Cilacap, MCNNEWS.ID
Semangat membumikan nilai-nilai keislaman sejak usia dini tampak nyata dalam kegiatan lomba keagamaan anak antar-TPQ se-Desa Sidanegara yang diselenggarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Galuh.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 3–6 Maret 2026, dengan lokasi pelaksanaan di masjid-masjid pada setiap dusun di Desa Sidanegara, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap. Kamis (05/03/2026)
Lomba keagamaan anak
Program tersebut dipimpin langsung oleh Rian Hidayat selaku ketua pelaksana kegiatan, di bawah koordinasi Ketua KKN Desa Sidanegara, Soni Ramdani.
Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan bidang keagamaan yang dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai spiritual anak-anak usia dini.
Tiga cabang lomba utama yang dipertandingkan yakni praktik sholat, sambung ayat Al-Qur’an, dan lomba adzan. Ketiganya dipilih secara selektif karena merepresentasikan aspek fundamental dalam pendidikan Islam: pemahaman ibadah, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta keberanian syiar melalui adzan.
Baca juga : Desa desa terindah di Indonesia
Penilaian Lomba
Pada lomba praktik sholat, para peserta dinilai berdasarkan ketepatan gerakan, kelancaran bacaan, kesesuaian dengan rukun dan syarat sah sholat, serta kekhusyukan dalam pelaksanaan.
Dewan juri yang terdiri dari ustaz dan tokoh agama setempat memberikan penilaian secara objektif dan edukatif, sehingga setiap peserta tetap memperoleh pembinaan meski tidak menjadi juara.
Sementara itu, lomba sambung ayat menjadi ajang penguatan hafalan Al-Qur’an. Peserta diuji kemampuannya dalam melanjutkan potongan ayat yang dibacakan oleh juri, dengan penilaian pada kelancaran, ketepatan makhraj, dan tajwid.
Sorak dukungan dari para orang tua dan guru TPQ turut menyemarakkan suasana, menjadikan momentum tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan perayaan kecintaan terhadap Kalamullah.
Lomba Adzan
Adapun lomba adzan menjadi salah satu cabang yang paling menyita perhatian. Anak-anak tampil penuh percaya diri mengumandangkan panggilan sholat dengan suara lantang dan penuh penghayatan.
Penilaian difokuskan pada kejelasan lafadz, ketepatan tajwid, adab, serta kualitas vokal. Momen ini menjadi simbol keberanian generasi muda dalam mengambil peran sebagai penerus syiar Islam di lingkungannya.
Baca juga : Ciamis didorong jadi sentra kacang tanah
Ketua KKN Desa Sidanegara, Soni Ramdani, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Implementasi Pengabdian
Ia menyampaikan bahwa pendidikan karakter religius harus dimulai dari usia dini, karena pada fase inilah nilai-nilai dasar kehidupan tertanam kuat dalam diri anak.
“Kami percaya bahwa membangun desa tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembangunan mental dan spiritual generasinya. Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika fondasi agamanya kuat, maka masa depan desa pun akan kokoh,” ujarnya penuh optimisme.
Rian Hidayat selaku pimpinan kegiatan menambahkan bahwa pelaksanaan lomba yang digelar secara bergilir di masjid setiap dusun memiliki makna strategis.
Selain memperluas partisipasi masyarakat, pola ini juga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat.
Menggiatkan kegiatan Masjid
Antusiasme masyarakat terlihat nyata. Para ustaz dan ustazah TPQ, tokoh agama, serta orang tua santri hadir memberikan dukungan moral.
Kehangatan kebersamaan terasa dalam setiap rangkaian acara, mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dan ukhuwah Islamiyah di Desa Sidanegara.
Baca juga : Bupati Ciamis berikan bantuan rumah tidak layak huni
Di akhir kegiatan, panitia menyerahkan trofi, piagam penghargaan, serta apresiasi kepada para pemenang.
Bukti Pengabdian Kepada Masyarakat
Namun lebih dari sekadar gelar juara, nilai utama yang ingin ditanamkan adalah semangat belajar, keberanian tampil, serta kecintaan terhadap ibadah dan Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Galuh berharap dapat meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna di tengah masyarakat Desa Sidanegara.
Lomba keagamaan ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi bagian dari ikhtiar kolektif membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menjadi penerus pembangunan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook






















