh.
Mereka menyarankan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan dan kardiovaskular.
“Olahraga meningkatkan kapasitas vital paru-paru, mengurangi sesak napas, dan membantu membersihkan lendir dari saluran udara,” dikutip dari American Lung Association.
Dokter Tirta juga menyampaikan dalam konten YouTube miliknya, setidaknya melakukan olahraga selama 150 menit, bisa dibagi beberapa hari.
Misalnya Senin 30 menit, Selasa 30 menit, dan seterusnya hingga menjadi 150 menit dalam seminggu.
2 2. Konsumsi Makanan yang Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Beberapa jenis makanan dapat membantu melindungi paru-paru yang tercemar, yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti pneumonia, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga asma yang dapat membatasi kemampuan bernapas.
Sayuran hijau, buah-buahan kaya antioksidan seperti apel dan jeruk, serta makanan yang mengandung omega-3 seperti ikan laut dapat mendukung sistem pernapasan yang lebih optimal.
“Mengonsumsi makanan kaya asam folat (vitamin B-9) juga dapat membantu menjaga paru-paru tetap sehat. Brokoli merupakan sumber asam folat atau vitamin B terbaik,” kata dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa.
Selain itu ada wortel, kacang-kacangan, ikan salmon, madu, dan teh hijau.
3 3. Gunakan Air Minum Bersih yang Telah Disaring

Air yang terkontaminasi dapat membawa bakteri atau virus yang memicu infeksi saluran pernapasan.
Oleh karena itu, penggunaan alat penyaring atau filter menjadi salah satu solusi yang efektif dalam menjaga kualitas air dan udara di rumah. Namun beberapa hal harus diperhatikan.
“Memastikan memiliki sistem penyaringan yang sesuai dengan kondisi lingkungan kita dan sudah melalui proses uji kualitas adalah hal yang penting,” kata Mharsally Violana dari Coway Indonesia.
Pastikan juga menggunakan sistem penyaringan bertingkat untuk memastikan kualitas udara dan air yang optimal.
“Jika Coway menggunakan teknologi reverse osmosis untuk menyaring air dan filter HEPA untuk penghilang udara. Kedua teknologi ini telah teruji secara global,” kata Mharsally.
4 4. Hindari Paparan Asap Rokok dan Polusi Kendaraan
Asap rokok merupakan salah satu penyebab utama gangguan pernapasan, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif.
Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, termasuk zat beracun seperti karbon monoksida, formaldehida, dan amonia yang dapat merusak jaringan paru-paru secara perlahan.

Paparan jangka panjang dapat menyebabkan bronkitis kronis, emfisema, hingga kanker paru-paru.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak ada tingkat paparan asap rokok yang aman.
Bahaya paparan sesekali terhadap asap rokok orang lain sudah dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan dan memperburuk gejala asma, terutama pada anak-anak dan lansia.
Selain rokok, asap kendaraan dan polusi industri juga menyumbang partikel halus yang dapat menembus hingga ke alveolus paru-paru.
5 5. Pastikan Udara di Rumah Bersih dan Bebas Polusi
Kualitas udara di dalam rumah sangat memengaruhi kesehatan paru-paru. Gunakan alat penyaring udara yang dilengkapi filter HEPA untuk menyaring partikel halus, debu, polutan, bahkan virus dan bakteri.
Membuka jendela secara rutin di pagi hari juga membantu sirkulasi udara alami.
Data dari WHO menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen populasi global setiap hari terpapar udara yang tidak layak dihirup. Ini menjadi risiko besar bagi sistem pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.























